Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 218


__ADS_3

Legenda kampus.


F4 tinggal kelas. Sudah gitu 4 orang lagi. Dengan mata tertutup sudah jelas-jelas sangat terkenal.


Paling jagoan di situ. Senangnya duduk duduk. Kalau tidak di teras kampus, di pos pengamanan. Disitu favorit mereka. Jadi mahasiswa abadi.


Mereka adalah:


Dao Minsi. Pemain dota mahasiswa tahun ke 3, kecanduan paket malam warnet. Telah tinggal kelas selama 2 tahun berturut - turut pernah sebangku dengan Xiong Maojun selama sebulan.


Hua Zelei mahasiswa seni melukis. Mengidap penyakit aneh di tahun ke 3 akan merasa lelah begitu mulai melukis dan akan langsung tertidur tinggal kelas sekali.


Ximen. Kepalanya dipenuhi oleh pacaran. Telah mengungkapkan perasaan pada perempuan sebanyak 51 kali dan di tolak 53 kali, tidak niat belajar, tinggal kelas sekali.


Mei Zuo keberuntungannya sangat jelek. Pelajaran pilihan. Setelah mulai semester baru selalu kehabisan kuota pelajaran pilihan tidak ada tempat baginya di universitas yang begitu luas. Telah tinggal kelas 3 kali hanya kaena kekurangan poin.


Mereka adalah legenda tinggal kelas di kampus. Semua perusahaan menghindari mereka dalam merekrut karyawan. Bagaimana mau bersedia, kalau tingkah polah mereka demikian. Suka tidur, suka mengganggu cewek dan bisa jadi suka makan permen yang ada pegangannya seperti orang yang tengah merokok saja. Itu tak bagus. Makanya perusahaan enggan mengerjakan orang yang demikian. Nanti kalau sudah di terima dan bekerja, bukannya mereka hanya akan mencari tempat dingin, lalu rebahan dengan alasan capek kerja, serta memakai baju yang tak jelas sembari makan permen dan sulit di ajak bicara. Itu yang membuat perusahaan semakin enggan saja. Untuk berikutnya tentu bakalan merugikan serta membuat perusahaan bangkrut. Mana tak ada dana pengembalian dari sistem.


“Ternyata begitu. Ternyata begitu… 4 orang ini ternyata seterkenal itu, kalau aku bersungguh-sungguh dalam bersekolah, pasti aku juga akan mengenali mereka,“ kata Lin Tian yang juga kurang bersungguh mengenali mereka. Sehingga patut di sayangkan.


“4 orang ini tidak kelihatan nilai potensi mereka. Seperti nya tidak ada satu pun bakat yang mereka kuasai,“ ujar Lin Tian langsung penuh prediksi kala melihat kemampuan mereka. Yang jelas Nampak kalau kemampuan mereka demikian saja, walau tampangnya keren dan dianggap sedikit menjual. Tentu saja semua itu tak cukup.


“Ehem, halo,“ ujar Lin Tian mencoba berdialog.


“Eh, sepertinya aku pernah melihat orang ini,“ kata Dao Minsi.

__ADS_1


“Ah kamu adalah mahasiswa tahun ke 2 yang kemarin memberikan seminar,“ ujar para legenda itu mengamati terus jalan nya si mahasiswa terkenal semester genap tersebut. “Kalau tidak salah namamu Lin Tian.“


“Direktur perusahaan Tian Lin, untuk apa kamu kemari dan mentertawakan kami mahasiswa tinggal kelas ini,“ ujar Dao Minsi penuh rasa curiga. Bagaimana tak curiga jika orang se-pandai Lin Tian yang sanggup memberi ceramah dating ke situ, sementara orang-orang yang tak memberi ceramah sebelumnya juga selalu mencela di kala tengah melamar menjadi sesuatu.


“Aku bukan… aku tidak ada maksud…. jangan sembarangan….“ ujar Lin tian gugup menghadapi mereka yang serba penuh kekurangan. Sehingga kala di dekati pun merek kurang nyaman.


“Ah… aku akan memukulmu!“ ujar Ximen penuh dengan emosi. Bagaimana tidak emosi, semenjak mula mengejar cewek bahenol tak pernah dapat, kali ini dating yang bukan cewek, tentu bakalan menjadi saingan yang sangat memberatkan dirinya. Berapa kali pula mesti menelan pil pahit di tolak ke sekian kali lagi.


“Memukulku, apa aku menyinggung mu?“ ujar Lin Tian keheranan. Perasaan dia tak se-mengerikan itu dalam bergaul. Mengapa mesti ada pukul-pukulan segala. Ini berbahaya. Sebab memang ada segelintir orang yang suka berbuat begitu hanya karena tersinggung. Baik itu untuk urusan pribadi, golongan maupun satu hal yang khusus. Makanya mesti berhati-hati dalam bergaul dengan orang seperti ini.


“Masih punya muka untuk bertanya, si Xueqing si bunga kampus berpacaran dengan mu kah?“ kata Xiwen lagi. “Guru Chen dan kamu, apa kalian juga memiliki hubungan pria dan wanita?“


“Mereka semua salah satu - satunya wanita yang ada di dalam hati ku!“ ujar Xiwen sembari meratap. Betapa jelek nasib nya dimana wanita yang di puja-puja menambatkan hati pada orang lain. Sementara dia mesti begitu. Selalu di tolak dan di tolak. Apakah harus setengah abad dia tak mendapat cinta. Sungguh suatu nasib yang sangat pahit.


“Semuanya….“ Kebangetan memang, masa semua yang cantic-cantik ada dalam hati. Itu yang Nampak. Belum lagi sama Sumini, Ngatini, Tulkiyem. Jangan-jangan mereka juga ada dalam hati nya.


“Sebenarnya, Aku hanya ingin bertanya, apa kalian bersedia bekerja di perusahaan ku?“ tanya Lin Tian penuh kekhawatiran, takut kalau pertanyaannya lebih dalam dalam menyinggung batin mereka yang tengah penuh dengan kekacauan begitu.


“Eh…“ mereka hanya bisa saling pandang. Tak menyangka akan ada pertanyaan seperti itu. Tidak biasanya. Biasanya merekalah yang bertanya dimana ada lowongan pekerjaan atau dimana ada wanita cantik yang suka rela menerima lelaki dengan seadanya demikian.


“Ksatria boleh di bunuh, tapi tidak untuk di tindas. Kamu telah merebut semua idola perempuan ku,“ kata Xiwen semakin emosi. “Aku tidak mungkin mau bekerja di tempat mu.“


Kemudian Lin Tian menepuk pundak Xiwen. Mengaktifkan tatapan mendalam. Inilah bahaya nya tepukan seseorang yang menjadi musuh. Bakalan ada sesuatu untuk mempengaruhinya.


“Memangnya apa yang akan kamu lakukan, selanjutnya setelah kerja mu berhasil mengejar idola mu?“ tanya Lin Tian penuh dengan pengaruh.

__ADS_1


“Selanjutnya… Selanjutnya mimpi ku akan jadi kenyataan,“ ujar Xiwen dengan mata polosnya penuh dengan ke -tidak mengerti-an.


“Maksudku, setelah kamu berhasil mengejar idola mu, kemudian kamu akan sadar, kalau kamu sudah tidak bisa lulus. Tidak bisa menemukan pekerjaan, setelah itu apa yang akan terjadi?“ ujar Lin Tian.


“Kemudian, kemudian para idola itu, karena tidak mendapat makanan, akhirnya meninggalkan ku,“ kata Xiwen menduga.


“Kalau begitu, kalau kamu tidak bersedia bekerja di tempatku, walaupun kamu berhasil mendapatkan idola mu, tapi mereka tetap akan meninggalkan mu, jadi apa bedanya dengan saat ini?“ kata Lin Tian.


“Argh sepertinya, sangat masuk akal,“ ujar Xiwen.


“Aku tahu, kalian memiliki seribu macam alasan. Tapi di perusahaan Tianlin, baik buruknya kemampuan kerja kalian, tidak ada hubungannya dengan nilai saat di sekolah. Jadi, ayolah, kita bersama bergandengan tangan menciptakan hari esok yang lebih indah,“ ujar Lin Tian penuh bujur rayu.


“Baiklah, kita mau bergabung,“ ujar para legenda mahasiswa itu dengan penuh keterpaksaan karena berada dalam pengaruh hipnotis tatap mendalam dari ilmu sugesti yang di keluarkan oleh Lin Tian.


#


PETIR TERKUAT….


Beberapa hari kemudian di Hall Yida….


“Direktur Lin, kita tidak memalui pelatihan, langsung mulai kerja, apa tidak masalah?“ tanya para karyawan baru jebolan dari legenda para mahasiswa abadi itu.


“Tidak masalah, terserah kalian saja,“ ujar Lin Tian tak perlu bersusah payah dengan potensi mereka yang sama sekali tak terdeteksi itu.


Namun dalam batin dia bersorak, “Yes, semuanya sudah tepat. Mulai merugi….“ dia kegirangan.

__ADS_1


__ADS_2