Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 115


__ADS_3

Coffee.


Di sebuah kafe. Minum-minum kopi.


“Jarang - jarang Direktur Lin memiliki mood seperti ini, tiba-tiba mengajakku minum kopi,“ ujar Xueqing seraya menghadapi gelas kopi yang cantik. Dia berpakaian putih dengan di padu sepatu hitam bertali coklat nya. Kali ini dia ingin menikmati kopi yang demikian nikmat dengan sajian khusus dari kafe yang sudah terkenal akan nikmat nya sajian dan mesin canggih yang membuatnya bisa menjadi minuman hangat menggugah selera.


“Xueqing. Hari ini, aku akan membicarakan masalah yang sangat penting dengan mu,“ ujar Lin Tian yang sangat berkepentingan untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan urusan nya dengan cewek itu. Kalau tidak penting buat apa mesti berurusan dengan wanita yang kelewat cakep. Jangan-jangan hanya di suruh mentraktir. Itu sedikit pemborosan. Makanya hanya urusan begini saja dia bersedia bicara di tempat mewah begitu.


“Eh, sangat penting?“


“Apa dia mau mengungkapkan perasaan, tak disangka aku bisa menyaksikan siaran langsung,“ ujar pengunjung lain yang sangat penasaran.


“Lin Tian, kamu bisa serius sedikit tidak, kamu selalu mengatakan perkataan yang membuat orang salah paham,“ ujar Xueqing dengan pikiran yang tak menentu dan bisa salah paham kalau tak jelas akan apa yang hendak di ungkapkan oleh direktur nya ini.


“Hari ini, di sini, aku ingin memberi mu sesuatu. Semoga kamu bisa menerimanya,“ ujar Lin Tian seraya merogoh kantong baju bagian dalamnya. Sepertinya hendak memberikan sesuatu.


Hal yang sangat mendebarkan buat semua orang yang ada di situ. Bahkan begitu ingin tahunya membuat mereka terus mencoba mendekat untuk mengetahui lebih jauh apa yang hendak di berikan itu. “Apa yang dia keluarkan?“


“Cincin ya?“ ujar yang lain dan terlalu ingin mengetahui rahasia aneh tersebut.


“Aku sangat memahami mu. Kamu ingin aku membantu mu merencanakan sesuatu kan?“ tanya Xueqing.


“Hahaha benar sekali. Xueqing, ternyata kamu benar-benar memahami ku,“ ujar Lin Tian seraya memeluk Xueqing.


“Apa-apaan?“ yang melihat terbelalak. Dua orang itu.

__ADS_1


Em…


Eh…


Ha…


Begitu melihat HP, Xueqing terkejut, terbelalak dan sedikit keheranan. Dia lalu berkata, “Kamu yakin, ini adalah hasil akhir nya?“


“Bagaimana, gambar ini sangat keren kan?“ kata Lin Tian.


“Keahlian menggambarnya memang sangat kuat. Tapi, mana ada orang yang sengaja mencari orang secara khusus untuk melukis komik seperti itu. Kamu gila ya, uang mu terlalu banyak, sampai kamu tidak tahu harus bagaimana menghambur kan nya!“ ujar Xueqing dengan garang nya.


“Ayo sakit sakit…“ keluh Lin Tian.


“Hehe ini…“ ujar Lin Tian seraya memegang pundak nya. Setelah cengkeraman Xueqing dilepaskan. Sakit di bagian itu. “Kita tidak usah membicarakan hal ini.“


“Hei, menurut mu bagaimana dengan komik yang tadi?“


“Aku rasa komik itu cukup lucu, laki-laki yang pantas untuk komik lucu.“


#


Mall mewah.


Dengan interior yang hebat. Dimana pada bagian tengahnya Nampak berselang-seling suatu hiasan dari tangga berjalan yang saling melintang.

__ADS_1


“Lihat, disana tempat nya!“ tunjuk Xueqing pada toko yang menyediakan peralatan yang di maksud. “Toko pop up ini baru dibangun kemarin, baru seminggu saja aku dengar banyak orang yang sangat menyukai nya.“


Di depan toko itu banyak berdiri orang-orang yang sangat antusias untuk mencari keperluan yang sesuai dengan kebutuhan nya.


Hanya seminggu, Kilatan super ultimate. Hanya seminggu. Begitu promosi yang menawarkan barang sangat di buru tersebut.


“Entah perusahaan mana yang membuat nya sampai bisa se viral itu,“ ujar Lin Tian keheranan dengan begitu banyak nya orang-orang yang tengah mengantri di depan took dalam mall yang sangat mewah itu.


Nampak para pengunjung di pasangi peralatan game, sejenis kacamata yang sangat canggih.


“Yahoo. Fasilitasnya cukup bagus,“ ujar Lin Tian yang ikut mencoba. Lalu masuk ke suatu ruangan yang mirip dengan tabung besar.


“Oh… Ini apa ini?“ teriaknya selanjutnya.


“Hahaha kamu tidak bisa memukul ku kan? Hahaha…“ ujar Lin Tian yang sudah terhanyut dalam permainan yang demikian menghanyutkan. Sampai serasa terbang dalam suatu lingkaran menghanyutkan yang memabukkan itu.


“Ya Tuhan asik sekali,“ kata Lin Tian puas. “Seru sekali permainan ini“


“Benar kan. Aku dengar, ini adalah karya dari perusahaan kecil, aku berpikir untuk membeli nya, aku mengincar mereka,” ujar Xueqing. Sangat berminat untuk mendapatkan toko yang menarik ini untuk bisa dikembangkan menjadi game yang menjanjikan bagi pemiliknya. Dengan begitu banyak yang sangat antusias, maka demi ke depan nya pasti akan lebih banyak lagi yang berminat untuk main di tempat tersebut.


“Em, aku juga merasa game ini cukup seru, aku juga ingin membelinya,“ kata Lin Tian sependapat. Dia ingin dengan segera menguras isi kantongnya demi mendapatkan perusahaan game yang sangat hebat itu. Yang sanggup membuat diri melayang dan berputar-putar bagaikan angina putting beliung saja. Yang tentunya bakalan sanggup memberi lebih jika telah berhasil di kuasai sendiri. Nanti game itu akan dia pakai sendiri sampai puas. Dan setelah puas, baru tertidur pulas untuk terbangun kembali esok lusa dan memainkan game seru ini sampai puas yang terulang-ulang terus. Itulah niatan nya.


“Halo, tolong tanya di mana penanggung jawab kalian. Siapa direktur perusahaan kalian,“ tanya Lin Tian pada bagian karyawan security yang belum tentu kenal sama bos. Maklum kerja nya hanya mengawasi bagaimana segalanya berjalan dengan aman. Tanpa perlu melhat dan melirik apa yang dikerjakan atasan. Apalagi di pemuncak kepemilikan perusahaan yang tentunya sangat sulit untuk di temui.


“Direktur Lin ini, anda adalah direktur kami,“ ujar karyawan keheranan kenapa bos malah menanyakan diri sendiri. Setahu dia kalau anak buah tak kenal sama bos itu sudah sewajar nya karena memang banyak tingkatan yang mesti di lewati guna menjangkau ke atas tersebut. Namun kalau bos tak mengenali perusahaan game yang justru menjadi asset milik dirinya sendiri akan pengeluaran serta keuntungan yang di peroleh dari permainan tersebut, maka hal ini sedikit tak masuk akal. Itu juga yang sangat membuat heran hati si karyawan rendahan ini.

__ADS_1


“Lin Tian. Beraninya kamu bersandiwara di depanku begitu lama, kamu cari mati ya?“ ujar Xueqing. Mangkel sekali dia, makanya jiwa iblis nya langsung keluar, serasa ingin mencabik-cabik diri Lin Tian begitu mengetahui kalau dirinya seakan di ber-sandiwara-i oleh pemuda itu. Tak disangka sekian lama memainkan suatu hal yang mengasikkan ternyata semua itu justru milik lelaki itu sendiri. Ini benar-benar hal yang memuakkan. Makanya mesti di luruskan saat itu juga.


“Hah, apa - apaan ini? Aku dimana, aku siapa. Apa yang aku lakukan?“ ujar Lin Tian kebingungan.


__ADS_2