
“Zhao Bosi, sejak awal aku sudah tahu kalau kamu tidak akan menunjukkan diri. Jadi kamu pasti mengontrol robot dari jauh untuk bertanding,“ kata Lin Tian, sangat paham dia akan dunia robotic yang penuh dengan kecanggihan. Selain bisa hidup, materi yang semula hanya benda tak berguna, semacam besi dan bahan pembentuknya pasir, itu menjadi bentukan aneh suatu benda bergerak dan sangat efisien di control dari jarak yang tidak dekat. Jadi sang pemilik tidak diketahui oleh orang lain. Terutama musuhnya yang akan mengetahui gerak gerik nya kalau kelihatan. Dan inilah asyiknya berteman dengan orang kaya. Dimana mempunyai alat yang tak terdeteksi musuh. Biaya nya tentu tak sedikit. Lin Tian yang kaya saja tak punya alat semacam itu. Namun tentu memerlukan media guna mengontrol robot tersebut. Kalau masih terjangkau, mungkin menggunakan kabel akan bisa berfungsi. Dan lebih jauh sedikit memakai remote control. Tapi jaraknya tak seberapa panjang. Maka dibutuhkan media lain yang jangkauannya lebih jauh.
“Aku juga tahu dengan kemampuan analisis mu kamu pasti bisa menebaknya,“ ujar Robot Zhao Bosi. Ini kelihatannya bukan suara orang di depan itu. melainkan dia yang tengah mengontrol nya dari sebuah ruangan yang sunyi dan kedap suara. Sehingga mampu melihat dari jarak jauh, serta dapat menganalisa pikiran orang dari Bahasa wajah serta penampilan lawannya itu. Tentu memandangnya dari suatu kamera monitor yang diletakkan pada tubuh sang robot. Memang tak harus di mata, walau kebanyakan berada di situ supaya sama persis dengan bentuk fisik manusia. Hanya pada yang lebih canggih akan ditambahkan pada suatu temat tak terdeteksi. Pastinya bukan di tangan dan kaki. Sebab bagian itu rentan rusak, akibat pasti akan dipakai kala bertarung. Mungkin di tubuh atau pada bahu robot, akan lebih aman. Sehingga kala kamera control itu hilang di mata bersama copotnya kepala andai kena parang, maka yang di tubuh masih berfungsi. Walau terdiam, namun sang pemilik masih bisa mengontrolnya.
Padahal Lin Tian hanya menggunakan mata transparan saja saat mengamati perilaku robot. Sebuah kecanggihan teknologi lainnya yang dimiliki sistem, sehingga sang pengguna, dalam hal ini Lin Tian, bisa mempergunakannya untuk sedikit kepentingan ini.
“Tapi, memang kenapa kalau kamu bisa menebaknya?“ ujar Robot. Dia tak perlu khawatir dengan anak satu ini. Sebab dirinya masih merasa lebih canggih, dan tak mengalami apa-apa. Yang parah justru utusannya itu.
Soo…
Robot Bosi mengeluarkan tenaga. Dengan tangan yang luka. Namun masih ampuh. Karena power yang dimiliki masih bisa dipergunakan. Tentunya pada beberapa bagian, fungsi itu telah menurun. Tapi tidak demikian akan pengeluaran tenaga yang jika dibandingkan dengan tenaga manusia pasti akan beda. Dan lebih kuat seiring dengan kepemilikannya yang tak harus seratus persen.
Dung…
Menghantam pokok. Pohon begitu saja tentu akan hancur. Kalau tidak sekali, maka kedua kalinya. Dan tak akan merasa sakit, jika itu dilakukan berulang kali. Sebab sama saja hanya melawan antara besi dan kayu saja.
“Menyerah di bawah kekuatan uang dan teknologi!“ ancam sang robot.
“Sepertinya, kamu sama sekali tidak mengerti cara menghabiskan uang yang paling nikmat. Apa perlu aku mengajarimu?“ ujar Lin Tian.
“Ha! Aku ini orang dengan kekayaan yang tidak ada habisnya, mana peru ajaran mu, bercanda!“
“Tapi kamu sudah kalah,“ ujar Lin Tian merasa menang. “Coba lihat ke langit.“
“Jebakan ilusi,“ ujar Robot tak percaya pada kata-kata Lin Tian. Karena di langit, pada atasnya, sama sekali tak Nampak apapun.
“Sekarang….“
Tiba-tiba sang robot berhenti melangkah. Seperti ada yang menahannya.
“Ini….“
__ADS_1
“Ini aku, adalah satu-satunya kartuku yang tersisa. Aku perlu bantuan mu untuk membeli sesuatu.“
“Halo, apa?“
“Uangnya tidak cukup. Hanya cukup beli untuk satu menit,“ kata orang di ujung telepon itu.
“Belilah… Atur dalam 30 menit setelahnya,“ kata Lin Tian penuh harap. “Aku akan mengulur waktu. Pasti mereka menggunakan satelit untuk mengontrol robot dari jarak jauh.“
Nampak satelit. Mungkin itu satelit James Webb. Atau justru satelit Tlekom 4 yang lagi ramai. Yang jelas mesti di beli satu menit saja.
“Jadi aku membeli satu menit hak guna satelit.“
“K… kamu? Tak disangka…“
“Dari pada menghabiskan uang membeli teknologi, lebih baik aku menghabiskan uang untuk memutuskan koneksi mu,“ kata Lin Tian. “Jurus ini namanya memutuskan koneksi.“
Robot mati satu menit. Lebih dari cukup.
Lin Tian menendang robot yang tengah mati.
Sembari memukul tanah
“Menarik… Sepertinya kamu adalah musuh bebuyutan ku, Zhao Bosi….“ ujar Zhao dengan memandang layar monitor di sekelilingnya. Dia berada jauh dari arena pertempuran. Namun rasanya lebih sakit, seakan dia ada di tengah pertarungan tersebut. Karena merasa menderita rugi yang sangat besar.
Sementara itu,
“Ini hadiahnya…“ ujar Lin Tian memandang kotak.
“Kali ini aku kurang beruntung hadiah ini untukmu. Lain kali aku pasti akan menang dengan mudah,“ kata Su Xueqing. Badannya yang ceking, seakan semakin ceking saja mendapati kenyataan kalau dia telah di kalahkan oleh pemuda yang lagi beruntung ini.
“Eh… Kecerdasan buatan.“
__ADS_1
Kecerdasan buatan adalah kunci dari diperbarui nya sistem.
Menghilang.
Lin Tian kaget.
“Lin Tian… Lin Tian kamu kenapa?“ ujar temannya sembari memperhatikan detak. Padahal dia yang kenapa-napa. Sementara Lin Tian tengah berada pada sebuah ruang aneh.
Ini adalah ruangan sistem. Lin Tian berada didalamnya. Selesai memperbarui sistem. Tingkat sistem awal. Evaluasi tahap pemula sistem A. Memicu opsi yang diperluas gunakan semua asset untuk menyelamatkan orang lain. Sistem sedang dalam pengembangan
Pemain sudah menghabiskan uang untuk orang lain dan telah mendapatkan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan misi darurat.
Sistem diperbaharui otomatis.
“Sistem tolong dirinya. Bagaimanapun juga tidak apa-apa,“ kata Lin Tian terus berusaha membantu Su Xueqing agar masih tetap eksist dalam melanjutkan permainan nya.
Isi ulang sistem selesai.
Asset pribadi tuan Tian Lin kembali ke nol.
Aktifkan pertukaran untung / rugi, saldo sistem untuk mode asset pribadi.
“100 yuan pun tidak ada…“ geram Lin Tian saat menghadapi kenyataan kalau uang itu telah habis. Yang mestinya sudah tak bisa berbuat apa-apa. Uang bisa memuaskan hawa nafsu diri sendiri, juga bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain.
Anda akan memulai bisnis anda sendiri di 5 aspek yang dikenal: Hiburan, makanan, pendidikan, olah raga, teknologi.
Sedang memuat gambar sistem. Sedang memuat peraturan sistem. Menghitung nilai tukar laba / rugi. Nilai tukar laba atau rugi.
Maksudnya adalah membantu sistem mencari uang dan merugikan sistem lalu bisa ditukar.
Memuat gambar sistem selesai.
__ADS_1
Ding…
“Misi selanjutnya tidak semudah itu lagi, Tuan pemain,“ ujar si manis sistem memperingatkan.