
Kejadian itu membuat semua tercengang. Wanita-wanita berbusana handuk. Saling menatap dan ingin tahu siapa yang pantas di permasalahkan.
Demikian juga yang terjadi dengan Lin Tian. Untung dia tak apa-apa. Dan pakaiannya habis. Hanya saja sebagai direktur yang canggih dia masih bisa memakai ban pelampung untuk di jadikan serep celana pengganti.
“Maaf. Semua ini salahku,“ kata si calon pengikut lomba sembari sejauh mungkin berusaha meminta maaf supaya semua saja bisa memaklumi kondisi yang serba tidak menentu itu.
“Penemuanmu ini sangat menarik. Ke depannya benda seperti ini harus di jaga lebih ketat,“ ujar Lin tian bicara sangat bijak dan melepaskan pelampung ban nya serta mengganti baju dengan pakaian ala kadarnya seperti handuk baju itu.
“Penemuanku memang ada kekurangan. Tapi aku yakin, penemuan ini pasti bisa mendapatkan keuntungan yang besar,“ ujar ahli penemu sabun yang merasa yakin kalau bakalan ada untung. Meski membuat kekacauan setidaknya banyak mata-mata yang suka setelah kejadian tersebut.
“Apakah kamu mau investasi?“ tanyanya pada Direktur Lin. Barangkali saja demikian, sehingga nanti sudah ada yang siap sedia dalam melanjutkan usaha itu untuk bisa lebih berkembang dan nantinya akan mampu membuat penemuannya semakin maju pesat, selain bisa di sebar luaskan lewat banyak cara termasuk dengan promosi life di media social yang lagi booming itu.
“Untung besar? Kamu kira aku orang seperti apa? Aku tidak akan investasi proyek seperti ini,“ ujar Lin tian pasrah. Dia rupanya tak ingin dengan cara menyabuni pakaian jadi compang-camping sampai bisa melihat segala sesuatu. Dan yang dia inginkan apa yang lebih menguntungkan namun dengan cara yang lain. Sehingga nantinya system tidak curiga dengan keuntungan banyak yang di raih itu.
“Wah, dia adalah Lin Tian. Proyek ini sangat berbahaya, walau ada untung besar, dia juga tidak akan investasi,“ ujar si gadis pengagum rahasia yang sudah sependapat dengan sang direktur yang dia sendiri sudah merasakan bahayanya kalau dekat-dekat dengan sabun itu. Selain bisa membuat campang camping juga membuat ada yang Nampak setelahnya. Benar-benar membahayakan. Dan ini tentu saja tak bakalan membuat direktur muda itu terpengaruh.
“Dia adalah pria yang sejati,“ ujar pengagum lainnya, akan sikap tegas sang direktur itu.
“Kak Lin Tian,“ ada yang berusaha memanggil. Dia sampai memegang tangan itu.
__ADS_1
“Sebenarnya semua ini adalah salahku,“ ujar Bai Xiaojie. Dia kembali ingin meminta maaf kalau saja saat itu dirinya tak memakai sabun, tentu tak bakalan mencelakakan semua orang. Walau sedikit kecut sih. Tapi bakalan aman.
“Bukannya kamu sudah menjelaskan tadi, kamu salah ambil botol air, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah,“ kata Lin Tian yang paham akan kondisi itu. Dia sudah tak merasa malu jika sampai pakaiannya habis tadi. Toh masih ada ban pelampung.
“Iya, semua ini karena aku tidak memberi tanda di botol dan tidak mengikuti aturan memasukkannya ke dalam botol eksperimen,“ jelas si pembuat. Dia jadi tak enak kalau semua orang jadi mesti meminta maaf karena merasa bersalah. Sebab kata orang lebih baik mengakui bersalah namun pada akhirnya segalanya bisa di pahami, bahwa kerendahan hati akan lebih mulia dibandingkan dengan tinggi hati.
“Bukan seperti itu, semua karena aku adalah pembawa sial,“ ujar Bai yang sudah terlanjur dikatai sedari kecil, kalau dirinya sudah merupakan pembawa sial. Jadi sampai sekarang stigma itu terus saja melekat, dan menjadikan apa yang tengah terjadi membuat dirinya merasa bersalah.
“Pembawa sial?“ keduanya terkejut.
“Betul, kalau kalian tidak percaya, Kamu boleh mengikuti ku besok,“ ujar Bai yang akan menunjukkan kalau besok dirinya bakalan sial dan membuat orang-orang yang kaget itu kalau yakin bahwa dirinya adalah demikian.
“Gaib sekali ini,“ ujar Lin tian yang semakin penasaran dengan si gadis yang sangat polos dan merasa kalau dirinya adalah sosok aneh yang selalu sial di hidupnya dan merupakan semacam takdir yang sudah melekat dari semenjak lahir.
BAI XIAOJIE, BAKAT POTENSI MENJADI MATA-MATA, NILAI POTENSI 7.
“Wah, aku sudah lama tidak melihat nilai potensi yang setinggi ini. Awalnya, aku mengira pekerjaan mata-mata adalah mencuri informasi pihak musuh.“
“Bos yang di serang kesialan…“
__ADS_1
“Apakah kesialan ini masuk ke pihak musuh juga termasuk satu cara untuk mengalahkan mereka. “
“Kalau benar-benar ada hawa kesialan ini, maka bisa menjadi pendukungku yang paling baik.“
#
“Kak sepertinya tidak cocok kalau aku langsung ke perusahaanmu. Aku akan memengaruhi suasana kerja mereka,“ ujar Bai Xiaojie merasa yakin jika nasib sialnya akan berdampak buruk di sekelilingnya, terutama pada lingkungan kerja dimana dia akan di tugaskan oleh sang direktur untuk membuat seakan semua serba rusuh sehingga rugi banyak dan nanti bakalan di ganti sama system. Itu salah satu harapan besar yang tengah dia inginkan. Menjadikan orang percaya diri, serta membuat dirinya juga tidak merasa di rugikan. Bahkan untuk selanjutnya bisa mendatangkan banyak untung.
“Oh, itulah yang aku harapkan.“ Gumam Lin Tian. Seakan semua sudah terbayang di depan mata. Bagaimana akan kacaunya lingkungan kerja itu. Dan bagaimana bisa dia membuat system nantinya akan percaya kepadanya, tentang pengembalian itu.
“Tidak, dataku, aku masih belum simpan.“
Sial sekali karyawan itu. Mana dia sampai melotot. Dan semua sudah sangat banyak. Pastinya bakalan sulit sekali mengetik ulang untuk semua hayalan yang sirna. Sebab semua sudah dia tuangkan lewat data di dalamnya yang sangat bermakna di dalam melanjutkan pekerjaan yang sangat penting ini. Kalau semua hilang, maka dia sendiri yang semakin kelabakan. Serta bakalan sulit untuk mencarinya lagi. Apalagi kalau data yang dia pakai sebagai patokan turut juga lenyap, maka hal itu semakin menambah beban kerja yang demikian besar di pundak seorang wanita yang sudah sangat payah dalam memikirkan rumah tangganya tersebut. Inilah beratnya kalau dekat-dekat dengan orang yang membawa sial.
“Maaf kak…“
Krak…
“Mati lampu?“ Aduh gelapnya. Gelap-gelapan jadinya seperti siluman.
__ADS_1
Lin Tian juga terkejut akan kesialan tersebut. Tidak menyangka. Padahal mereka belum lama bayar rekening listrik, serta beli pulsa yang juga tidak sedikit. Namun mengapa bisa kejadian seperti itu. Juga genset di ruang belakang masih bisa di putar dengan bahan bakar solar yang masih melimpah. Tentu hal demikian sedikit banyaknya merupakan suatu kesialan tambahan akan didi si gadis yang masih kurang percaya diri itu.
“Bai Xiaojie, aku memerlukan mu. Kamu harus ada di dalam hidupku,“ ujar Lin Tian memberi semangat.