Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 285


__ADS_3

“Huhu, perjalanan mendebarkan seharusnya sangat menyenangkan. Tapi jika digabungkan, kenapa jadi begini ya?“ ujar para karyawan perusahaan lain yang kurang suka sesuatu yang mendebarkan.


“Eh, awalnya aku bersiap untuk mengintip, melihat bagaimana acara pengembangan perusahaan Tianlin. Tapi tidak seperti yang dibayangkan,“ ujar karyawan pengintip yang penasaran. Dia melihat di gedung itu banyak terjadi kerumunan yang tengah menunggu sesuatu yang sangat menyedihkan. Sehingga banyak terjadi isak tangis.


“Tidak, lihat Lin Tian juga terlihat sangat senang,“ ujar yang lainnya sembari memandang kalau Lin Tian lagi tertawa-tawa, yang nampaknya tengah bahagia.


“Tapi, kenapa dia bisa senang, sementara para karyawannya terlihat murung?“ ujar si bos berdasi dengan keheranan menyaksikan semua itu.


“Ini benar, aku sebagai peneliti Lin, sangat mengerti hal-hal seperti ini,“ ujar jas coklat sembari mengutarakan beberapa hal yang berkaitan dengan Lin Tian.


“Ah…“


“Sebuah koin memiliki dua sisi. Sama Lin Tian juga memiliki 2 sisi,“ jelasnya sembari menunjukkan sebuah mata uang logam. Dimana koin itu dua sisinya berbeda gambar. Sehingga menggambarkan perangai manusia yang terkadang berbeda, meskipun satu tubuh. Layaknya dua sisi mata uang itu yang mempunyai dua pilihan gambar, dimana akan nampak, dan yang lain tidak.


“Oh…“


“Kamu, tahu beberapa lukisan mendunia kan?“ tanyanya sembari membayangkan banyak lukisan terkenal. Disitu Nampak lukisan yang kuno dengan warna yang sudah memudar, kecoklatan dan membentuk bayangan wajah orang yang tengah menuju ke kejauhan. Itulah lukisan sang direktur yang terlihat dari sebuah sisi. Nampak menjauh, namun meninggalkan banyak bekas kebaikan. Inilah satu sosok yang tak tergambarkan jika di lihat dari sisi yang lain.


“Setiap kali perusahaan Tianlin berhasil, Lin Tian selalu mundur dengan berani, meninggalkan sosok yang kecewa untuk dinikmati karyawannya. Semua orang menyebut kesedihan ini sebagai bentuk keberhasilan Lin Tian.“ Itulah Lin Tian yang seperti lukisan dari belakang dengan meninggalkan si pelukis sebagai karyawan, dan meninggalkan sebuah bekas lukisan yang Nampak menyentuh tersebut.


“Dia melihat niat membunuh dan bahaya yang terkandung dalam kesuksesan, jadi dia khawatir tentang masa depan dan kekhawatiran dunia,“ jelasnya, bagaikan seorang kaisar yang tengah merenung. Sekan sedih dengan dua mata uang yang di buatnya, namun tetap tak membantu rakyat banyak dalam menggapai banyak kesuksesan. Dia juga tak menyangka kalau lukisan diri itu tak seindah harapannya. Yang berakhir dengan kesuksesan tapi akhirnya terjerumus pada sifat tak baiknya. Sehingga di belakang sebuah kobaran menyala, dia Nampak sedih dalam duduk merenungnya. Sang sarjana penguasa.

__ADS_1


“Aku mengerti. Jadi sekarang Lin Tian tersenyum sangat bahagia. Apakah itu bentuk kegagalan Lin Tian?“ ujarnya mulai paham. Namun bentuk kegagalan itu yang belum dia pahami dari seorang hebat tersebut.


Sembari menggaplok temannya, si ganteng itu lantas menceritakan banyak hal, “Apanya yang gagal! Apa kita pernah melihat Direktur Lin gagal? Apa investasi kita pernah gagal di tangannya? Ini bukan kegagalan Lin Tian. Itu adalah bentuk Lin Tian menunggu keberhasilan berikutnya,“ terangnya dengan sangat jelas. Setidaknya si kawan tak terlampau berpikiran negative terhadap direktur mereka yang selalu sukses dalam segala hal dan meninggalkan kesuksesan itu bagi karyawannya supaya mereka selalu senang.


“Setelah senyuman ini, pasti ada sebuah operasi bisnis yang mengejutkan dunia. Tidak hanya bisa merubah lanskap bisnis tapi juga bisa memberi kesempatan bisnis untuk orang-orang pemakan sup seperti kita ini,“ ujarnya lagi sembari ikut tersenyum seperti tuannya yang terus saja tersenyum menyaksikan banyak hal tentang banyak keberhasilan yang di dapat itu.


“Dengan kata lain, setelah senyuman ini, kesuksesan berikutnya akan segera datang?“ tanyanya seraya mengelus-elus kepalanya.


“Benar, bisa tidaknya menggenggam kesempatan ini, harus dilihat dari sepak terjang kita,“ jelasnya lagi. “Perjalanan mendebarkan ini, pasti adalah kunci dari kesuksesan berikutnya.“


#


“Direktur Lin mengganggu sebentar,“ ujarnya dengan ramah.


“Eh…“


“Perjalanan mendebarkan yang kamu bilang sebelumnya, apa karyawan perusahaan kami boleh mengikutinya juga?“ tanyanya ingin supaya terlibat dengan sesuatu yang mendebarkan. Sehingga akan sangat menyenangkan apalagi jika semua ikut, maka perusahaan tersebut juga bakalan bisa se-sukses apa yang tengah diperoleh oleh perusahaan Tianlin yang selalu berhasil dalam segala hal.


“Ah, aku baru pertama kali mendengar permintaan seperti ini. Kalian mau ikut juga?“ tanya Lin Tian tak menyangka kalau idenya ini juga membuat perusahaan lain ingin bergabung dalam perjalanan mendebarkan itu.


“Tapi demi kebaikan kalian, sebaiknya kalian tidak usah ikut,“ ujar Lin Tian menyarankan. Sebab hal itu belum tentu akan menjadi suatu hal baik buat perusahaan lain yang belum tentu suka perjalanan mendebarkan yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


‘Ingin merahasiakan, sudah kuduga, rahasianya di sini.’ Gumamnya.


“Tenang saja, berapapun biaya perjalanan kali ini, aku akan menanggung semuanya. Tidak aku akan menanggung dua kali lipat,“ terangnya sembari berupaya tetap ikut, agar rahasia terpendam dari suatu perusahaan besar akan segera dia ketahui, sehingga tak ada sesuatu rahasia yang bakalan lolos dari pantauannya, yang sangat menginspirasi dan bakalan di terapkan pada pelaksanaan harian di perusahaan miliknya itu.


‘Apa orang ini bodoh berebut menderita?’ gumam Lin Tian keheranan, mendengar kalau orang tersebut benar-benar ingin menderita bersama dengan para karyawan mereka yang sudah terlanjur sedih dari awal bencana hari itu. Tapi bagaimana lagi jika itu sudah kemauan mereka, maka tak selayaknya sebagai seorang bijak bakalan menolak keinginan perusahaan lain yang baik itu.


“Kalian tidak perlu mengeluarkan uang. Pertemuan adalah jodoh. Kali ini aku akan menggratiskan kalian,“ ujar Lin Tian tak tega dengan semangat berkorban dari perusahaan lain sehingga nantinya akan berkali-kali menderita. Rugi jiwa rugi harta. Makanya lebih baik menggratiskan saja. Sehingga penderitaan itu, nantinya bisa di bagi bersama, dan ditanggung semuanya, dalam suka maupun duka.


‘Sudah kuduga, Lin Tian adalah orang baik, walaupun rahasia, tapi demi kebahagiaan bersama, akhirnya tetap menyetujui,’ gumamnya senang.


“Direktur Lin, aku tidak salah lihat. Kamu adalah orang baik,“ ujarnya sangat terharu sampai berlinangan air mata dan dnegan tulus mengucapkan kegembiraan sembari menjabat tangan orang baik itu.


#


Berikutnya pelaksanaan perjalanan mendebarkan.


“Sudah kuduga, aku sudah bersiap untuk menderita. Tapi aku sama sekali tidak menyangka,“ ujar karyawan perusahaan lain itu dengan semangat membara dan wajah memucat dalam menghadapi sebuah petualangan dari perusahaan Tianlin yang tergolong sangat rahasia itu.


“Ini adalah terjun payung. Aku takut ketinggian argh…“ jeritnya saat paying sudah terkembang, niscaya surut untuk di tangkupkan. Tapi semua mesti di jalani dengan semangat membara dan mata yang berlinangan air, sebab sangat menakutkan untuk petualangan mendebarkan kali ini. “Apa dengan begini, baru bisa sukses. Lebih baik aku pulang bercocok tanam,“ ujarnya semakin mengeluh dalam lunglainya.


“Orang-orang zaman sekarang. Apa semuanya memiliki masalah otak?“ ujar Lin Tian sembari memantau dari kejauhan mereka-mereka yang tengah mengikuti perjalanan mendebarkan itu.

__ADS_1


__ADS_2