
Dalam gedung kaca Grup Tianlin yang di tulis di depan nya dengan huruf kanji yang besar.
“Hari ini adalah konferensi penghargaan & promosi staf tingkat lanjut. Semuanya dapat mengeluarkan sepatah dua patah kata dengan bebas di sini. Setiap departemen silahkan memilih satu karyawan paling baik,“ ujar Direktur Lin memberi pengarahan singkat dalam konferensi awal.
“Saya duluan, saya adalah kepala departemen kebutuhan sehari - hari di perusahaan Tianlin, Guang Touqiang,“ ujar seseorang yang tegap dengan pakaian aneh ala-ala orang peternakan. Dia menggunakan topi hijau, rompi dan bawahan hijau. Namun dengan hem dan dasi yang sangat rapi. Seragam baru seorang kepala.
“Departemen kebutuhan sehari-hari, apa itu ada departemen itu di perusahaan ku?“ tanya Lin Tian pada sekretaris Qian. “Kenapa aku tidak tahu?” Lin Tian bingung.
“Sebelumnya, bukankah anda sendiri yang membentuk tim tersebut?“ kata Sekretaris Qian yang ikut bingung mesti menjawab apa kalau bukan ide darinya semua kekacauan itu tercipta.
#
“Pahlawan lemah! Kenapa mati lagi!“ umpat Lin Tian dengan gemas nya. “Alat game di perusahaan ini tidak bagus.“ Lin Tian sangat mangkel dengan hasil dari game kesukaan nya yang tak begitu memuaskan. Dia tengah asik sembari duduk di kursi empuk kantor nya. Untung tak banyak yang masuk menemui nya kala itu. Sehingga dengan leluasa dia bisa menghabiskan waktu main game kesukaan.
“Lin Tian, departemen rambut palsu ingin mengembangkan bisnis, menambah investasi. Mereka ingin berganti departemen, menjadi departemen kebutuhan sehari-hari,“ ujar Qian melapor.
“Memperbesar investasi, bagus juga, perbesar, perbesar…“ kata Lin Tian dengan semangat tak acuh nya sembari terus memainkan game yang tinggal sedikit. “Berapapun yang mereka mau, aku akan memberi dua kali lipat. Oh ya, kalau sudah memutuskan bergerak di bidang kebutuhan sehari-hari, maka buat yang besar dan kuat, harus memiliki banyak toko di bawah mereka.“ ujarnya lagi sembari memberi pengarahan seraya menulis dalam kertas harian nya. Namun mata dan pikiran nya masih terus fokus pada game. Sehingga dia sendiri tak paham apa arahan yang tengah dia buat bagi para karyawan itu.
“Kalau begitu, kita, posisi kita lebih ke… Toserba atau toko barang mewah kelas atas,“ ujar Sekretaris Qian.
“Beraninya, dia menyebut ku mengirim nyawa ribuan kali, jelas-jelas aku baru mati 27 kali!“ ujar Lin Tian mangkel lagi. Game kali ini benar-benar membuat kesal.
“Posisi, ya tentu saja mencakup semuanya,“ ujar Lin Tian pada Qian. Perhatian nya kembali pecah. Antara main sama memberi solusi.
__ADS_1
“Semuanya ini bagaimana cara melakukannya?“ tanya Sekretaris Qian.
“Untuk toserba, bangun toserba di setiap daerah, harganya harus lebih murah dari yang paling murah. Bahkan rugi modal.“
“Aku mengerti, mengambil untung tipis dengan kuantitas banyak, ditambah dengan belanja efisien, memenangkan hati semua penduduk, asalkan ada barang di dalam toko berapa lama pun pasti akan tetap terjual,“ kata Sekretaris Qian yang cerdas.
“Tidak, batas penyimpanan stok toko tidak boleh lebih dari pada satu bulan,“ ujar Lin Tian.
“1 bulan, apa tidak terlalu cepat, barang-barang kebutuhan sehari-hari memiliki jangka waktu pakai yang panjang. Bagaimana kalau tidak terjual dalam satu bulan?“ ujar Qian keheranan.
“Kalau tidak terjual, tentu akan kita bagikan Cuma-Cuma. Kita hitung rata. Semua barang memiliki masa simpan 1 bulan. Membagikan barang yang tidak terjual dalam waktu sebulan secara gratis, ini adalah cara baru untuk menjaga kualitas produk tertinggi,“ terang Lin Tian. ‘Jual rugi, dibagikan untuk merugi, juga banyak menjual, banyak berbagi, banyak merugi bagus. Bagus sekali.’ Lin Tian terkekeh.
“Inovasi baru kualitas tertinggi. Maksudmu, kita juga akan mengeluarkan biaya untuk memanggil desainer?“
“Kamu memiliki pemikiran untuk mengeluarkan uang seperti ini, berarti sudah lulus.“
“Sebenarnya barang yang paling mewah adalah barang - barang yang paling sederhana. Ingatlah untuk kembali ke sumber awal. Semua barang menggunakan emas murni. Harganya pasti mahal, barang-barangnya juga harus sederhana, setiap barang hanya memiliki satu fungsi saja, sudah cukup. Barang seperti ini, hanya orang-orang yang bosan saja yang akan membelinya, dipastikan rugi.“
“Aku mengerti. Selain itu…“
“Selebihnya kamu atur saja. Aku sudah hidup kembali, lihat aku akan membunuh kalian semua,“ kata Lin tian kembali fokus pada game nya. Nyawa nya sudah kembali.
#
__ADS_1
“Setelah mendengar mu, seperti nya aku ingat…“
“Toko kelas bawah kami telah mencakup semua distrik di kota dan namanya adalah Mengchuang Youpin. Artinya besok masa depan kreasi inovasi berselera toko kebutuhan sehari-hari yang terjamin kualitas nya,“ ujar Guang Touqiang.
“Secepat itu. Jadi… tidak mendapat untung kan? Jangan menakuti ku.“
“Maaf Direktur Lin, sementara ini masih merugi, tapi jangan khawatir. Kami…“
“Bagus sekali kerjamu, bagus sekali. Bonus tahunan mu akan bertambah satu kali lipat.“
“Lin Tian, kamu ini sedang menyemangatinya kan, sebenar nya tidak perlu karena…“
Sembari menerangkan, Sekretaris Qian menekan remote. Memperlihatkan sesuatu dengan slide. Dengan begitu, gambaran nya semakin jelas, dan menerangkan nya juga akan mempermudah. “Toko kelas atas kami sudah mendapat untung.“
Tampak gambar toko Buji, Wu ying liang pin. Yang sudah sangat maju.
“Hah….“
Lin Tian kaget.
“Kami mengikuti arahan dari anda dan mengeluarkan serangkaian kebutuhan sehari-hari yang sederhana. Semuanya dilakukan dengan konsep sederhana, ringkas, ramah lingkungan, berorientasi pada manusia,“ terang Guang Touqiang. “Walaupun harganya mahal, tapi tak disangka, di sukai oleh kelas menengah dan pengusaha muda di dalam kota. Berdasarkan perhitungan, setiap keluarga menengah minimal memiliki dua barang dari toko kelas atas kita.“
“Siapa. Siapa sebenar nya yang lagi-lagi menyalah arti kan maksudku. Yang aku maksud dengan sederhana adalah sederhana yang seperti ini. Kalian karyawan di sini semuanya baik hati dan giat bekerja, membuatku tidak bisa berkutik. Sekretaris Qian, tidak perlu mengembangkan toko kelas atas lagi, pertahankan kondisi sekarang saja. Kembangkan yang meru… kembangkan toko kelas bawah Mingchuangyoupin dulu,“ ujar Lin tian semakin panik saja. Bisa-bisa dia tak punya sepeserpun uang dari kerja keras nya selama ini. Maklum harapan tak seindah kenyataan. Dan itu terjadi akibat semua karyawan yang berpikiran maju ingin mengembangkan perusahaan agar bagaimanapun bisa mendapat untung walau dengan pikiran yang sangat keras. Ini semua demi kinerja yang baik serta agar segala nya tak membuat mereka berpindah-pindah pekerjaan lagi. Ini sudah merupakan suatu kehormatan buat mereka yang di hargai kerja nya, karena dalam suasana yang terbatas.
__ADS_1
“Namun toko-toko di kota sudah di penuhi semua,“ terang Sekretaris Qian akan banyak nya toko kelas atas dalam kota itu.
“Kalau begitu, buka di luar negeri. Kalian, siapa pun tidak bisa menghalangi langkah ku untuk merugi,“ kata Lin Tian lagi-lagi punya banyak cara demi tujuan nya menambah uang saku sehari-hari.