
Hari kontes Datang. Suasana meriah. Ada dua balon udara. Warna warni. Spanduk menjuntai panjang ke bawah. Dengan tulisan acara diadakannya kemeriahan itu.
“Bagus juga 600 ribu yuan di habiskan dengan sangat berguna,“ kata Lin Tian.
“Tapi situasinya tidak baik,“ kata Qian Duoduo. “Walaupun lokasinya sangat indah. Tapi…“
Ada yang mengintip. Dua orang. Dibalik semak-semak. Juga tiga orang. Mereka pada main intip.
“Siapa yang berani dating ke kontes tersebut akan dipotong nilainya!“ Ancam pak guru. Rupanya mereka masih pada takut. Kalau ikut akan di potong nilainya, atau bahkan mendapat nol. Tapi rasa penasaran menginginkan mereka untuk ikut kontes tersebut. Siapa tahu bisa menang, atau kalau tidak, maka akan mendapat pengalaman yang berarti di hidup nya.
“Bagus bagus sekali. Bapak guru memuat rencana merugi ku semakin memiliki harapan. Mari kita mulai sekarang,“ kata Lin Tian.
“Tapi sekarang belum ada peserta yang dating sama sekali,“ kata Qian.
“Bukannya bagus,“ kata Lin Tian.
“Asalkan kamu mau mengganti dana dengan membantu pembangunan lapangan basket“ Bisik pak guru. “ Aku akan mengijinkan semua murid untuk mengikuti kontes ini. Kalau tidak jangan harap ada murid yang mengikuti perlombaan ini.“
“Disini ya kontesnya?“ ujar yang datang kebingungan. Sendiri. Plonga plongo. Tak ada yang lain.
“Benar benar ada orang yang datang.“
Keduanya panik. Yang satu takut tidak rugi. Yang lain tak paham kalau merugi akan menguntungkan Lin Tian. Dan pucat jika hasil kontes bagus.
__ADS_1
“Kakak Lin, aku datang mendukungmu,“ ujar Jiang Hao yang datang dan mengacau rencana besar Lin Tian.
Langsung menyanyi dengan sangat merdu. Kemudian berdansa dengan sangat indah nya..
“Haohao terbang dengan berani ibu akan selalu menemani…“ ujar Jiang Hao dengan suara merdunya.
Banyak yang bersorak gembira. Mereka sangat menyukai kepandaian anak muda tersebut.
“Tak disangka dia benar-benar berlatih,“ ujar Lin Tian mengagumi perubahan besar yang dilakukan anak itu. Tapi kali ini bukan suatu hal yang tepat. Karena dia berharap taka da yang ikut sama sekali. Yang akhirnya akan rugi besar padanya.
“Berkat kakak Lin aku menemukan tujuan hidupku. Menjadi idola serba bisa,“ kata Jiang Hao yang benar-benar bangga untuk usahanya selama ini telah merubah keburukannya menjadi suatu hal yang sangat berguna. Talenta besar yang dia miliki benar-benar berhasil dia kembangkan. Walau pada awalnya meragukan banyak pihak. Karena berbagai sisi negatif yang dia tonjolkan yang justru membuat talenta tersebut seakan terpendam. Kali ini dia berhasil merubah segalanya. Dari yang tak bisa, menjadi suatu keadaan yang begitu disukai banyak orang. Serta mendapat pujian dari mana-mana. Terutama para fans nya yang sudah begitu menunggu-nunggu penampilan [ilan terbaik yang bisa dia pertontonkan.
“Nilai mu akan di potong kalau kamu mengikuti kontes ini!“ Ancam guru. Dia masih tak bisa melupakan kejadian buruk yang sudah di perbuat Lin Tian, sehingga dia tak jadi mendapat untung banyak. Makanya usaha memboikot acara itu terus dia lakukan.
“Semua perkataan mu masuk akal kita tidak berdaya melawan mu.“
“Kamu adalah artis Tian Tianlin, apa kamu sudah memikirkan akibat dari perbuatan mu,“ kata pegawai kontes bakat yang masih terus berusaha menekan si Jiang hao agar penampilan terbaik itu bukan suatu hal yang mempengaruhi perselisihan antara kontes bakat dengan kontes aneh yang di gelar Lin Tian.
“Kenapa ingin menindas Hao kesayanganku?“ ujar fans nya.
“Apa kamu ingin merasakan golok 18 cm milikku,“ kata yang lain dan berusaha memihak pada Jiang Hao kalau hal itu tak benar. Dan dia berhak untuk tampil maksimal sembari menghibur para fans yang sudah terlanjur menggemari akan karya nya itu.
Ting tong. Duk.
__ADS_1
“Walaupun aku melanggar kontrak aku tetap tidak akan mengkhianati kak Lin,“ kata Jiang Hao yang kali ini terus berusaha menyenangkan hati Lin Tian yang sudah pernah berbuat baik buat dia karena berbagai kasus yang sudah dimenanginya berkat bantuan dari Lin Tian ini. “Aku hanya bersedia mengikuti kak Lin Tian.“
“Sekarang ketenaran Jiang Hao sangat tinggi, kalau dia ikut denganku, aku akan mendapat untung banyak. Gawat… “ kata Lin Tian semakin tak enak.
“Tapi kak Lin Tian, aku tidak bisa tanda tangan kontrak dengan mu,“ kata Jiang Hao.
“Eh Jiang Hao tahu?“
“Biaya pembatalan kontrak sebesar 2 juta yuan, Lin Tian. Kalau kamu berani mengontraknya, uang ini harus kamu bayar. Apa pantas?“ ujar petugas sembari mengungkapkan aturan main nya. Tentunya Lin Tian akan berpikir ulang untuk mengeluarkan dana sebesar itu hanya untuk artis yang baru bisa, itu saja karena latihannya demikian ketat.
“Aku tidak akan tanda tangan kontrak dengan kak Lin Tian. Aku tidak akan membuat kak Lin Tian merugi,“ ujar Jiang Hao. Dia masih bersikeras untuk berupaya membuat Lin Tian tetap tak akan kecewa. Karena jika dia berusaha melakukan tersebut, maka Lin Tian yang mesti mengganti rugi. Karena terikat kontra yang sebelumnya dia lakukan untuk Lin Tian. Tapi setelah diambil orang membuat Lin tian di luar kepemilikan artis tersebut. Ini yang membuat Jiang Hao berusaha agar tak melakukan tanda tangan demi si Lin Tian tak harus mengembalikan denda kontrak tersebut.
Brak!
“Diam semua!“ kata Lin Tian. “Hanya 2 juta kan Aku akan mengontraknya. Aku akan membayar biaya pembatalan kontrak dalam dua bulan ini,“ kata Lin Tian berbinar mendengar dia akan merugi, yang tentunya nanti bakalan mendapat kembalian dari sistem.
“Kak Lin Tian. Aku tahu kamu menyukaiku,“ ujar Jiang Hao terenyuh. Dia merasa jika Lin Tian sangat ingin dia ikut padanya. Sehingga seberapapun denda yang dia tanggung tetap akan di bayar. Hal ini yang membuat perasaannya demikian terhanyut. Ternyata ada orang yang sama orang tak berguna begitu masih bersedia untuk selalu membelanya. Dan dengan demikian dia kontrak lagi dengan Lin Tian yang sebelumnya memang dia yang mengontrak lewat perusahaan yang kini berada di tangan orang lain.
“Aku tidak perduli dengan perasaanmu. Aku hanya perduli pada perasaanku,“ kata Lin Tian yang tengah main perasaan.
“Wah, jadi ini yang namanya adegan direktur wibawa. Keren sekali. 2 juta durian jatuh. Kalau dihitung hitung sudah rugi besar.“
“Kenapa kalian? Gawat. Ada orang yang ingin mencelakai ku dengan memberikan laba untukku…“
__ADS_1
Lin Tian panik.