Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 114


__ADS_3

Panda nampak senyum senyum. Di lirik si jangkung berkaki belum di release. Dia kemudian berkisah: “Sebenarnya aku tidak sehebat itu. Ketika masih SD aku sudah berbeda dengan anak lainnya. Waktu itu aku sama tinggi dengan guruku. Apalagi dengan teman sekelas tidak perlu di ungkit. Kemanapun aku pergi aku selalu menjadi pusat perhatian. Tapi sebenarnya aku adalah seorang yang pemalu. “ Kesan si Zhai Shen yang pada waktu masih bercelana pendek saja sudah merasa rishi. Sehingga sendiri memakai celana panjang. Dan anak-anak kalau berjalan dengannya mesti mendongak. Apalagi saat bicara, seperti memandang tiang saja layaknya. Tentu bakalan kesulitan jika main balon dengan di tekan pakai jidat, maka akan kalah kemungkinannya, karena tak seimbang. Tapi menang jika berebut permen lollipop yang dia angkat tinggi dan yang lain tak kuasa menjangkaunya.


“Waktu SMP, Seorang bunga sekolah menyatakan perasaannya padaku. Kemudian aku malah lari.“ Padahal bunganya sangat indah. Mawar merah dengan di hiasi dedaunan hijau dan pegangan tangan dari kertas warna pink, yang sangat menawan. Dan si cewek sudah berdandan sangat rapi. Memakai baju ungu dan rambut yang di cat kemerahan, serasi dengan warna bunga nya.


“Waktu SMA, Aku semakin tinggi. Tapi aku hanya memiliki satu mimpi, yaitu bisa berbicara normal dengan gadis-gadis lain. Untuk itu aku bergabung dengan organisasi olahraga yang paling memikat hati perempuan. Tapi tak disangka yang tertarik padaku semuanya adalah pria.“ Tentu saja demikian. Sepakbola yang pemainnya pria, para penonton juga kebanyakan pria. Apalagi ini basket, yang merasa lelaki namun tak tinggi, pasti membayangkan ingin seperti itu, supaya bisa ikut mengimbangi permainan lawan yang tinggi-tinggi seperti sengget pete, galah. Untuk itulah setiap permainan inginnya melihat, dan setiap ada kesempatan foto tentu ingin ikut, agar terpacu untuk menjadi sama tinggi seperti yang tak bisa dia lakukan.


“Kemudian aku masuk ke universitas yang memiliki jumlah mahasiswi banyak. Dengan lancarnya aku masuk ke tim basket. Setiap pertandingan selalu dipenuhi dengan dunk.“ Banyak cewek. Penyemangat. Dan sesuai dengan posturnya yang tinggi. Dan membuat keranjang bola itu seakan hanya semacam pagar saja yang mudah dilewati untuk kemudian menjadi permainan ringan semacam anak-anak main lompat tali saja. Itu berkat tingginya. Dan menjangkau jaring yang bagi rata-rata orang tinggi, kali ini hanya sewajarnya saja. Dan tinggal berlari serta pivot sedikit saja sudah bisa mendapat dua poin. Dan berikutnya sorak bergemuruh semakin membuatnya bersemangat. Seakan apapun itu tak mampu membayar selain penyemangat dari para fans fanatiknya yang merasa terhibur untuk terus melakukan dukungan kemanapun mereka bermain. Dan tentunya bagi para pendukung juga menjadi sebuah kesenangan pribadi, kalau apa yang di dukung itu terus menang, sehingga setiap mereka dating hanya rasa senang dan senang. Itu tak menyurutkan niatnya dalam menonton, karena sudah pasti akan senang, sehingga dana berapapun untuk bisa menyaksikan pertandingan secara langsung akan langsung di cari. Dan tiket dengan cepat ludes. Serta untuk akhirnya sebuah kebahagiaan. Apa yang membuat supporter senang selain sebuah kemenangan. Karena memang itulah yang dicari, didamba, untuk kemudian menjadi bahan cerita dan olok-olok buat tim yang kalah.

__ADS_1


Di suatu pertandingan, “Zhai Shen semangat!“ Banyak para wanita yang memberi semangat sembari teriak-teriak, melompat-lompat, demi dukungan agar pemain tersebut bisa sukses. Yang berikutnya membuat mereka juga bahagia karena tim yang di dukung memperoleh kemenangan.


“Namun kakiku terkilir karena terlalu tegang. Satu-satunya caraku untuk memikat hati wanita sudah tidak ada lagi. Tapi, Aku melihat yang mulia putri nomor satu, Cao Biluo. Di saat tergelap ku. Dialah yang membantuku. Kecantikannya, Kelembutannya, Kelincahannya, Membuatku terpesona. Cao Biluo jugalah yang membuatku bermain game ini. Aku tidak boleh mempermalukan Cao Biluo. Bos Lin pasti tahu kalau aku adalah fans garis keras Cao Biluo. Sehingga dia mengundangnya kemari. Demi kepercayaan dan ketulusan ini, Aku tidak boleh menyia-nyiakannya.“


“Bunuh!”


“Ini… Apa yang terjadi? Si Panda hari ini kenapa semangat sekali?“ ujar Lin Tian kelabakan. Tidak menduga. Semua seakan boomerang. Dimana artis yang dia pilih dari tidak semangatnya sekarang justru berbalik. Seakan berbuah banyak dan memberi harapan untuk menang. Ini mengkhawatirkan. Dia bisa gagal. Bisa-bisa pengorbanannya selama ini sia-sia. Tak akan mendapat kembalian dari sistem. Dan hanya membuang uang dana pribadi semata. Benar-benar kekacauan yang sulit untuk di tolerir.

__ADS_1


“Tidak tidak, Bukan si panda. Zhai Shen… Zhai Shen yang menyerang,“ ujarnya lagi yang menyadari kalau berkat Cao semua itu menjadi demikian. Padahal dia memilih manusia itu karena tak semangatnya dalam menghadapi hidup. Menatap matahari pun dia tak berani. Kenapa hanya karena wanita cantic saja kehidupannya jadi berubah. Dan terjadi di saat-saat yang menentukan. Dimana kekalahan sudah hal wajar, tapi kali ini sebuah kekalahan bagaikan satu bencana, sehingga ada pemikiran mesti menang. Supaya apa yang dia kagumi ikut bangga untuk satu hasil gemilang yang jarang dia dapatkan.


“Kenapa semua orang menyerang aku?“ ujar Lin Tian. Air mata deras seperti air terjun, sembari menggigit kaos. Semua berbanding terbalik dengan rencananya. Para pemain yang dipilih dari segala kekurangan itu, ternyata kali ini justru sangat bersemangat. Sehingga kemungkinan menderita kekalahan seakan menipis. Dan ini bencana. Bisa gagal total rencananya.


“Sekarang hanya kelemahan Cao Biluo dan tiga temannya yang bisa menolongku,“ ujar Lin Tian dengan secercah harapan, pada gadis centil yang mempunyai banyak fans itu. Apalagi level mereka memang rata-rata, rendah. Itu bisa diandalkan untuk membalikkan posisi menjadi seperti keadaan sebelumnya yang tetap berada dalam tekanan musuh.


“Xiao Tian sayang, aku tahu kamu menantikan permainanku. Kalau begitu. Aku harus mulai serius,“ ujar Cao Biluo yang merasa sebelumnya hanya main-main saja. Dan tak tahu jika semua kelemahannya itu adalah harapan Lin Tian dalam menderita kerugian. Namun dia tak paham. Maklum, namanya permainan mesti menang. Dimana pun juga. Dan itu tak terkecuali di sini, pikirnya. Makanya andai kalah sedikit saja sudah berpikir keras dan mengira akan membuat hati Lin Tian terluka, sampai air mata deras mengalir melebihi air terjun kembar.

__ADS_1


__ADS_2