Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 80


__ADS_3

Su mencengkeram kerah musuh. Ayunan tangan saja sudah berhasil dia taklukkan. Benar-benar teknologi dahsyat yang dia miliki.


“Aku bahkan tidak sempat melihatnya bagaimana dia menghabisi musuh? “ ujar Lin Tian sangat kagum akan teknologi yang dimiliki Su Xiauqing yang memang sangat tangguh tersebut. Membuat wanita yang gemulai demikian mampu mengeluarkan energi dahsyat yang tak bisa dianggap enteng. Sehingga dengan mudahnya musuh pada terkapar akibat ditarik kerahnya begitu saja.


Su menginjak tubuh musuh juga yang sudah terkapar tak berdaya.


Lembah kembali sunyi. Seakan sudah tidak ada musuh yang berani menghadang. Mereka sudah takluk dalam hening saja. Sudah taka da yang bakalan berani merintangi langkah Su Xiauqing yang memiliki teknologi demikian maju. Jangan-jangan nanti kalau berani menghadang hanya akan di Tarik kerah bajunya saja atau bahkan akan di injak dadanya pakai sepatu jenggel tinggi yang sangat mahal dan membayarnya bisa enam kali cicilan itu.


Namun tiba-tiba. Banyak yang menghadang. Ternyata pulau yang indah ni benar-bear menyimpan misteri yang tak perlu di duga sebelumnya. Mereka sukanya main pancing. Sehingga siapa yang masuk perangkap, dia yang akan menjadi santapan musuh untuk di cengkeram kerahnya atau diinjak dada sebelah atas.


“Su Xueqing dan Lin Tian terpancing,“ ujar suara seram sembari melihat HP yang dipakai untuk memonitor suasana lewat kamera CCTV. Walau berada di suatu tempat tersembunyi, namun demikian mudah mereka mengamati gerak-gerik musuh yang akan mereka ringkus. Dengan mengandalkan kehebatan teknologi itu, membuat seluruh pulau yang memang tak seberapa ini, akan teramati dengan jelas nya. Apalagi sekarang sudah banyak kamera yang canggih, sehingga mampu melihat sangat detail. Belum lagi kalau meminta bantuan satelit dan drone yang tak kasat mata. Maka akan semakin jelas pengamatan mereka akan pergerakan musuh yang tak cerdas itu.


“Semuanya bergerak tangkap adik sepupuku dan si brengsek itu!“ perintahnya saat mengetahui kalau mereka semua sudah berada dalam lingkar jebakan.


Kini semua memburu ke titik lokasi Lin Tian. Sangat pasti arah yang dituju. Apalagi sensor tubuh alat itu sudah sangat jelas dalam mendeteksi keberadaan mereka. Maka langkah-langkah pasti mereka tentu menuju pada titik sasaran.


“Dibalik dinding ada orang gawat,“ kata Lin Tian. Sembari memandang dengan mata transparan. Maklum teknologi yang dimilikinya tak seberapa canggih, membuat dia hanya memakai mata yang buat mengintip saja. Ini sudah lebih dari cukup untuk membantunya bertahan di pulau yang rawan ini.


Nampak orang berseragam lengkap tengah mengendap-endap sembari membawa senapan. Siap tembak. Dan kalau lengah, maka peluru yang sangat tajam melebihi silet itu bakalan bersarang di tubuh tak berdaya yang diincar.


“Ada orang yang mengepung kita, bersiap menyerang,“ ujar Su Xueqing supaya Lin Tian jangan lengah. Lengah sedikit saja, bukan hanya kerah baju mereka yang ditarik, bisa-bisa nyawa yang Cuma selembar itu ikut di bubut oleh mereka. Makanya hati-hati benar-benar sangat dibutuhkan.


“Kamu juga punya mata transparan?“ tanya Lin Tian keheranan saat mengetahui kalau Su bisa melihat sesuatu di sekelilingnya walau terlindungi benda tak tembus pandang.

__ADS_1


“Milikku jauh lebih canggih dari mata transparan,“ ujar Su Xueqing sangat bangga akan teknologi Nami nya yang didapat dengan susah payah. Baik itu bertapa berpuluh-puluh hari, tidak makan tidak minum, sampai dengan mencari jamur yang tumbuhnya di musim kemarau. Semua dijalani demi mendapatkan ajian yang sangat ampuh itu.


“Mereka datang dari sana,“ ujar keduanya menunjuk ada arah yang berbeda. Menandakan kalau mereka mengepung. Jumlahnya tak sedikit.


“Eh ada yang tak beres,“ ujar Su.


“Habisi mereka dulu“ ujar Su menyerang.


Lin Tian bingung. Jangankan untuk ikut menyerang, makan saja sedari tadi belum. Hanya panik dan panik saja kerjaannya demi mengatasi terjun bebas yang mendebarkan tadi. Kini malahan harus mengerahkan kecepatan penuh, tentu sangat kesulitan.


“Teknologi nami. Menambah kekuatan. “


Semburat kekuatan sangat banyak. Langsung tersalur pada titik-titik kemampuan daya hantam manusia. Teknologi itu langsung memberi tumpuan energi besar itu pada salah satu yang ditujunya. Baik pada tinju, maupun sepakan yang bisa meluruhkan batu karang. Dan kini lawan didepan tentu tak akan kuat kalau hanya mengandalkan kekuatan sederhana saja. Makanya sembari mengerahkan kekuatan penuh, dia berharap, seperti tadi, musuh bisa langsung dibuatnya tak berdaya.


Tangan dipegang, dipelintir dan di jatuhkan.


“Ini tidak mungkin.“


Su tercengang. Ternyata perhitungannya keliru. Dia lebih kuat dari sekedar preman yang pertama mereka hantam tadi.


“Tidak terduga kan?“


Melihat orang itu tak bergeming. Kekuatan dari teknologinya sama sekali tak berpengaruh. Dia mungkin salah satu konglomerat yang tak sia-sia dengan uangnya sehingga mampu membeli teknologi terbaru akan bertahan terhadap pukulan lawan. Atau berhasil mencuri kekuatan batman sehingga musuh yang demikian sakti saja langsung lemah dan mudah saja ditarik tangannya untuk kemudian dengan seenak hati melemparkan bagai tumpukan kain cucian.

__ADS_1


“Adik sepupu. Tidak baik terlalu mengandalkan teknologi. Hanya dengan EMP sederhana saja sudah bisa membuat seluruh senjata nami yang ada di tubuh mu tidak berfungsi,“ kata si tangguh itu yang langsung bisa mengatasi kekuatan dahsyat teknologi nami milik Su Xiauqing. Dengan begitu musuh sudah tertangani. Tinggal yang lain yang sama sekali tak mempunyai teknologi Nami. Dan itu lebih mudah untuk membuatnya segera takluk dan bakalan disuruh berlutut serta berjalan dengan kaki di tekuk.


“Oh ternyata begitu, pantas saja tadi kamu salah tunjuk arah,“ kata Lin Tian, karena ternyata kekuatan musuh sangat hebat. Sehingga membuat Su kebingungan dalam mendapatkan titik pasti keberadaan musuh.


“Sejak dulu aku tidak pernah meremehkan orang lain,“ ujar Su sembari mengokang senjata. Ditembakkan. Mengarah ke dada. Untung ada anti peluru.


“Hahaha, kamu sudah punya gantungan perisai tubuh. Apa aku tidak punya. Punya ku bahkan lebih kuat. Baju anti peluru nami ini adalah kunci darah,“ jelasnya akan kekuatan rompi anti pelurunya yang terbuat dari kain khusus yang sanggup meredam kecepatan dan ketajaman peluru. Dengan lapisan kain peredam saja mungkin sudah dapat mengurangi efek tembus dari peluru, maka kini menggunakan teknologi maju dan dengan penelitian yang lebih akurat, akan mampu meredam lebih besar pada senjata musuh.


Sembari menyingkirkan Su.


“Dan kamu… Kamu hanya orang yang tidak punya senjata saja.“ Tunjuknya pada Lin Tian.


“Kemarilah…“


Lin Tian mendekat.


“Berlutut!“ perintahnya kemudian, yang menandakan kalau musuh telah takluk.


Lin Tian tertawa. Lalu berlutut. Namun tiba-tiba dia menyerang. Dengan tendangan tak terduga itu, membuat musuh kelimpungan. Dia tak bisa mengelak dari gempuran musuh.


Membuat musuh terjengkang.


“Maaf andalanku adalah kecerdasan. Kamu tidak bisa mempelajarinya,“ ujar Lin Tian.

__ADS_1


__ADS_2