
Kereta Shinkansen. Sebuah kereta peluru yang sangat canggih. Berwarna putih dengan hiasan line merah. Dan lampu sangat terang benderang. Sehingga kalaupun ada orang yang mau menyeberang jalan, sudah melihat duluan kereta tersebut. Dia berhenti. Sungguh sangat menyenangkan kalau bisa memiliki kereta seperti ini. Pasti bakal nyaman sekali dan sangat cepat. Untuk lintas kota besar saja bisa hanya di tempuh satu jam saja. Itu untuk kota besar, adik nya kota besar tentu tak akan sampai selama itu.
Gendut membawa tas. Sangat besar. Menyesuaikan antara bobot badan dengan tas yang mesti lebih besar. Bahkan mesti merepotkan. Kalau tak repot jangan harap bisa di kira dari jarak jauh.
“Da Zhuang, sebelah sini!“ ada yang memanggil gendut. Dia menjemput dengan mobil putih nya. Dengan pakaian yang sangat rapi lengkap dengan jas dan dasi panjang.
“Da, aku sudah melakukan riset di kota ini. Ikutlah bersamaku aku jamin kamu akan makan minum enak,“ ujar adik May Jiayao. Setelah mereka sangat dekat.
“Kak, semua orang di desa berkata, sekarang kamu sudah hidup enak, sebenarnya apa yang kamu kerjakan?“ ujar Da Zhuang.
“Pekerjaanku adalah menjadi cucu,“ ujar Jiayao.
“Menjadi cucu? Apa ini juga termasuk pekerjaan?“ tanya Da Zhuang.
“Da Zhuang, kamu tahu, di dalam kota ini, apa yang paling di takuti oleh para lansia?“
“Aku tahu, takut panen tidak bagus,“jawab Da Zhuang seperti saat di desa nya. Namun ini kota. Akan taka da sawah.
“Bodoh! Takut kesepian,“ memberi jawaban yang benar.
“Anak- anak mereka sibuk bekerja. Cucu-cucu juga harus sekolah. Teman-teman mereka selalu tidak bisa di ajak berkumpul. Fisik mereka sudah kurang sehat, hanya bisa berdiam di rumah. Mereka sangat kesepian. Karena itu, demi mengatasi rasa kesepian mereka, kita akan menemani mereka bermain dan berbincang,“ ujar Jiayao. “Bagaimana berani menjadi cucu? “
“Tapi bagaimana cara nya, kita mencari uang melalui hal tersebut?“
__ADS_1
“Pil kekuatan lansia produk suplemen kesehatan terkuat di dunia. Saat bermain dengan kakek dan nenek, mereka akan merasa senang dan akan membeli suplemen ini. Berapapun harganya mereka akan bersedia membayar dan berterima kasih dengan kita juga. “
“Menjual suplemen ini bukan ide bagus. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka, aku tidak punya uang untuk ganti rugi.“
“Tenang dulu, suplemen ini terbuat dari tepung. Tidak ada bedanya dengan makan bakpao.“
“Kalau begitu, berarti kita menipu orang lain.“
“Apa yang kamu mengerti. Ini adalah pengobatan psikis. Harga yang kita tawarkan sangat sesuai,“ujar Jiayao. Dia termasuk tim psikis kelihatan nya jadi menggunakan cara itu untuk mengais rejeki. “Lihat kita juga akan memberi beras dan minyak gratis saat mereka membeli suplemen dari kita. Mereka tdak akan menolak nya. Cara ini sudah aku lakukan berkali-kali di kota lain. Tenanglah, kota ini kita pasti bisa menaklukan nya juga. “
“Ayo…“
Mobil putih itu menderu.
Ckit.
Mobil berhenti Di depan pemukiman lansia.
“Aku sudah melakukan riset, daerah ini penuh dengan lansia. Nanti kita akan beraksi saat ada kesempatan,“ ujar yang sudah melakukan penelitan kalau daerah rusun itu memang penuh dengan lansia.
Pada gerbang masuk, “Kalian… Apa kalian warga daerah sini?“
“Kami mencari Nenek Liu. Benar Nenek Liu, untuk mengantar beras dan minyak cinta untuk nya,“ ujar Jiayao dengan sopan.
__ADS_1
“Masuklah…. Aneh kenapa hari ini banyak sekali yang membawa minyak dan beras,“ ujar satpam heran. Tak biasanya banyak yang datang dengan kesan aneh. Biasanya hanya para kakek nenek saja yang kesulitan masuk ke lokasi tersebut.
“Eh cara ini… Jangan-jangan aku punya saingan.“ Mereka masuk sembari celingukan seakan tengah ada yang diperdulikan. Kalau ada saingan bakalan lebih berat. Bagaimana dia akan membagikan suplemen dengan biaya mahal. Dan keuntngan yang didapat sangat besar. Juga bagaimana nanti akhir dari pendapatan yang mesti terbagi kalau hal ini tak di monopoli serta bersaing dengan lawan yang jauh lebih kuat dengan pendapatan besar serta kemampuan mengeluarkan modal juga tak tanggung-tanggung. Ini tentu sangat berbahaya.
Rupanya Lin Tian tengah menggiring kakek nenek untuk melakukan kerja berat. “Perhatian, tanpa menunda-nunda lagi ayo kita segera berangkat. Para senior jangan berdesakan Semuanya akan mendapatkan supir. Beras dan minyak juga akan segera di antar ke kediaman kalian.“ Rupanya mereka saling membagi beras. Sehingga satpam sang penjaga itu juga keheranan saking banyak nya yang datang.
“Supir? Apa perlu mereka menipu sampai seprofesional ini?“ ujar Jiangyao keheranan sampai ada yang membawa supir segala. Itu penipuan yang sangat parah untuk sekedar merebut hati para sesepuh. Biaya yang keluar tentu sangat besar. Serta memberi makan pastinya sangat banyak untuk satu orang supir saja bisa beberapa piring. Ini jauh lebih banyak lagi. Belum uang jajan dan rokok. Bisa di bayangkan betapa merugi nya perusahaan tempat para pekerja tua yang sangat senang endapat kegiatan yang jauh dari kata cepat ini. Dan sangat senang jika dilakukan dengan nyaman begitu.
“Kak. Cucu mereka lebih banyak dari kita kan,“ ujar si Budong membandingkan cucu yang terlihat, nampak nya sangat berlebihan.
Pada kota yang ramai penuh lansia. Gedung tinggi yang sunyi. Mereka terus menatap keheranan. Disitu ada uang. Terlihat tumpukan beras yang membukit, minyak, suplemen dalam jumlah besar, serta berbagai barang berharga yang bisa meluluhkan hati para lansia.
“Seperti nya, kita bertemu dengan cucu senior di dunia cucu. Dia berinvestasi besar di awal, dia ingin mencari untung besar,“ duga Jiang yao. Sudah jelas. Apalagi apa yang dia bagikan juga sangat banyak.
“Saudara, tunggu sebentar!“ panggil nya pada Lin Tian. Dia ingin membicarakan satu hal yang penting ini. Kalau tidak bakalan berlarut larut orang itu membagi-bagiakan barang nya. Sementara dia tak bakalan mendapat hati.
“Eh kenapa, kamu siapa?“ tanya Lin Tian. Belum juga mendapat rugi sudah ada sangingan yang berani mendekatinya.
“Aku, aku adalah saingan mu,” kata Jangyao jujur. ‘Aku berhasil menebak nya tentu aku ingin ambil bagian’
“Saudara. Mencari uang di bidang ini kenapa kamu tidak mengajak ku?” ujar Jiangyao sedikit marah karena gerakan nya sudah keduluan oleh Lin Tian yang dikiranya hendak mencari utung angat banyak dengan menipu lara lansia itu. Apalagi yang mereka bagikan juga sama. Beras dan minyak. Mana minyak lagi mahal. Ruoanya mereka menimbun nya supaya bisa mendapat nama dan kerugian yang sangat besar buat perusahaan. Sehingga akan mendapat kembalian yang jauh lebih besar juga.
PERTANYAAN HARI INI, PENIPU JUGA INGIN MERUGI MENURUT KALIAN APA YANG DIA LAKUKAN BENAR?
__ADS_1