
Drat….
Keluar sengatan listrik yang besar. Listrik sangat kuat yang dihasilkan dari sebuah pembangkit yang semestinya memerlukan kekuatan besar pula kala mengadakannya.
“Sengatan listrik yang kuat sekali,“ ujar Qian Duoduo yang ikut memperhatikan pertarungan aneh antara kepala sekolah dari keluarga Qian dengan Lin Tian si pembuat rusuh. Tentu saja dia membela salah satunya. Sebut saja Lin Tian yang orang miskin itu telah terbukti mempunyai kekuatan misterius sehingga sangat sulit tuk dikalahkan. Sedangkan keluarga Qian adalah orang-orang tangguh yang jelas-jelas sudah membuat keluarganya sangat ngeri kalau menghadapi kelompok ini. Sehingga membuat ayahnya juga khawatir kalau sampai keluarga Qian marah, maka dampaknya juga pada anaknya ini yang bisa saja bakalan bahaya untuk kehidupan selanjutnya. Bahkan terkadang musti menyembunyikan diri agar identitasnya tak sampai ketahuan. Kalau ketahuan bakalan celaka. Tak akan mengerti nasib buruk apa yang berikutnya akan menimpa.
“Awalnya aku kira, kita memiliki chemistry yang kuat, tapi aku baru sadar. Kalau ini benar - benar percikan listrik,“ ujar Lin Tian yang merasa kalau sengatan itu demikian kuat. Sampai-sampai dia merasa menggigil seperti habis kencing kala terkena nya. Dan ternyata chemistry nya tak sebagus itu. Lin tian tentu saja sedikit kecewa. Namun tak mengapa, masih ada harapan lain yang mestinya bisa dibuat demi untuk yang cantik tersebut. Serta di lain waktu ada chemistry lain yang lebih bisa dimiliki keduanya.
“Karena alat musikku mengandung listrik,“ ujar Kepala Sekolah. Alat music memang banyak yang menggunakan listrik, sebut saja gitar, keyboard organ, bas, juga berbagai alat yang lain. Tapi kali ini listrik dengan arus kuat yang dipakai untuk menjadi sumber music yang mengeluarkan suara. Sebab musik itu suara. Kalau music tanpa suara akan aneh. Namun seperti lokananta, jika music tanpa alat, masih bisa, itu hanya ada bunyi tanpa alat nya.
“Tak diduga, aku kira kamu akan memainkan keyboard, gitar listrik, Kecapi listrik, Drum listrik. Sebenarnya apa alat musik iblis wanita dalam legenda?“ ujar Lin Tian yang masih penasaran dengan apa yang bakal dikeluarkan wanita cantik itu. Bukan alat music yang biasa dimainkan oleh para pemusik itu. Kalau alat-alat itu sih dia paham. Dia tentunya bakalan dengan ganas ikut menyanyi, berjoget atau bahkan goyang caca jika alat-alat yang mewah itu dimainkan dengan indahnya. Dan tentu saja membuat segalanya bisa sukses di lakukan dengan bergembira saat mendendangkan lagu dengan iringan alat yang manis-manis tersebut. Itu demikian nikmat untuk didengarkan. Namun jika berbeda tentu saja di dengar juga akan terasa lain. Bahkan jika terlampau tinggi gelombangnya maka akan mengganggu sistem saraf hingga berhalusinasi yang mengerikan. Tapi kalau terlampau rendah, hanya binatang berbulu yang dengar.
“Pelayan bawa kemari!“
Sembari menepuk tangannya untuk memanggil pelayan. Beberapa pengawal siap mendatangkan yang diinginkan. Benar-benar sebuah rencana yang hebat dan sangat teratur dalam melaksanakan perintah atasan.
Drug…
Ternyata sebuah alat perang yang sangat besar. Sehingga bentukannya lebih menyerupai tower.
__ADS_1
“Alat perang sebesar itu?“ semua tercengang. Makanya mengira itu alat perang. Yang ternyata bentu alat music yang dibuat unik. Demikian besar dan sangat kuat. Serta memainkannya mesti menggunakan trik khusus. Dan tak sembarang orang bakalan mampu untuk membunyikannya. Bahkan sebagian besar orang tak akan mengerti itu alat music jenis apa, yang bentuknya demikian serta lain dari pada yang lain.
“Adik Lin Tian sepertinya hari ini kamu hanya bisa menjadi adik saja. Ini adalah alat musikku,” ujar Kepala sekolah. Nampaknya hanya dia yang mampu memainkan. Walau anak buahnya mungkin juga bisa. Atau justru yang membuatnya. Tapi karena sengaja di buat khusus olehnya, maka dirinyalah yang paling jago dengan semua itu. Sebab selain menjadi keinginannya, juga telah terpikirkan bagaimana mengatasi kesulitan pada alat itu, sehingga akan bisa memainkannya dengan hasil yang sangat memuaskan.
Semua terpana. Kali ini Lin tian mendapat lawan yang seimbang. Sehingga penonton langsung yakin, jika kepala sekolah sudah berada di atas angin. Sebab itu juga rencananya.
Kumparan tesla.
“Kuat Sekali….“
Selanjutnya suara listrik terpercik dari jemari Kepala Sekolah. Itulah kuatnya kemampuan yang dimiliki sang kepala sekolah sehingga,
Drat…
Kepala sekolah dalam kurungan. Sementara listrik terus memancar di seputar nya. Menjadikan suara yang lumayan aneh. Tapi itu suara, semacam alunan listrik jadinya.
“Hebat sekali ini pengalaman musik yang tidak pernah dialami."
Keluar dari kurungan.
__ADS_1
“Adik Lin Tian aku hebat kan?“ ujar Kepala Sekolah dengan senyuman cantiknya yang mampu mempesona semua orang, tak terkecuali dengan pemuda ini.
Lin Tian hanya mengangguk. “Hebat….“
“Aku kira kamu akan berpura-pura tidak peduli,“ ujar Kepala Sekolah. Dia tak menyangka Lin Tian justru memujinya. Biasanya tidak demikian. Lawan tentu akan mencari sesuatu yang dinilai sebagai kekurangannya. Karena itu yang bakalan menjatuhkannya. Sehingga ada spirit yang besar guna berusaha menjatuhkan lawan, sehingga bisa meraih kemenangannya.
“Pertama suara listrik murni yang sangat professional. Aku baru pertama kali mendengarnya. Kedua hanya dengan menggunakan sangkar besi untuk mengisolasi listrik kamu masih bisa menguasainya dengan baik. Aku bahkan tidak bisa melakukannya. Ketiga kecantikanmu sangat mempesona di tengah aliran listrik aku tersengat karenanya,“ ujar Lin Tian sambal menggelayut di dada kepala sekolah.
“Kalau begitu aku rasa aku sudah memenangkan pertandingan kali ini. Adik lin tian harus menuruti perintahku ya?“ ujar kepala sekolah dengan girang nya. Dengan pengakuan tersebut, seakan Lin Tian sudah pasrah. Tak ada kemampuan lain yang bisa dipertontonkan buat dia dan semua orang yang ada di situ. Hingga itulah, dia mengira semua sudah bisa diakali dan segalanya berlalu dengan mudahnya. Dan kemenangan sudah ada di depan mata.
Lin Tian berdiri lalu berucap, “Aku belum mengaku kalah. Pertandingan baru saja dimulai.“
“Musik apa lagi yanag lebih hebat dari ini? Jangan bicara saja tunjukkan,“ ujar penonton. Mereka sangat yakin kalau kepala sekolah sudah memenangkan pertandingan yang diinginkannya itu. Sebab tak akan bisa menandingi kumparan tesla demikian, atau alat perang yang demikian besarnya. Sedangkan Lin Tian hanya mengandalkan dua orang pemusik gundul yang kemampuannya kurang lebih sama seperti si Er tadi yang hanya bisa meniupkan kematian.
“Mulailah…“
Ada yang memanjat tiang kumparan tesla. Dengan tangga yang sangat panjang. Dan tentunya memerlukan kekuatan yang lebih jika mesti melawan gravitasi bumi ini. Karena memang sangat tinggi. Dan itu akan sulit dikerjakan kalau tidak memiliki kekuatan hebat.
Tap…
__ADS_1
Sembari melangkah, Lin Tian berkata, “Pertunjukan tadi membuatku semakin yakin, apa kekuatan musik itu. Musik adalah getaran. Aku akan menggunakan cara Qian Duoduo. Mempersembahkan sebuah lagu untuk keluarga Qian.“