
Di kantor pusat Tian Tian Lin. Lin Tian tengah asik membaca.
“Kalau tidak dipelajari tidak tahu Su Xueqing ini tidak biasa. Awalnya aku kira dia hanya seorang gadis pembangkang saja. Tak disangka, pintar menembak, balap mobil, Panjat tebing.” Memang demikian. Dia begitu lihai dalam membidik sasaran dengan senapan laras panjang dengan jarak intai yang lumayan jauh. Juga piawai mengendarai mobil balap ribuan CC. serta pijakan kakinya begitu cekatan bagaikan reptil yang merangkak melawan gravitasi. Ini tentu bukan main-main bagi seorang gadis yang secemerlang itu menguasai berbagai medan yang terlampau ekstrim.
“Gawat!“ tahu-tahu pintu di dobrak paksa. Karyawannya melaporkan sebuah perkara yang sangat pelik. Makanya dia langsung masuk ke ruang bos dengan hati risau. Ingin dia langsung membicarakan hal itu, supaya segala sesuatunya lebih jelas. Serta tindakan apa yang nanti akan dia laksanakan agar kekacauan ini tak berlarut-larut, serta bisa langsung di tangani oleh sang bos. Tentu kalau sudah ada arahan, dia juga akan melakukan keputusan itu dengan sebaik-baiknya, sehingga kalau bisa diselesaikan akan langsung bisa ditangani, sementara kalau masih gagal semuanya sudah berusaha dia ungkapkan masalah tersebut. Itulah makanya dia langsung masuk dengan paksa agar bisa langsung ketemu dengan bos Tian itu.
“Akuisisi anak perusahaan Xiao Xiaosu gagal?“ tanya Lin Tian.
“Akuisisi berhasil, hanya saja….“
“Mau naik harga ya. Tidak apa-apa lanjutkan,“ kata lin Tian.
“Mereka tidak berkata apapun dan langsung menjualnya, tapi ada sesuatu tak terduga yang terjadi….“ Ditunjukkan beberapa Surat pengunduran diri. “Beberapa orang dibawah anak perusahaan itu mereka semua mengundurkan diri.“
“Mereka tetap tidak mau bekerja meskipun dengan gaji setinggi itu?“ ujar Lin Tian kacau. Bingung sekali dia. Bagaimana dia akan mendapat karyawan lagi. Jika dengan gaji demikian besar saja sudah tak mau. Kayaknya memang ada sesuatu yang membuat mereka berpaling demikian saja. Dengan gaji besar begitu tak mau, mungkin ada sesuatu yang membuat mereka lebih berat untuk tak bersedia bekerja dengannya. Barangkali masih ada yang kurang, atau ada yang lebih besar yang bisa di dapat dari hanya sekedar uang saja.
“Tidak hanya itu mereka juga menitipkan pesan padaku, ‘Uangmu sudah kami terima. Tidak akan disia-siakan.’ Ini semua benar benar seperti…“
__ADS_1
“Mereka berani membodohi ku!“ ujar Lin Tian. Geram sekali dia. Ada yang berani bertindak gegabah begitu. Menipu pemilik perusahaan yang lagi banyak mendapat keberuntungan. Tentu hal demikian tak bisa di biarkan. Harus ada tindakan yang lebih ganas. “Eh siapa yang mengirim pesan padaku selarut ini?“ HP Lin Tian berbunyi.
“Orang kaya bodoh senang tidak…“ sebuah pesan dari si cantik. “Menarik sekali…“
#
Pada sebuah rumah besar dengan jalanan yang luas.
“Benar sekali lokasi foto Su Xueqing ada disini.“ Lin Tian membandingkan gambaran yang ada di hp dengan situasi yang dia datangi. Dia telah sampai di lokasi yang tepat. Memang tak terlampau sulit mencari tempat tersebut. Sehingga dengan mudahnya langsung mendatangi tempat ini dengan tak perlu banyak bertanya.
Ada yang menyentuh di belakang. Lin Tian waspada. Segera saja dia mengeluarkan ilmu kuno andalannya.
Sejurus kemudian cahaya itu menyerang pada suatu sosok yang perlahan-lahan hilang diserap oleh sosok anggun itu.
“Ilmu bela diri kuno semuanya tidak ada gunanya,“ kata Su. Dia rupanya sangat sakti sehingga ilmu kanuragan yang demikian dahsyat dan segala energi yang sudah hendak terlepas dari tubuh lin tian demikian mudahnya menghilang diserap oleh tubuhnya yang juga mempunyai aura sangat hebat itu.
“Energi ku menghilang. Kamu, kamu juga memiliki gudang emas pribadi?“ tanya Lin Tian keheranan. Hanya dengan kemampuan yang sama saja biasanya energi dahsyat yang di keluarkan oleh Lin tian mampu di serap begitu saja. Dan kali ini yang membuat dia mesti menanyakannya supaya rasa heran dia tak serta merta tidak beralasan.
__ADS_1
“Apa?“ tanya Su Xueqing yang juga tak mengerti.
“Tidak usah mengungkit ini, katakan semuanya,“ ujar Lin Tian. Dia tak ingin lebih jauh mengungkit yang sepertinya tak dipahami juga oleh lawan nya kali ini.
“Benar, anak perusahaan yang kamu akuisisi sejak awal.“
“Aku bertanya kepadamu. Kenapa kamu mengikuti ku kemari,“ tanya Lin Tian. Tak ingin rasanya kalau ada orang yang berani-beraninya mengikuti hingga pada sebuah tempat sepi yang sangat luas dengan latar belakang sebuah gudang besar dengan jalanan yang demikian lega itu.
“Jelas- jelas kamu yang kemari karena melihat foto itu,“ ujar Su Xueqing tak ingin disalahkan. Dan foto rumah besar ini yang jelas menyeret Lin Tian kemari hanya dengan anggapan bahwa segala sesuatunya nanti akan bisa segera beres kalau sudah menemukan lokasi yang ada di gambar tersebut.
“Apa kamu selalu mengambil gambar ku diam-diam?“ tanya Lin Tian. Kembali dia tak suka. Mengambil gambar seperti itu layaknya seorang paparazi yang tengah mengintai seseorang karena menginginkan sesuatu yang cenderung tak bagus. Misalkan artis atau tokoh terkenal, kemudian gambar itu dipublikasikan atau dijual ke sebuah media ternama demi mendapatkan nominal yang tak sedikit.
“Aku… Karena kamu adalah orang terkuat yang aku kenal,“ ujar Su. Memang beberapa kali dia sudah mengetahui kalau pemuda tersebut mempunyai keistimewaan yang layak diperhitungkan. Juga berbagai kasus berhasil dia atasi dengan cemerlang. Serta keberhasilannya mengalahkan banyak lawan, itu yang membuat dia menjadi orang kuat yang pantas diacungi jempol. Terlebih lagi, karena kali ini ada suatu hal yang sangat dia butuhkan untuk bisa membantunya menghadapi persoalan yang tengah dia hadapi.
“Benarkah kamu diam -diam menyukaiku?“ ujar Lin Tian dengan bangga. Dari beberapa kasus yang sudah dia hadapi, tentu hal demikian karena sangat suka. Dilihat dari kegemaran yang tak biasa. Mengambil gambar diam-diam, berusaha mendapatkan poto dengan latar belakang yang aneh, serta gambaran lan yang berhubungan dengan nya. Itu yang membuat dia langsung berpikiran demikian.
“Terserah kamu mau mendengarkan tidak, mulai sekarang kamu adalah teman satu tim ku,“ ujar Su. Dia tak berusaha mengelak nya. Karena memang beberapa tuduhan itu benar adanya. Walau ada hal lain yang lebih besar daripada hanya sekedar suka. Sebuah hal yang membuat anak muda itu bakalan membutuhkannya di suatu tempat yang jauh dari sini. Itulah harapannya.
__ADS_1
“Persiapan selesai. Permainan ekstrim dimulai!” kata Su Xueqing. “Lin Tian, tunggu kamu sudah sampai di pulau, kamu akan memohon padaku.“