
Lin Tian kebingungan. Dengan senjata di tangan. Sudah barang tentu mejadi sebuh bukti tak terbantahkan untuk para petugas melumpuhkan apa yang dituduhkan itu. Dan kali ini benar. Orang itu berbahaya. Terbukti dengan adanya senjata yang mengerikan ditangannya, maka bisa saja mencelakakan orang lain atau lebih mengerikan lagi jika sampai jatuh banyak korban.
“Tembak!“
Perintah komandan. Ini tidak main-main. Tentu para petugas yang sudah siap sedia menggunakan senjatanya bakalan memuntahkan timah panas itu menuju sasaran. Dan Lin Tian sudah pasti akan menjadi titik bidik yang besar. Karena hampir tak ada tempat untuk melindungi diri.
“Serang!“
Ada yang melompat.
“Apa kamu berencana membantah perintah! “ ujar Yuan marah pada anggotanya yang demikian kurang ajar. Semestinya tim itu harus kompak. Sehingga jiwa korsa nya dapat. Dan tak membangkang seperti kali ini. Tidak baik. Dan akan membuyarkan segala rencana yang disusun. Bahkan lebih jauh lagi, para tertuduh akan melarikan diri jika ada pembangkangan itu. Yang berikutnya tugas akan gagal. Lalu membuat laporannya juga bingung. Sehingga semakin kesulitan dibuatnya.
Zhou Weiwei mencegah. Dia bahkan menghalangi tembakan. Supaya semua itu tak terjadi. Dan membiarkan Lin Tian tetap hidup untuk dihadapkan ke pengadilan, kalau bersalah. Dan mendapat hukuman yang setimpal dengan kesalahan yang dibuktikan dengan apa yang ada di dalamnya.
Seraya menggelengkan kepala Zhou Wei Wei berkata, “Petugas Yuan, lihat baik-baik, yang ada di tangan Lin Tian adalah pistol air.“
Ditembakkan air ke atas.
“Tapi dia memiliki pemikiran melawan polisi, ini termasuk tokoh berbahaya!“ ujar Petugas Yuan yang sudah sangat berpengalaman dalam hal menangkap tersangka. Baik hidup ataupun mati. Dengan pertimbangan bahwa mereka berbahaya atau tidak. Jika sangat berbahaya, maka timah panas pantas menerjang tubuh musuh itu. Namun kalau sepele saja kesalahannya, barangkali cukup bersarang timah panas itu di paha atau pada tulang kering kaki nya, agar tak berdaya serta tak melakukan perlawanan lagi. Cukup ikut demo buruh atau kenaikan UMR saja.
“Semua jalan sudah aku tutup. Dia tidak bisa melarikan diri. Tidak perlu dilumpuhkan!“ jelas Zhou. Dia telah paham akan aturan yang berlaku. Sudah sering dia mengalaminya juga. Kalau bukan secara teori juga telah banyak dia dapatkan. Makanya dengan segera dia melakukan tindakan yang sesuai dengan prosedur. Apalagi kali ini si Lin Tian yang sudah terkenal akan kelihaiannya dalam menghindari masalah yang tanpa masalah. Makanya langsung saja dia menutup semua jalan keluar. Agar sekecil mungkin bisa membendung musuh yang hendak lari.
“Zhou Weiwei kalau tidak salah kamu pernah menyelidikinya kan? Jelas-jelas kamu ada dendam dengannya, kenapa masih membantunya. Apa ada yang salah dengan otakmu?“ ujar Yuan mengungkit masa lalu dan tentang kegagalan wanita itu menangkap Lin Tian karena satu atau beberapa sebab sehingga dengan lancer Lin Tian menghindari penangkapan nya. Andai demikian, bukankah akan lebih baik jika setelah ini ditangkap bersama-sama lalu dituduh secara berlapis untuk tuduhan yang telah lama itu. Sehingga nanti kalaupun akhirnya masuk penjara akan lama di sana da jika langsung ditembak dengan senang hati menembaknya.
__ADS_1
“Aku dan dia tidak ada dendam pribadi. Aku hanya percaya pada hukum. Aku tidak akan melepaskan orang yang patut di tangkap.“
“Wah Bibi Zhou…. Kakak Zhou… petugas Zhou…. Aku benar - benar terharu. Aku adalah orang baik itu,“ kata Lin Tian terharu sampai meluk - meluk. Biasa ketemu orang baik demikian. Sehingga ingin agar dilepaskan begitu saja, serta keluar dari masalah. Namun setelah itu ya entahlah. Orang memang demikian. Selagi butuh saja dia begitu. Kalau tak diperlukan bisa jadi, kenal saja enggak. Atau lebih menyebalkan lagi kalau sampai berpaling muka.
“Jangan sembarangan sekarang kamu adalah tersangka. Hanya saja tidak perlu sampa menembak.“
Swis…
Tangan bergerak. Memisahkan Zhou dari Lin Tian. Petugas Yuan melakukan tindakannya dengan cepat. Zhou terpelanting.
“Petugas kamu keterlaluan sekali!“ Geram Lin Tian. Tak menyangka sesame teman begitu. Apalagi ini adalah teman yang telah baik hati padanya. Sebab kalau bukan dia, mungkin saja tubuhnya sudah dihujani dengan berondongan peluru-peluru mengerikan yang salah satu saja jika mengenai sudah bisa menemui ajal. Tetap si penolong itu malahan dibuat tak berdaya. Lalu siapa lagi yang akan dimintai bantuan?
“Kamu masih punya waktu untuk membantu orang lain bicara. Kamu pikir tidak ada setan kecil ini, masih ada orang lain yang akan mengurung mu!“ ujar Petugas Yuan yang semi yakin kalau kali ini sudah pasti bisa menangkap Lin Tian yang tak punya pelindung lagi. Seperti menangkap marmut saja layaknya untuk kemudian dimasukkan ke sel.
Keduanya terkejut mendengar suara itu. Drone yang keluar.
"Ini…."
Petugas Yuan menangkap drone. Membantingnya kuat-kuat. Dan melempar jauh jauh.
“Aku mau lihat masih ada jurus apa lagi kamu!“ kata petugas Yuan setelah membanting senjata mematikan yang bisa dipakai musuh dari jarak jauh hanya untuk menyerang target dengan presentase kemungkinan akan gagal kecil sekali.
“Apa kamu tahu. Cao Biluo peringkat nomor satu di internet. Dan juara kedua tian feifei. Mereka semua adalah artis dibawah naungannya,“ jelas Lin Tian.
__ADS_1
“Memang kenapa kalau kamu hebat?“ Petugas marah dengan pernyataan itu. Kalau sudah salah sudah barang tentu akan terus diburu dan sebisa mungkin ditangkap untuk kemudian dijebloskan ke penjara. Dan lagi-lagi musuh tak bisa menghindar. Dia sudah berpengalaman akan hal itu.
“Sepertinya kamu benar-benar bodoh. Kamu tidak tahu ada hal yang namanya siaran langsung!“ ujar Lin Tian.
“Jika memiliki uang lalu bisa membeli semuanya?“ Begitu geram petugas Yuan sampai-sampai wig nya jatuh tak terasa. Tidak… tidak seperti itu. Banyak petugas yang enggan menerima uang. Atau takut dengan mereka yang punya banyak uang. Sebab tugas itu yang utama. Apalagi sudah mendapat gaji. Juga sudah menandatangani banyak kontrak serta larangan buat petugas untuk berbuat tak sewajarnya. Mesti patuh pada aturan.
Namun….
“Wah pistol ini terlihat seperti asli.“
“Tadi Tian Feifei bilang kalau kita boleh datang melihat syuting di sini. Aku segera kemari, benar-benar tidak rugi.“
Banyak pengunjung yang datang. Dengan antusias. Bahwa semua boleh di lihat langsung. Sebuah pertunjukan yang tak disangka. Tentu para warga akan dating berduyun-duyun. Menyaksikan idolanya tengah acting.
“Wah seragam polisi ini keren sekai.“
“Aku melihat dari live Cao Biluo. Kamu benar-benar hebat.“
“Ternyata berakting benar-benar harus seperti di dunia asli.“
Petugas terdiam. Lesu. Semua mengira itu. Kagum padanya yang berakting demikian hebat.
“Sorry. Memang benar kalau punya uang bisa mendapatkan semua yang kita inginkan.“
__ADS_1