Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 26


__ADS_3

“Akhirnya reaksi obat itu habis juga. Dasar Lin Tian ini…“ ujar Cao Biluo. Sedikit lega. Untuk kepulihan nya yang tak terlampau lama. Untung dosisnya bukan yang maksimal. Sehingga tak berapa lama sudah bisa kembali pulih. Kalau sampai terlalu banyak, bahkan over dosis bisa-bisa seharian tak sadar, atau bahkan sama sekali tak sadar selamanya hingga mencapai kata kematiannya. “Bagaimana semuanya? Seharusnya Lin Tian sekarang sudah tidak bisa tertawa kan?“ ujarnya lagi sama anak buahnya yang gundul dan sangat hebat itu. Baik untuk tenaga nya maupun otaknya yang juga piawai dalam mengerjai musuh.


“Hehe… Ada aku yang turun tangan. Pasti tidak akan ada masalah,“ ujar Miori dengan yakin. Semua yang dia tangani sejauh ini selalu sukses. Makanya sampai tua dia masih bisa mendapat kepercayaan dari bos dalam menangani berbagai masalah berat. Termasuk untuk hal yang satu ini.


“Aku akan menelepon untuk menanyakan kabar Lin Tian. Biar dia tahu, apa akibatnya karena berani menggangguku,“ ujar Cao masih mendendam pada yang namanya anak itu. Bagaimanapun mesti terbalaskan rasa sakit hati yang demikian dalam. Hingga sudah berhasil maka akan suka serta bisa menjadi penghiburan tersendiri nantinya.


“Hand phone ku?“


Cao bingung. Ada yang salah dengan rencananya.


“Kenapa?“


Ada gambar kartun pada HP itu. Bukan miliknya. Dan isinya juga beda sekali.


“Dia menukar handphone ku!“ Berang Cao Biluo. Memang barang demikian sangat mudah di dapat buat si Cao yang demikian popular. Dan sering menduduki peringkat pertama. Jika melihat kemenangannya itu, tentu tak lepas dari alat telekomunikasi yang simpel ini. Yang sangat vital. Karena salah satu alat pendukungnya adalah ponsel itu. Bukan berarti tanpa HP tak bisa berjalan, tapi setidaknya minimal satu alat mesti dipunyai. Selain untuk urusan bisnis diantara rekan, juga bisa sebagai alat memperbanyak follower sekaligus untuk merekam berbagai kegiatannya yang tak sempat dilakukan dengan alat sesungguhnya yang lebih canggih untuk gambar yang bagus dan terbaik posisinya. Kali ini akan bisa melakukannya langsung walau kualitasnya belum tentu terbaik, tapi momen yang luar biasa dan tak bisa diulang akan langsung dapat. Itulah makanya HP demikian penting demi mudahnya mengambil beberapa momen itu.


“Ada koleksi handphone.“


“Sebelumnya aku merasa kalau rencana Cao Biluo tidak sesederhana itu. Ternyata benar dengan menggunakan handphonenya untuk siaran langsung.“


“Ditambah dengan Tian Feifei yang menyebarkan.“


“Kekuatan penonton memang benar benar kuat.“


“Sekarang aku bisa menandatangani kontrak dengan tenang.“


PIHAK PERTAMA TANDA TANGAN.

__ADS_1


CAO BILUO.


PIHAK KEDUA TANDA TANGAN


LIN TIAN.


Misi: dalam waktu seminggu pengumpulan host peringkat tiga besar seluruh internet.


“Hanya kurang satu. Benar - benar murah.“ Iya murah soalnya mendapatkannya secara kebetulan. Walau bukan berarti tak ada energi yang besar kala mendapatkan. Semua butuh usaha.


“Apa semuanya suka dengan siaran langsung yang seru dan berada di luar ruangan ini? Ingat, aku adalah siaran langsung Xianyu Tian Tian Lin. Ikuti dan klik berlangganan. Besok akan mendapatkan kesempatan mengambil undian.“


Sudah tampil pada HP nama Tian Tian Lin.


Tian Tianlin ini adalah orang kaya nomor satu yang kemarin lusa memberi hadiah nomor satu itu. Semuanya cepat lihat.


Orang kaya menebarkan uang harus lihat.


Vote dan berlangganan.


Itu yang tertera pada HP nya. Lalu dia bergumam. “Benar sekali aku mengumpulkan diriku sendiri. Tapi pengikut ku masih belum banyak.“


Dor!


Suara tembakan kembali terdengar.


Semua pada takut. Pada berteriak-teriak. Ada yang sampai mengeluarkan air mata. Namun bukan menangis. Ada yang mengeluarkan asap, bukan terbakar. Semua hanya karena rasa takut yang demikian dalam.

__ADS_1


“Baiklah aku tidak akan membunuhmu. Tapi sekarang kami harus memeriksa mobilmu!“ ujar petugas Yuan.


“Eh ini adalah kesempatan bagus untuk berakting“ ujar Lin Tian. “Petugas jangan memeriksanya. Banyak orang yang sedang menonton siaran langsung.“


“Bersalah pada Cao Biluo tunggu saja balasannya!“ Ancam petugas Yuan. Tak sungkan dia dengan pemuda demikian. Sudah banyak yang dia tangkap. Tak hanya dia, orang-orang yang suka sabung ayam, judi bola, balap liar, juga anak-anak yang suka tawuran sudah banyak yang merasakan kekerasan nya dalam menegakkan peraturan. Dan hukum menjadi standar yang dia pakai.


Pada saat itu ada Siaran live dari chanel internet.


“Semua orang periksa dalam mobil!“


Mengambil HP yang diletakkan pada sebuah tempat yang lumayan kokoh. Sehingga cukup kuat untuk bertahan. Sampai tangan Yuan mengambilnya. HP terpelanting. Dan dibiarkan tak hidup. Biar taka da siaran langsung dari chanel pribadi itu. Sehingga tak dimanfaatkan oleh Lin Tian untuk meminta bantuan publik tentang apa yang terjadi dalam bus atau dalam ruangan tersebut.


Mendapat perintah tegas tersebut, semua langsung masuk. Memeriksa tiap jengkal ruang, yang kemungkinan dipakai oleh si tertuduh Lin Tian dalam menyembunyikan uang gelap yang melibatkan badan hukum.


“Terima kasih,“ ujar Lin Tian pada Yuan.


“Eh… pemuda ini kenapa mendadak sekali berubahnya? Kenapa ingin bicara hal baik. Aku beritahu kamu sudah terlambat,” ujar petugas yuan masih dengan ancaman yang semakin menyudutkan Lin Tian. Karena dia yakin sekali akan laporan itu untuk kebenarannya. Sehingga lambat laun pasti akan terbukti, serta akan mendapatkan apa yang dicari. Bukankah yang melapor adalah rekan bisnisnya sendiri. Serta anak buahnya yang telah merencanakan barang bukti agar terletak dalam suatu tempat yang mudah ditemukan. Itu yang membuat dia ngotot. Sebab kebenaran mesti dilakukan dengan tegas. Dan kali ini saatnya. Untuk membongkar kejahatan yang dilakukan anak muda tersebut. Dan berikutnya sudah pasti, Lin Tian tak akan bisa berkilah lagi.


“Petugas kamu menjatuhkan handphone yang digunakan untuk siaran langsung. Ini membuat orang berpikir sembarangan akan apa yang terjadi. Sekarang semua orang yang ada disini, adalah orang-orang yang membantuku siaran langsung,” kata Lin Tian.


“Itu memangnya kenapa, kau akan segera tertangkap,“ ujar Petugas Yuan.


“Petugas, disitu ada koper mencurigakan sama dengan yang hilang itu.“ Lapor anak buahnya. Dia menemukan benda mencurigakan. Disitu pasti semua tanda bukti bakal ditemukan. Sehingga lin tian sudah tak bisa mengelak lagi. Dan berarti akan segera mendekam dalam waktu lumayan lama dalam ruang sempit.


“Buka!“ Perintah Yuan. Senang sekali rasanya. Mulutnya sampai tersenyum lebar, serta kepalanya menjadi mengkilap akibat ada yang berkilau di sana. “Apa kamu masih bisa lari dari bukti yang ditanam anak buah ku?“


Membuka tas. Pelan-pelan. Sangat hati-hati sekali. Serta sangat dramatis. Bukan karena takut didalamnya ada bom, atau alat peledak lain, tapi jangan-jangan alat itu benar ada. Yang membuat Semua kaget. Yuan sangat yakin..

__ADS_1


__ADS_2