Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 40


__ADS_3

“Kalian tunggu dulu. Siapa yang mau memberitahu ku apa yang terjadi sebenarnya?“ ujar Lin Tian yang masih penasaran. Sepanjang belum ada kejelasan, maka rasa itu tentu terus menggayut. Memang tidak biasa ada kejadian seperti ini. Walau tak menutup kemungkinan juga pernah terjadi. Termasuk kala dia mendatangi rumah produksi itu juga mesti menghadapi keadaan tak menyenangkan dari bekas mafia yang kini dituntut akibat kegiatan yang mengerikan itu juga.


Keduanya saling plirak - plirik. Masih bernada mengancam. Dan seakan tak puas. Mesti diselesaikan dulu oleh para wanita dengan kemampuan bicara yang rata-rata memang diatas rata-rata. Sehingga sangat senang jika ada lawan yang setimpal. Maka akan berlama-lama mereka adu argumen, sebelum akhirnya dua-duanya merasa lelah sendiri, untuk kemudian berakhir dengan keanehan. Yang biasanya ada lelehan air mata di matanya, atau akibat emosi yang berlebihan ada rasa gemetar akibat darahnya seakan mendidih saja.


“Dia menjebak ku untuk masuk dalam penipuan,“ kata Cao Biluo merasa tak melakukan apa yang dituduhkan itu. Sedangkan orang ini malah menuduhnya yang bukan-bukan. Tentu membuat dia emosi. Dan emosi meledak ini tak tertahankan. Namun adanya orang ketiga, bisa saja nanti membelanya. Sehingga tuduhan tanpa alasan itu akan bisa sedikit banyaknya dinetralisir untuk kemudian dijernihkan dan berikutnya membuat keadaan stabil kembali.


“Dia sebagai pemegang saham dari channel siaran langsung belakangan ini berpartisipasi dalam platform penipuan!“ Tuduh polisi Zhou. Itu masalahnya. Dia mengira Cao berada dalam jaringan itu. Yang tengah dia tangani. Dan mesti mempertanggung jawabkan perbuatannya.


“Selain itu…“


“Tidak mungkin…“


Cao marah. Dia merasa tidak melakukannya. Makanya menolak. Tapi hukum terus berjalan. Sehingga mesti dipertanggungjawabkan dengan jawaban tepat serta bukti-bukti yang akurat. Sehingga nantinya bisa terbebas dari tuduhan itu. Sebab kalau tidak, maka akan menyeret dia pada kasus mengerikan. Bisa lama mendekam dalam penjara. Karena persoalan ini sudah masuk ke ranah hukum. Dan hukum itu yang dipercaya bisa menata kehidupan yang paling baik, terutama jika tanpa hukum sama sekali yang berkembang dalam lingkungan masyarakat ini.


“Polisi Zhou silahkan duduk dulu... Bicara pelan-pelan,“ kata Lin Tian berusaha bijak menghadapi kasus yang menyebalkan begini. Tak ada baiknya jika terus saling umpat. Hanya akan menambah rasa pusing saja makanya mending duduk dulu. Lalu bicara baik-baik. Setelah tertata kondisinya, pasti pikiran juga lebih jernih dan akan bisa mengeluarkan apa yang ada dalam benaknya itu. Dan jika masih ada emosi yang membara. Semua akan terpendam dalam dada. Dan terlepas kala dia bersuara dengan hentakan yang tak mengenakkan, lalu menjadi persoalan kala ungkapan itu tak terbendung serta kemarahan bertambah menggelegak, maka pelampiasannya pada orang tersebut. Namun jika tak tersampaikan beralih pada benda-benda disekitarnya. Sehingga tak jarang semua benda itu akan hancur. Berantakan. Berserak. Tak tertata.


“Kejadiannya pagi ini...“ ujar Polisi Zhou. Dia mulai menjelaskan pada apa yang sudah ia tuduhkan pada orang itu. “Platform siaran langsung awalnya membuka acara isi ulang dan Cashback pagi ini. Isi ulang 1 Yuan kembali 50 Yuan.“


“Eh aku malah tidak tahu. Rugi besar, rugi besar,“ ujar Lin Tian antara terkejut dan setengah menyesal. Mendengar terlambat. Padahal suatu yang menguntungkan telah berlangsung. Dan itu mesti terlewatkan. Dan baru tahu, saat terjadi kehebohan di kantor karyawannya ini. Kalau kejadian itu sudah diketahui sebelumnya, bukan tak mustahil kalau dia paling dulu mengikutinya. Lumayan untuk menari peruntungan. Siapa tahu benar-benar tengah ketiban rejeki. Jadi harta yang lumayan itu bisa masuk ke kantongnya. Hanya sayang semua terlanjur terlewat. Mungkin karena sebelumnya dia tengah asik balapan, atau saat sibuk merayu cewek. Entahlah. Yang jelas menyesal kini.

__ADS_1


“Isi ulang berhasil. Bank Wushu mentransfer 500 Yuan.“ Bukan sebuah angka yang kecil memang. Uang segitu bisa untuk memperpanjang masa aktif. Dan kalau di uangkan bisa untuk berbagai keperluan. Makanya tak main-main.


“Tapi masalah muncul. Para eksekutif puncak dan pemegang saham platform siaran langsung menghilang pada saat yang bersamaan,“ ujar Polisi Zhou. Itu yang jadi masalah sehingga dia mendatangi orang yang ada kepentingan.


“Membawa kabur uang?“


“Benar sekarang satu-satunya yang ditemukan adalah Cao Biluo, pemegang saham kecil ini,“ ujar Polisi Zhou. Sekarang tinggal bagaimana dia bisa menyeret wanita itu ke meja hijau untuk diadili sekaligus bisa mempertanggung jawabkan ada yang sedang hilang tersebut, serta akan menelusur orang-orang menghilang yang mesti diburu untuk diadili dan kalau bisa harta yang dibawa kabur itu akan di sita. Untuk dikembalikan kepada yang kehilangan akibat dibawa kabur orang itu.


Cao bingung. “Tapi aku...“


“Aku percaya padamu,“ ujar Lin Tian.


“Karyawanku aku percaya sepenuhnya. Aku akan membantu semua masalah Biluo.“


“Aih... Karena kamu sudah banyak membantu pihak kepolisian aku mengingatkanmu, Atasan sudah membentuk tim penyelidikan khusus untuk masalah ini, kamu hanya memiliki waktu dua hari,“ ujar Polisi Zhou yang sudah mendengar rencana komandan nya agar perkara seperti itu bakalan di rampungkan hingga tuntas. Supaya kasus tak bertumpuk yang akan menyebabkan kurang percaya nya masyarakat pada keamanan itu.


“Dua hari sudah lebih dari cukup. Aku sudah memiliki persiapan.“


Zhou pergi. Menunggu dua hari ke depan. Saatnya dia bisa menggulung si cewek kemayu itu, agar bisa kena tahan dan tak membikin ulah lagi.

__ADS_1


Menepuk dua tangan. Senang. Setidaknya untuk hari ini sedikit masalah itu telah berhasil di tengahi.


“Terima kasih, aku baru saja mengundurkan diri, tapi kamu masih membantu ku,“ kata Cao Biluo terenyuh. Tak menyangka. Lin tian yang selama ini dia beni, sekaligus menjadi lawan tangguh dalam berbagai kasus, ternyata masih memiliki harapan. Lihat saja saat hendak dicelakakan, lalu pada permohonan untuk Long yang ingin dia dilenyapkan meski harus berhutang budi pada orang jahat itu. Serta memberi makan tak layak dahulu itu semua masih diingat dengan baik. Dan kali ini kebalikannya, dia justru mendapat pembelaan dari orang bermasalah ini.


“Bagaimanapun juga kamu adalah karyawan lucu ku,“ ujar Lin Tian.


“Lin Tian...“


“Biluo!“


Bunga - bunga bermekaran. Asri. Mekar dan mewangi. Tumbuh diantara hati-hati mereka yang tengah mekar. Tak akan layu sepanjang hat mereka masih merasa terikat. Dan cinta terus menyala sepanjang usia mereka.


Ehem!


“Xiaoli....“


Keduanya terkejut. Tahu-tahu orang yang tengah terkena obat tidur itu sudah berada di sana. Dia telah siuman. Untuk kembali melakukan aksinya berpetualang dengan Bos Lin Tian yang suka mata keranjang ini. Buktinya, kalau tidak kepergok, sudah main sosor dia sama pegawai antik yang jadi idol ini.


“Xiaolin tebakanmu yang lalu menjadi kenyataan. Mulailah bergerak!“

__ADS_1


__ADS_2