Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 83


__ADS_3

Zhao Bosi Berasal dari keluarga ilmuwan terkuat di Shen Zhou. Kakek buyut dia adalah pelajar ke luar negeri pertama dinasti Qing. Kakeknya juga sorang pelajar. Ayahnya sudah ilmuwan terkenal. Zhao Bosi adalah satu-satunya penerus ilmuwan di generasi ke empat. Semua orang menyebutnya raja pelajar asia zhao si. Masuk universitas pada usia 13 tahun. Mendapatkan gelar master usia 15 tahun. Sampai sekarang usia 22 tahun. Dia sudah menjadi seorang professor. Banyak hak paten dan penemuannya telah memberinya kekayaan tanpa akhir. Tidak ada orang yang tahu seberapa banyak hartanya.


“Lin Tian kalau kamu benar-benar mencuri uangnya, segera kembalikan padanya,“ kata Su Xuoqing tak ingin jika temannya itu main ambil apa yang bukan sebagai hak nya. Karena itu bukan suatu hal yang benar. Apa yang bukan hak nya mesti dikembalikan. Biar tidak dianggap pencuri. Sebab kalau mencuri, nanti hukumannya bakalan bonyok di gebugin sama orang lain. Maling ayam saja demikian, yang langsung kena bogem mentah. Ini apalagi uang sistem yang sangat banyak. Tentu hukumannya juga tidak ringan. Selain mesti mengembalikan berikut bunganya, juga tak boleh lewat waktu. Nanti semua akan di telepon biar pada tahu kalau tak mengembalikan barang curian.


“Apa? Yang sudah diambil ya sudah diambil. Uang yang sudah dihamburkan masih bisa kembali lagi,“ ujar Lin Tian bingung begitu saat disuruh mengembalikan apa yang dia pergunakan. Namanya juga bukan uangnya, ya memakainya asal saja. Yang penting tidak untuk jajan sembarangan, juga membeli barang-barang yang tak dibutuhkan. Semua pemakaian berdasarkan pada kebutuhan mendesak saja.


“Kamu mengakuinya dengan begitu udah, menarik sekali,“ ujar professor Zhao Si yang keheranan akan kejujuran Lin Tian. Biasanya orang yang mencuri uang, apalagi banyak akan berkelit, sehingga mesti bonyok dulu badannya sebelum mengaku. Ini malah langsung mengaku, jadi siapa nanti yang akan di tonjok kalau demikian. Payah tuh anak muda, tak mengikuti peraturan pada satu kebiasaan yang sering terjadi.


“Kemana perginya uang itu sangat jelas, apa yang aku takutkan?“ kata Lin Tian. Namun dalam hati meratap, ‘ tidak bisa, tidak bisa. Mungkin saja sistem ini adalah penemuannya’.


“Tidak perlu mengembalikan uang itu. Uang kecil itu tidak berarti apapun. Kali ini aku datang hanya dengan satu tujuan. Bagaimana caramu menemukan bug dalam sistem dan mencuri uangku?“ tanya Zhou Si dengan penuh kebijaksanaan. Dimana uangnya yang banyak itu tak akan habis kalau cuma berkurang sedikit. Dan tabungan dari hasil penemuannya tentu sangat banyak.


“Oh sepertinya Zhao Si ini sama sekali tidak tahu menahu tentang sistem,“ ujar Lin Tian.


“Ini rahasia. Kalau kamu ingin tahu….“ kata Lin Tian yang langsung di potong Zhou.

__ADS_1


“Aku mengerti aku harus mengalahkan. Mengalahkan dalam pemrograman dan dalam penemuan. Mengalahkan dalam bidang ilmu pengetahuan,“ ujar Zhou Si. Orang se cerdas anak muda ini, pasti membutuhkan tantangan guna membuat penasaran para lawan bila belum berhasil menjatuhkannya dan saling beradu ilmu demi menunjukkan siapa diri yang paling berkualitas dan berhak menyandang gelar pemenang.


“Aku ingin bilang kalau ingin tahu beri aku uang saja sudah cukup,“ ujar Lin Tian yang berpikir sederhana. Tanpa perlu berlebihan dalam menyikapi suasana di sebuah tempat sepi begitu.


“Kamu kira aku akan percaya. Kamu bukan keluarga Su yang selalu memandang uang,” kata Zhou Si yang masih yakin jika keluarga yang dia maksud memang demikian.


“Aku tidak melakukan apapun kena juga,“ ujar Su Xuoqing yang menggumam. Tak disangka kalau nama keluarga nya di bawa-bawa. Itu tidak baik. Masakan dia mesti menghajar mulut orang tua yang keterlaluan begitu. Bukankah keluarga juga mesti dijaga nama baik nya.


Lalu Zhou Si mengunci akun nya. “Aku sudah mengunci akun ku sendiri, uang sudah tidak bisa mempengaruhi kita. Lin Tian mari kita bertarung menggunakan ilmu pengetahuan.“


“Sepertinya uang pemberian sistem waktu itu benar-benar milik Zhao Si… Sisa? Kesalahan sistem mohon segera update kembali…“ Namun tak berhasil. “Sistem bodoh menjebak orang!“ Lin Tian marah dan melempar sistem yang tak mau mengeluarkan apa yang dia inginkan di saat genting begitu kala menghadapi musuh yang demikian canggih.


“Kamu sadis sekali,“ ujar Zhou Si. “Tapi kamu terlalu lugu.“


Zhou Si menghilang. “Aku akan menunggumu di final. Bermain-mainlah dulu dengan adik-adikku,“

__ADS_1


Syu…


Banyak orang menodongkan senjatanya. Mereka benar-benar sudah siap ingin bermain-main sama anak muda yang suka menghamburkan uang dari sistem.


“Aku akan memecah kepungan, urus belakang!“ kata Su Xiaoqing. Yang sudah siap bakalan mengeluarkan jurus mautnya guna menghalau musuh yang dating semakin mendekat. Apalagi kesemuanya itu membawa senjata terbaru yang sangat efisien dipakai dalam pulau tersebut.


Lin Tian menghilang. Membuat Su bingung. Main lari-lari saja itu anak. Bahkan tanpa perlu mengajak dirinya.


“Lin Tian… Aku tak pernah melihat orang seperti kamu yang melarikan diri ke arah kabut beracun seperti ini,“ ujar Su Xuoqing yang semakin keheranan akan tingkah laku temannya yang asal lari, walau terkepung banyak manusia, setidaknya jangan ke arah racun. Nanti hanya akan lemas. Mungkin lebih baik kalau melompat dari jembatan, atau menceburkan diri ke air kali yang dalam, daripada berbuat konyol begitu.


Lin Tian menerobos kabut racun. Nampaknya dia sudah tak perduli. Lebih baik lemas terkena racun, daripada bonyok dikeroyok begitu banyak adik-adik si Zhou Si tadi.


“Ini…“ Su kaget


“Ini adalah kabut beracun palsu,“ ujar Lin Tian. Rupanya langkahnya tepat. Perhitungannya yang didasarkan dari fakta tentang keanehan lawan tadi membawanya ke arah yang lebih akurat dibandingkan dengan segala pilihan yang mengerikan sebelumnya. “Sama seperti Zhao Si. Semuanya hanya proyeksi. Kalau tebakan ku benar, pesawat tadi adalah rencana Zhao Si,“ tebak Lin Tian akan pesawat-pesawat yang banyak berseliweran di atas pulau sembari mengajak untuk terus mengikutinya.

__ADS_1


“Su Xueqing awas!“ ujar Lin Tian memperingatkan. “Ada sesuatu pada gudang emas.“


Su Xuoqing bingung. Lin Tian juga. Mereka terus memperhatikan gudang emas mereka.


__ADS_2