
Hall Yida suatu rumah persewaan mahal yang sangat mewah dengan gedung yang tinggi dan desain rumah yang sangat modern. Maka tak ayal lagi itu adalah suatu pemukiman yang sangat keren. Tentu saja siapa saja yang menyewa pastilah orang berduit. Makanya banyak orang yang ingin melakukan hal tersebut supaya bisa mendapatkan salah satu tempat di bagian terbaik dari gedung yang sangat keren ini.
Dan saat ini, pada salah satu ruang terbaiknya, tengah terjadi suatu acara yang sangat penting, dimana suatu peresmian tengah di lakukan dengan biaya yang tak sedikit. Siapa lagi yang suka menghamburkan uang perusahaan kalau bukan Lin Tian. Tentu saja dengan penuh harapan yang sangat menguntungkan.
PETIR TERKUAT.
TOKO PENGALAMAN GAME TIAN LIN.
Lin Tian tengah memegang gunting yang sangat tajam. Dan bersiap memotong pita merah sebagai bagian dari acara gunting pita yang sangat penting.
Dan pita pun putus.
“Uang sewa ini tidak mendapat diskon sedikit pun. Benar-benar rekan kerja sama terbaik ku,“ ujar Lin Tian dengan histeris. “Pemotongan pita ini, sama dengan memotong uang, puas!“
Terbayang dengan putusnya pita tersebut, maka seakan uang berhamburan memenuhi tempat tersebut. Dimana banyak beterbangan uang-uang kertas yang akan langsung memenuhi kantong Lin Tian kalau pengembalian dari sistem berjalan lancar.
“Direktur Lin. Dengan menyewa seluruh lantai paling atas sebagai toko berpengalaman game, apakah apakah anda berencana meluncurkan lebih banyak game dan memasuki industri game di masa mendatang?“ tanya reporter yang ingin meliput peristiwa penting sehingga mik yang bentuknya aneh itu di sodorkan sangat dekat kepada Lin Tian sampai pipinya kempot, supaya nanti hasil perekaman data nya akan sangat jelas dan suara yang di dapat begitu jernih bagaikan air di tengah padang pasir yang kemilau.
“Tidak, hanya game petir terkuat saja, kami tidak akan membuat game lain nya,“ ujar Lin Tian menjelaskan dengan gambling. Sehingga bisa di bayangkan kalau Cuma satu game saja maka dari sisi keuntungan tentu akan membutuhkan banyak keahlian dalam menciptakan peluang yang begitu sempit.
‘Kalau bukan karena peralatan dan fasilitas game ini sangat mahal aku nyaris saja mendapat untung, tidak bisa, aku tidak akan melakukan hal itu,’ ujar Lin Tian yang hampir saja mendapat keuntungan besar, jika tidak hati-hati dalam memilih prospek.
__ADS_1
“Direktur Lin, game ini cukup di tunggu - tunggu oleh para pemain hardcore, konon peralatan nya cukup mahal, bolehkah saya bertanya, berapa harga permainan nya, misalnya berapa biaya untuk bermain dua jam?“ ujar reporter sampai menyodok pipi.
“Segini saja,“ ujar Lin Tian seraya mengulurkan telapak tangan nya serta menunjukkan lima jari tinggi-tinggi.
“500 yuan?“ ujar reporter. “Apa tidak terlalu mahal, 300 yuan saja masih dipertimbangkan.“
“Tidak, kalau menurut strategi, harga murah perusahaan Tianlin mungkin hanya 50 yuan saja. Ini terlalu murah,“ kata yang lain dengan langsung menebak seperti kebiasaan yang dibuat oleh perusahaan aneh ni dengan langsung saja main harga di bawah standar. Dan itu layak sepertinya untuk kali ini.
“Aku bahkan merasa, mungkin saja hanya 5 sen,“ kata anak cewek yang penuh perasaan.
“Maksudku dengan membeli 5 kotak bekal Suxuejia, maka pemain bisa mendapatkan 1 kali pengalaman gratis bermain petir terkuat,“ jelas Lin Tian seraya menunjukkan box permainan yang isinya petir terkuat.
Semua pada terkejut.
“Kalau bukan demi Xueqing, aku bahkan ingin menghapus pembelian 5 kotak itu,“ ujar Lin Tian. Dia masih ingat bagaimana cewek cantic tersebut mesti di ingat agar segalanya berjalan dengan lancer serta mampu terus menjalankan kegiatan nya dengan tanpa mesti kehilangan teman namun masih tetap lancar seperti yang di ingin kan nya.
“Ya Tuhan, kalau setiap hari aku makan Suxuejia, bukankah itu berarti aku memberikannya tanpa bayaran?“ ujar para reporter. Dengan perhitungan seperti itu benar-benar dirasa sangat murah dan sangat bisa di nikmati dengan tak perlu perhitungan sama sekali namun sudah bisa mendapatkan yang enak serta permainan yang memuaskan juga.
“Makan 5 kali bisa bermain, kalau begitu aku bisa bermain setiap hari dalam seminggu,“ ujar pengunjung lain nya sembari membayangkan betapa menyenangkannya berada di tempat tersebut.
“Hehe, aku dan kekasih ku makan siang, makan malam dan cemilan malam, sehari 6 kotak sehari, aku bisa bermain.“
__ADS_1
“Memangnya sehebat itu punya kekasih?“
“Kenapa ke sini untuk pamer?“
“Kabur dulu, aku masih harus pergi ke bursa kerja,“ kata Lin Tian meninggalkan para pengunjung yang saling berantem gara-gara hal sepele tadi.
#
“Aku sudah menantikan nya lama, baru saja membuka toko baru, sistem mengijinkan ku merekrut banyak karyawan,“ kata Lin Tian.
“Nilai mu tidak terlalu bagus, kamu tidak belajar dengan bersungguh - sungguh ya? Mungkin aku harus mengucapkan maaf pada mu,“ ujar Sekretaris Qian Duomei pada seorang remaja dengan nilai yang begitu mengkhawatirkan. Sehingga layak untuk mendapat cemoohan. Tentu saja seperti yang terjadi kali ini.
“Tak disangka, kau mengeliminasi orang-orang seperti ini. Nilai potensi nya hanya 1 saja, kalau aku merekrut nya pasti aku akan merugi. Tidak bisa, aku harus mencari cara merekrut orang-orang seperti ini ke perusahaan ku,“ ujar Lin Tian. Dia masih memiliki banyak harapan tentunya setelah melihat orang-orang itu benar-benar tanpa harapan dalam mendapatkan kesempatan bergabung di perusahaan tersebut.
“Eh… Beberapa orang ini, kenapa tidak terlihat nilai potensi nya?“ Lin Tian keheranan saat melihat setidaknya ada empat orang yang tengah berkerumun dan tak satupun yang terdeteksi nilai potensi nya.
“Ah, perekrutan kali ini tidak ada kaitan nya dengan kami,“ ujar si baju putih pesimis.
“Benar, kami sudah tinggal kelas dan menjadi F4, tidak mungin ada kesempatan,“ Baju hitam menimpali. Seakan nasibnya hitam sama seperti baju yang dia kenakan kali ini. Sebab bagaimana bisa kalau nilai mereka juga Cuma segitu. Mungkin bukan karena belajar atau tidak. Tapi kali ini nilai kesempatan nya memang tipis. Dimana banyak persaingan, dan dari kesekian kalinya itu tentu saja kemungkinan nya benar-benar sangat mustahil. Itulah yang membuat mereka semakin tenggelam saja. Padahal dari sinilah harapan satu-satunya. Sebuah perusahaan besar yang masih bersedia menampung mereka, tapi apa mau di kata kalau kemampuan mereka benar-benar di bawah standar. Sementara yang pandai lain tentu sudah mendapat pekerjaan di lain tempat yang jauh lebih menjanjikan dari pada sekedar bekerja di grup Tianlin yang memang demikian saja. Itupun tak berhasil mereka dapatkan.
“Sayangku, 4 orang ini adalah harta kesayangan yang jarang ditemukan,“ ujar Lin Tian dengan berbinar seakan telah menemukan segudang rencana apik yang akan dia lakukan buat mereka yang tak berpotensi sama sekali itu.
__ADS_1