Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 118


__ADS_3

Pada terkapar…


“Seluruh fans TTL yang memiliki kartu hitam. Kalian bisa makan gratis di seluruh outlet makanan di shopping mall ini. Kalian bisa makan sepuasnya di seluruh outlet makanan,“ ujar Lin Tian yang sangat senang dengan kesemuanya itu sehingga murah hati saja dia membagi-bagikan kartu yang intinya biar semua bisa menghabiskan apa saja yang ada di rumah makan mewah sehingga kerugian nanti akan semakin banyak dan perhitungannya dengan sistem nanti bakalan jelas.


“Hidup TTL!“semua fans pada bergembira ria. Tak ada salahnya menghamburkan orang yang bersedia merugi. Toh pada akhirnya mereka bakalan kenyang. Entah mereka suka atau tidak yang jelas dengan memakan semua kemewahan makanan yang ada bakalan membuat segalanya bertambah menyenangkan.


#


“Yida shoping mall? Kamu yakin?“


“Bos. Alamat basis TTL yang terdaftar benar-benar disini,“ jelas si sekretaris yang aduhai itu menerangkan secara terperinci apa yang ada dalam catatannya.


“Ayo kita memberi salam pada team TTL,“ ujar Bos King hendak menemui Lin Tian untuk berunding tentang sebuah pertandingan yang sangat menguntungkan ini.


“Silahkan makan. Semakin banyak makan, aku akan semakin merugi,“ ujar Lin Tian sangat senang. Para fans itu ternyata sangat suka dengan makanan tersebut. Dan sangat menggemari kemewahan. Sehingga bakalan semakin banyak harta yang akan dia keluarkan nanti.

__ADS_1


“Halo apakah anda penanggung jawab team TTL?“ ujar Bos King. Dengan penuh sopan santun dia mengucapkan pada lelaki yang bakalan menjadi lawan tangguhnya nanti dalam pertandingan itu.


“Oh, ada fans baru lagi, yang ingin mendapatkan kartu. Ini Ambilah. Silahkan berbelanja sesuka hati,“ ujar Lin Tian menyerahkan selembar kartu. Dia yakin untuk kali ini juga demikian. Seseorang yang kelaparan dan bersedia untuk ikut menghamburkan uangnya. Sehingga kebangkrutan akan semakin nyata di depan mata. Makanya tanpa pikir panjang lagi, dia menyerahkan harta nya. Kartu itu.


“Penanggung jawab TTL silahkan tanda tangan kontrak ini,“ ujar mereka menyodorkan semacam proposal. Mereka sedikit heran memang dengan kebaikan hati Lin Tian yang belum apa-apa sudah langsung menyerahkan kartu makan. Sementara para fans tengah berpesta mengambil apa yang enak-enak.


“Jangan-jangan mereka ingin mengakuisisi TTL. Tapi aku baru saja merugi,“ ujar Lin Tian berpikir panjang.


“Bukan. Daripada menyebutnya kontrak, lebih baik menyebutnya sebagai pemberitahuan.“


“Pertandingan selanjutnya TTL vs King. Kamu adalah bos dari team king?“ tanya Lin Tian.


“Benar, lebih baik kalian kalah sesuai dengan angka dalam perjanjian,“ kata Bos King yang langsung bicara tentang keinginannya yang berupaya lebih jauh mengenal bos lawan, dan memberi tahu sedikit ancaman kalau team yang ada di pihak mereka itu sangat kuat, sehingga tak bisa di remehkan, untuk lebih baik jika bersedia menyerah dan menandatangani saja perjanjian yang ada di tangan nya itu.


“Hahaha. Kamu melakukan judi di luar pertandingan!“ ujar Lin Tian langsung tanggap. Tak menyangka di pertandingan demikian besar, ada saja yang main begitu. Seakan taka da takut-takutnya kalau dia di laporkan lalu akan mendapat teguran keras. Sebab bagaimanapun permainan yang tak benar tersebut nantinya akan mendapat sanksi berat. Baik hanya pengurangan poin maupun dengan perdata yang sangat banyak bahkan sampai pidana yang menyeramkan diantara dinginnya ruang yang begitu lembab. Itu semua dampak dari suatu kebodohan yang telah dilakukan oleh satu orang yang ingin kaya namun dengan cara yang tidak benar ini.

__ADS_1


“Ternyata memang mudah berbicara dengan seorang yang pintar,“ kata Bos King.


“Kalah? Aku juga ingin kalah. Tapi tim ku tidak bersedia kalah. Entah karena aku terlalu kuat atau mereka yang terlalu kuat. Aku ingin kalah. Tapi selalu tidak bisa,“ ujar Lin Tian tanpa bermaksud memberi tahu keinginannya untuk rugi lebih besar, supaya sistem paham akan hitung menghitung nanti. Namun hal ini terkesan sangat angkuh. Sehingga lawan tentu berpikir lain, tentang tak pernah kalah itu. Seakan team itu adalah yang paling luar biasa. Padahal sepengetahuan dia, team mereka inilah yang paling hebat. Dan itu tak terkalahkan pada setiap pertandingannya.


“Aku mengerti maksudmu. Ingin aku juga memberi sedikit keuntungan untukmu kan. Ini adalah buku investigasi yang kami buat untukmu. Perusahaan ku selalu mendapat keuntungan, sepertinya kamu memiliki mata yang jeli dalam membuat investasi. Kamu memiliki keahlian dalam mencari untung. Bergabunglah denganku. “


“Jaga bicaramu kenapa kamu menghinaku,“ ujar Lin Tian tertantang. Dia tentu saja marah besar. Merasa terhina. Walau dulu dia kemana-mana memakai sandal jepit dimana kalau sekarang berkendaraan mesin saja sudah tak boleh pakai itu, tapi itu dulu, kali ini dia adalah pimpinan TTL yang mesti di hormati. Baik oleh para pemain dalam team, maupun oleh seluruh fans yang telah dia buat kenyang dengan menghamburkan sedikit kartu penuh uang itu.


“Aku. Menghina. Menghina siapa?“ ucap Bos King. Dia tak merasa. Kata-kata itu tentu saja sangat mudah di ucapkan, dan sedikit banyak enak di dengar. Tapi kenapa dia tersinggung. Sebuah ucapan yang tentu saja bukan satu hal yang istimewa. Dan sedikit banyaknya tentu saja bisa membuat lawan sedikit terprovokasi untuk berikutnya bersedia menyerah 3:1 sesuai dengan hitung hitungannya yang sudah jelas secara kualitas. Hanya keuntungan lebih banyak ini yang mesti dia peroleh. Sehingga tak perduli musuh akan bangkrut. Hingga akhirnya dia memperoleh kembali kemenangannya serta keuangan yang terus menumpuk, hingga pada akhirnya pundi-pundi uang tersebut tetap berada dalam genggamannya.


“Kamulah yang pandai mencari untung. Sepertinya tidak mempan dengan anggur bersulang harus menggunakan anggur hukuman. Aku bisa membuat kalian kehilangan nama baik dengan cepat. Kamu akan merugi sampai kamu tidak mengenali dirimu sendiri,“ ujar Bos King sesumbar bahwa para pemain dalam team nya demikian hebat dan tentu saja dengan cepat akan bisa menggulung team TTL kebanggan Lin Tian yang terdiri dari banyak pemain amburadul itu. Terutama si panda yang suka marah selepas kalah, namun sejauh itu dia tak pernah sukses. Hanya bangga saja bisa bergabung dengan team yang ada dua gadis yang tak terkalahkan tadi.


“Benarkah? Kalau begitu untuk urusan membuatku bangkrut aku serahkan padamu ya,“ ujar Lin Tian sangat senang. Kali ini benar-benar ada harapan untuk rugi, sehingga pengembalian dari sistem bakalan berjalan dengan lancar.


“Pemuda itu terlalu gila,“ ujar Bos King yang semakin penuh tanda tanya dengan perbuatan Lin tian yang begitu saja hendak ingin rugi. Bukankah nanti dia akan kalah dengan team terbaik yang pernah ada dan kali ini di punya untuk dengan mudah mengalahkannya 3 banding satu itu.

__ADS_1


__ADS_2