Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 59


__ADS_3

Lin Tian membuka mata. Dia berada di suatu ruangan.


“Gawat. Aku dijebak kepala sekolah Qian,“ ujarnya yang menyadari tubuhnya sudah tak berpakaian.


“Menyebalkan… jelas - jelas semalam kamu masih memanggilku manis,“ ujar Kepala Sekolah dengan santainya.


Geram Lin Tian.


“Adik Lin Tian. Kenapa kamu bisa bilang terjebak, padahal kita sama-sama mau?“ ujar Kepala Sekolah berselubung selimut. Selimut tetangga yang hangat.


Sih…


Lin Tian tercengang. Dia melongok sesuatu. Dalam kamar yang hanya berdua.


“Situasi apa ini?“


Lin Tian sedih. Terasa ada sesuatu yang hilang.


“Waktu masih pagi kita….“


Kepala menubruk. Lin Tian menjerit. Ditubruk kaget ya…


#


Qian…

__ADS_1


Dari balik jendela, nampak beberapa orang berkumpul. Mereka membicarakan sesuatu. Tentang nasib mereka. Keinginan untuk bebas, dan segala sesuatunya termasuk nasib bos ganteng mereka yang kali ini tengah menjadi tawanan tak mengenakkan dari Kepala Sekolah yang cantik jelita itu. Kalau jelek sih tinggal di lepeh begitu saja. Ini cantik. Tentu saja membingungkan. Mau bagaimana tentunya bagaimana, namun kalau tak bagaimana mestinya bagaimana. Kan pusing sendiri akhirnya. Jadi mesti berpikiran positif untuk tetap bagaimana-bagaimana begitu.


“Sejak kemarin aku tidak melihat Lin Tian. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?“ ujar Chao Biluo yang khawatir. Jelas lah. Sebagai anak buah tentu khawatir pada bos nya. Siapa nanti yang akan membayar mereka. Lalu nasib karyawan lain. Terus perusahaan yang akan pincang jika tanpa bos sebagai pimpinannya. Ibarat kata bus tanpa sopir, pasti bingung. Untung bus berhenti di tempat parkir.


“Tidak akan terjadi apapun padanya.“


“Selain itu, tidak ada kekayaan yang keluarga Qian perlukan di tangannya,“ ujar Qian Duoduo. Yakin. Mengingat kekayaan orang yang menjadi lawan dia itu juga bukan orang sembarang. Kalau masalah uang jelas tak ada masalah. Harta benda dan materi lain semua juga sudah dipunyai oleh keluarga Qian yang super kaya itu.jadi sepertinya Lin Tian tak akan ada masalah soal ini. Jadi tak perlu mengkhawatirkannya.


“Bagaimana kalau keperjakaannya yang direbut?“


“Apa yang kamu pikirkan. Walaupun Lin Tian hebat, dia tidak akan menggoda,“ ujar Qian Duo duo tetap yakin jika kepala sekolah yang super keren itu tak akan tertarik pada ketampanan Lin Tian yang mempesona. Dia tentunya akan mendekati orang yang sepadan dengan dia, baik kekayaan maupun ketampanan yang mapan. “Lebih baik, kita pikirkan bagaimana cara kita lepas dari sini.“


Ket…


“Jangan salah paham. Kami tidak ada maksud untuk mengurung kalian.“ Kepala Sekolah Qian mendorong pintu. Tiba-tiba saja dia masuk. Yah tiba-tiba. Seakan dia telah mendengar apa yang dipercakapkan dan menjadi pemikiran mereka yang kini enjadi tawanannya, karena mengikuti Lin Tian sang bos.


Dig…


Eh…


Lin Tian keluar. Yang mau dicari ternyata disitu.


Loyo…


“Lin Tian apa yang terjadi denganmu? Apa dia menindas mu?“ Chao Biluo sangat khawatir. Bagaimanapun sebagai tawanan tentu ada hal buruk yang kerap kali terjadi. Baik itu di getok cengel nya sampai meringis, di timpuk jidatnya hingga benjol, sampai di injak jempol kaki sampai semutan, itu kerap kali terjadi sebagai bagian dari orang kuat terhadap orang terbelenggu. Makanya para anak buah akan khawatir. Apalagi badan Lin Tian yang kerempeng, tentu di timpa para anak buah kepala sesekolahan tersebut langsung pendeng gepeng.

__ADS_1


“Dia sangat baik terhadapku,“ ujar Lin Tian dengan jempol dan senyum keterpaksaan nya.


“Karena semuanya sudah ada disini. Selanjutnya mari ita bahas masalah keluarga Qian,“ ucap Kepala Sekolah Qian. “Aku akan membahas kerjasama dengan kalian.“


“Masalah keluarga Qian tidak ada urusannya dengan kami. Selain itu kita tidak ingin bekerja sama denganmu.“ Yakin, tak akan melakukan itu. Sebab selain sedikit membenci, juga belum tentu akan ada bagi hasil. Nantinya semua akan tinggal kenangan. Dimana berikutnya tinggal luka diatas luka. Pedih.


“Apa kalian pernah berpikir siapa yang membantu kalian melawan semuanya untuk menyembunyikan identitas kalian?“ jelas kepala sekolah, sedikit mengungkit kisah lama yang tak mungkin kembali. Tapi sangat asik untuk diceritakan sebagai sebuah sejarah pribadi yang demikian mengharukan. Sebab apalagi yang terjadi kalau bukan dia sendiri yang menceritakan. Sebab orang lain belum tentu mau. Mengingat siapa dia, siapa kita. Kecuali kalau itu orang melegenda. Atau orang yang punya pengaruh kuat, sudah pasti beritanya akan diburu masyarakat. Sehingga hanya ucapan dari mulut ke mulut sudah tersebar dengan sendirinya. Kali ini beda. Makanya mendingan dikisahkan sendiri. Sehingga cerita itu juga tak lenyap dengan sendirinya seiring perputaran waktu.


Duoduo terkejut. Sebegitu nya. Dia ternyata memahami diri mereka bahkan semenjak kecil. Selama ini dia tak paham. Yang dia ingat hanya kepedihannya bersama sang ayah yang terus berusaha menyembunyikan dia akan identitasnya yang takut kalau-kalau ketahuan oleh para pemburu mereka. Maka akan menjadi sangat menyedihkan. Sehingga mereka menjadi tawanan untuk tak isa lepas dari orang-orang itu. Dengan kabar ini setidaknya dia ingat bahwa masih ada orang yang bisa berhati baik, untuk melepaskan mereka akan kebebasannya yang sedikit terkekang itu.


“Apa kalian lupa aku yang mengajak kalian main sewaktu kecil?“ ujar Kepala Sekolah. Ternyata daya ingatnya luar biasa. Waktu kecil, dimana masih bukan siapa-siapa dia masih mengingatnya. Sungguh luar biasa. Sangat sulit mencari orang yang demikian di masa sekarang. Karena kebanyakan melupakan atau berusaha menghilangkan satu sejarah yang boleh dikatakan memiliki level rendah. Bukan saja akan menghancurkan perjalanan hidup, juga akan menjadi sebuah kekonyolan dalam kisah, kalau hal itu sampai tersebar luas. Tapi kali ini, orang cantik dan kaya itu masih menyukai hal yang aneh tadi.


“Kamu…“


“Walaupun aku sudah berganti nama, tapi aku adalah kakak Pinru ketika kalian kecil.“


“Aku sudah membaca dia adalah Pinru.“ Lin Tian mengangguk. Sembari memegang botol minuman.


“Maaf sudah menyusahkan kalian selama ini,“ ujar Kepala Sekolah sembari memeluk kembar Duoduo. “Tapi hari bahagiamu akan segera datang. Karena aku sudah menemukan kesempatan untuk menggulingkan kepala keluarga dan menguasai keluarga Qian.“


“Kamu pasti menipu kami,“ ujar Qian yang tak yakin dengan ucapan kepala sekolah cantik itu. Biasanya kan begitu, orang cantik sulit di percaya bagi dia yang juga cantik. Apalagi kali ini dia tawanannya. Kecuali ada maksud tertentu. Dan ini ada pada si kepala sekolah tersebut. Sehingga si kembar identik itu tetap menganggap kalau Kepala Sekolah Qian berbuat hal yang sama. “Kalau benar ada kesempatan kenapa kalian mau bekerja sama dengan kami. Bukankah resikonya akan semakin besar?“


“Tidak ada satu syarat yang bisa menimbulkan kesempatan ini. Dan itu adalah dia. Penolongku Lin Tian.“


Biluo geram.

__ADS_1


Duoduo tercengang.


__ADS_2