Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 33


__ADS_3

“Tidak bisa! Pokoknya tidak bisa!“ ujar Cao Biluo yang tak setuju.


“CAO! Kenapa kamu tidak mendengarkan kata Bos?“ ujar Lin Tian. Benar-benar sulit wanita ini. Tak bisa dikasih tahu dengan baik. Diberitai selalu menyangkali. Dan itu tak bagus untuk hubungan antara bos dengan anak buahnya. Juga rekan sekerja yang amat parah.


“Kamu…. Kamu…. Kamu!“ Cao sangat marah. “Kenapa kamu membiarkanku melakukan hal seperti itu!!“


“Para tamu juga hanya ingin bermain-main dengan mu saja! Aku hanya meminta mu melayani mereka saja!” kata Lin Tian menyuruh Cao melakukan hal aneh. Setidaknya untuk seseorang yang begitu di hargai oleh anak buah serta dunia internet yang membuatnya melambung menjadi nomor satu. Namun dia disuruh berbuat begitu sama si pemuda sinting ini. Makanya sebisa mungkin dia menolaknya. Kalau perlu memutus hubungan kontrak dengan orang itu.


“Aku tidak akan melakukannya! Tak di sangka kamu orang seperti ini Lin Tian!” ujar Cao. Dia sangat kecewa pada pemuda itu. Bagaimana tidak, semenjak kenal dengannya selalu dirundung masalah. Dan itu seakan tak bisa terselesaikan. Mulai dari ditabok pantatnya, sampai harus menandatangani kontrak yang sebenarnya dia tak menginginkannya. Apalagi kini jelas-jelas mesti bergabung dengan perusahaan baru milik lin Tian yang reputasinya belum jelas. Bagaimana tak berbahaya nanti kalau bergerak tanpa perusahaan bonafit. Bisa-bisa dia yang bergerak sendiri, lalu capek sendiri, namun keuntungan besar berada pada si Lin Tian itu, yang tinggal mereguk hasilnya saja. Itu tak bisa dibiarkan. Makanya dia menginginkan sesuatu yang juga bisa menguntungkan dirinya.


“Biaya pembatalan kontrak. Sangat mahal loh!” kata Lin Tian. Dia mengatakan apa resiko dari membatalkan segala sesuatu tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tanda tangan yang sudah dia sepakati untuk kontrak dengan perusahaan yang dipunyai Lin Tian itu. Sebab kalau tidak, maka akan seenaknya saja satu pihak hendak membatalkan kontrak tanpa memikirkan resiko perusahaan yang ditinggalkan. Sehingga bisa-bisa akan rugi besar kalau kontrak itu diabaikan saja tanpa ada yang mengikat.


“Dasar kurang ajar!” ujar Cao Biluo sangat mangkel. Hampir saja dia melemparkan sepatunya. Kalau tidak kakinya yang akan dia lempar. Kaki mulus ini. Yang jelas sangat marah dia.


“Besok datang tepat waktu ya!” ujar Lin Tian sembari menghilang dibalik pintu yang dilempar.


“Wu Dalang!” panggil Cao pada seseorang, setelah Lin Tian menghilang. Kali ini harus ada tindakan. Kalau tidak anak itu bertambah membahayakan dia saja. Makanya mesti ditanggulangi.

__ADS_1


“Hadir!” ujar orang tua botak namun pakaiannya rapi. Nampaknya dia sangat sopan.


“Minta bantuannya!” ujarnya menyuruh melakukan sesuatu pada Lin Tian.


“Yang Mulia Cao Biluo! Jangan!” ujar orang tua itu khawatir. Akan ada masalah lagi nanti. Dengan lin Tian sudah ngeri, apalagi ketambahan orang yang sudah popular akan bahaya yang dating berikutnya. Ibarat kata, dia akan berpindah dari satu mulut buaya ke mulut harimau. Sama-sama mengerikan, dan sama-sama tak menguntungkan. Makanya dia mesti memperingatkan. Apalagi guna orang tua kalau bukan untuk memberi petunjuk yang terbaik. Supaya tak menyesal nantinya. Serta bisa berpikiran jernih dalam memutuskan segala sesuatunya.


“Sekarang hanya dia yang bisa membantu kita! Kakak Long adalah satu-satunya orang yang tidak akan bergerak hanya karena uang!” ujar Cao. Dia merasa orang inilah satu-satunya solusi dalam mengatasi persoalan mengerikan yang tengah dia tanggung. Dia tak main-main. Mesti membereskan Lin Tian dengan segera. Orang itu tengah mengganggu pikirannya selama beberapa waktu terakhir ini.


“Mohon yang mulia memikirkannya lagi! Kalau meminta bantuan Kakak Long, Dia akan membuat mu berhutang budi yang tidak bisa terbayarkan!” jelas Wu. Sepertinya memang ada beberapa hal yang kurang menarik kalau mesti meminta tolong pada orang terkenal itu. Sudah banyak kasus, dan kali ini terjadi pada majikannya. Itu tak baik. Itu akan membuat dirinya juga tak becus sebagai orang tua yang tak berhasil membicarakan hal demikian saja untuk seseorang.


“Sejak kapan kamu memiliki hak bicara seperti itu padaku???” ujar Cao Biluo. Dia kemudian menginjak kepala si gundul ini. Supaya dia tambah ngeri sekaligus ada bau-bau sedikit sehingga tak menolak apa yang dia suruh itu.


“Aku beri waktu satu jam! Bawa Kakak Long kemari!“ ujarnya mengancam. Kalau tak juga, paling tidak pemecatan akan segera dilakukan. Untuk kemudian akan kena denda seperti si Lin Tian berlaku tak jujur padanya.


Satu jam kemudian .


“Yang mulia Cao Biluo! Sudah lama aku mendengar tentang mu!“ ujar Kakak Long yang baru datang atas undangan itu.

__ADS_1


“Nama kakak Long lah yang sudah sangat harum,“ ujar Cao memujinya, karena memang sangat membutuhkan bantuan itu, karena begitu cemerlang namanya, sehingga untuk melawan si tangguh Lin tian juga mesti orang mumpuni seperti pemuda tampan di hadapannya ini.


“Tidak - tidak! Semuanya hanya menghargai saja!“ ujar Kakak Long mencoba berbasa-basi, dan mencoba halus. Sudah terbiasa dia menghadapi orang kaya begini. Mesti halus serta bisa menghadapinya agar orang itu segan padanya. Karena dia juga berlaku hormat. Maka akan memperlancar apa yang berikutnya jadi urusan itu.


“Hari ini aku mengundang kakak Long, untuk….“


“Sst… Jangan bicara. Biar aku melihatnya!“ ujar kakak Long yang berusaha menerawang apa yang ada dalam benak gadis itu. “Biarkan aku melihat rahasia paling dalam di hatimu!“


……


“Kehilangan kedua orang tua, tinggal di jalanan, berkecimpung dengan Mafia,“ kata kakak Long. “Cao Biluo, rahasia mu sangat menarik!“


“Bagaimana kamu bisa tahu?!“ ujarnya terkejut. Tak disangka pemuda tampan ini begitu hebat dalam menerawang dan memahami apa yang menjadi rahasia dalam kehidupannya. Dia memang sudah sangat banyak memendam kepedihan itu. Dan enggan untuk diungkap. Karena dirasa tak perlu serta hanya mengungkit banyak perasaan yang tak bisa dipecahkan. Atau kalau mesti mengulang kembali, bakalan ada kebencian dalam perasaannya yang terus menyeruak. Sehingga membuat kehidupannya nanti tak akan stabil. Untuk itulah segala rahasia ini dia pendam sendiri. Untuk tak perlu diungkap oleh siapapun, bahkan tak usah diketahui umum.


“Kamu berhutang budi padaku,“ ujar kakak Long. Dia katakana apa yang menjadi tanggung jawab dari apa yang sudah mengundang dirinya. Sehingga untuk berikutnya mesti paham aturan main yang bakal dia berikan untuk klien satu ini.


“Maksudmu… kamu bersedia membantu ku?“ ujar Cao.

__ADS_1


“Tentu saja membantumu melawan orang yang namanya Lin Tian kan? Beberapa hari ini, banyak orang yang mohon pada ku untuk melawannya!“ yah dia orang hebat. Makanya banyak yang meminta bantuan. Baik si gundul Hao, juga orang-orang yang telah mempunyai masalah dengan si miskin Lin Tian itu.


__ADS_2