Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 24


__ADS_3

“Jangan seperti ini. Ini tindakan kriminal,“ ujar Cao Biao merasa tersakiti. Benar-benar sesuatu yang tak baik baginya. Makanya sebisa mungkin dia mengungkapkan apa yang semestinya tak dilakukan oleh orang itu terhadap dirinya yang cantik ini. Sebab bisa saja dia dituduh telah memberikan obat bius, membuat wanita cantik lemah, atau tentu saja penangkapan, meskipun ini di rumah Cao sendiri.


“Eh tindakan kriminal? Benarkah?“ Lin Tian menatap musuhnya. Sedikit keheranan dan akan saling berdebat dulu kayaknya. Melakukan argument yang benar-benar beralasan.


“Aku melakukan budaya tradisional China. Bagian mana yang melanggar aturan!“ ujar Lin Tian sembari menuang sisa makanan. Atau bahkan semua makanan yang ada. Baik yang sudah disentuh maupun belum. Ke dalam plastik yang muat banyak. Sesuai kebiasaan setempat. Saying jika ada makanan sisa, maka sebisa mungkin dibawa untuk menjadi berkat, atau sekedar oleh-oleh saja.


Cao hanya diam. Tak tahu mesti bicara apalagi dikala terjepit ini. Dia sangat ngeri. Bisa saja musuh yang menawan ini bakalan bertindak sangat jauh. Bahkan mungkin jiwanya juga akan terancam. Setidaknya akan membuat celaka dengan cacat permanen, atau luka lain yang cukup parah.


“Kamu itu tidak tulus dalam menjamu orang. Aku bahkan tidak makan banyak,“ ujar Lin Tian mengungkit kejadian tak mengenakkan ini. Tangannya terus berkerja sembari mengikat bungkusan.


“Aku wanita dewasa di depanmu yang tidak berdaya. Tak disangka kamu masih memikirkan sisa makanan ini,“ ujar Cao. Bukankah terhadap wanita mestinya bertindak sopan, saling memahami, serta memberi perlindungan. Tidak dengan orang satu ini. Sungguh-sungguh biadab. Tidak berperikemanusiaan, bahkan cenderung bedebah, itu pikirannya.


“Lalu apa kamu lebih penting dari pada makanan?“ ujar Lin Tian terus berupaya supaya si dia, dia ini bertambah marah.


“Menyebalkan!”


Cao menendang. Dia benar-benar terpancing emosinya. Sehingga sudah tak bisa berpikir normal lagi. Yang ingin dia lakukan adalah melampiaskan amarah yang mengendap di dada.


Dig!


Membuat makanan jatuh. Sampai piring pecah berantakan. Bayangkan pecah lo itu. Kalau kena kaki akan sangat berbahaya. Juga akan bisa membuat infeksi. Sakit tentunya. Inilah yang membuat marah.


Keduanya saling pandang.

__ADS_1


Tangan Cao ditarik. Lalu dipangku. Mesra kan di pangku. Mana cewek cantik lagi.


Namun tidak demikian dengan pemuda satu ini. Dia tak ingin main romantis –romantisan. Dan berikutnya tangan Lin Tian memukul pantat Cao.


Orangnya tentu saja mengaduh aduh.


Sakit sekali.


“Sudah membuang makan, merusak peralatan makan. Itu hukuman yang pantas.“


Dipukul pantatnya terus menerus. Sembari membicarakan kesalahan yang terjadi. Serta adat apa lagi yang telah di perbuat bocah manis itu.


“Lin Tian kamu… ayahku bahkan tidak pernah memukulku!“ ujarnya sesenggukan. Sekaligus menjerit-jerit. Orang banyak tentu akan mengira yang tidak-tidak kalau mendengar akan hal ini. Bayangkan, lelaki dan perempuan dalam ruang yang sama. Saling pangku. Tentu berikutnya bakalan terjadi pergunjingan yang tak mengenakkan diantara mereka.


Lalu pergi dengan menenteng banyak makanan dan minuman. Benar-benar hari yang indah buat Lin Tian. Dia tak akan melupakan kejadian ini tentunya. Dapat makanan banyak, dan nikmat - nikmat. Pergi pun serasa lega. Apalagi perut sudah terisi tadi. Nanti tentu akan makan banyak-banyak di rumah.


Hiks…


Cao menangis. Merasakan ada yang sakit.


Dengan membawa bungkus makan dia lalu masuk ke sebuah pintu. Pintu meninggalkan ruang itu menuju ke parkiran depan.


Dilihat sama orang tua kekar itu. Dia keheranan. Kenapa anak itu senyum-senyum. Bukankah dia sudah di ***** oleh bos wanita nya itu? Atau tidak jadi? Mungkin karena ketampanan lin tian? Sehingga bos nya yang cantik dan sangat popular itu menjadi kasihan, kemudian dia hanya di suruh makan makanan yang tak enak, lalu di tanding pelan-pelan agar saat keluar masih bisa tersenyum. Sebab itu rencananya tadi. Dimana akan membuat si bocah gelisah.

__ADS_1


“Bos Cao kau kenapa?“ Dia terkejut saat masuk ke ruang bos nya. Sangat berbeda dengan rencana. Sementara dia sudah bangga bakal melaporkan kemenangannya tadi, serta akan memperlihatkan foto mesranya sama si korban, dia malah demikian saja. Sungguh keterlaluan.


“Tidak apa - apa bagaimana mungkin terjadi sesuatu denganku. Bagaimana denganmu?“ tanya Cao Biluo yang masih merasakan sakit di sekujur tubuh, terutama pada bagian yang dipukul sama pemuda sialan itu.


“Semuanya beres Lin Tian dan yang lainnya akan segera mengalami kemalangan,“ ujar Maori diantara rasa geramnya akibat sang bos diperlakukan tak sewajarnya sama musuh yang kali ini sudah ada rencana yang menghadang. Dan itu mesti terjadi untuk sang pemuda miskin itu. Tak bakalan lolos dia. Mungkin sekarang bisa melenggang keluar sembari membawa bungkusan, tapi itu untuk sementara saja. Sebab rencana berikut sudah menghadang. Dan itu sudah seringkali terjadi. Serta berakhir dengan keberuntungan di pihaknya.


“Hehe selama ini, aku tidak pernah melihat dengan teliti. Kalau Xiaoli adalah gadis cantik,“ ujar Lin Tian sembari menatap Xiaoli yang asik menyetir. Mata keranjangnya benar-benar keluar saat ini. Tak ada artis popular, yang inipun jadi. Apa masalahnya, kalau selama ini juga selalu bersama. Sehingga. Bisa membuat bening di mata.


Tut tut …


Mobil polisi mendekat. Bus di kepung tiga mobil. Sungguh pengepungan yang demikian ketat. Kalau mencoba terus melaju, tentu tak bisa. Akan menabrak salah satu atau lebih. Dan nanti tuntutan itu akan semakin banyak. Dan pasal yang dilanggar juga membengkak. Ini tak baik untuk pertarungan nanti dalam pengadilan. Lebih baik begitu. Mendiamkannya saja. Serta menanti, kenapa polisi bisa demikian saja menghadangnya. Padahal bus nya besar. Dan sang sopir cantik juga sudah mempunyai SIM yang khusu untuk mengendarai bus mewah. Benar-benar tak masuk akal kalau di pikir.


“Lin tian menurut laporan rakyat yang bertanggung jawab. Kami mencurigai mu menyembunyikan dana kotor“ Ujar petugas. Yang tentu saja sangat jeli dalam meneliti itu perbuatan jahat atau bukan. Melanggar hukum atau hanya main-main. Dan kali ini sudah ada yang ditangkap berdasarkan laporan. Tentu saja akan dengan segera di proses untuk selanjutnya akan dipidanakan. Sesuai dengan kesalahan yang terjadi beserta bukti-bukti ditemukan di lapangan.


“Dana kotor? “


Lin tian keluar sembari terheran-heran. Xiaoli menarik tangan Lin Tian. Dan menyerahkan Pistol.


“Hehe sudah saatnya.“


“Ada pistol di tangan tersangka. Semua tim cepat lumpuhkan dia!“


"Kalau tahu dari awal aku akan memasukkan beberapa air gun 98 k." ujar Lin Tian.

__ADS_1


Ditodong banyak senjata.


__ADS_2