Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 27


__ADS_3

“Lin tian bukti sudah menunjukkan. Apalagi yang masih ingin kamu bicarakan?“ ujar Yuan. Nampak sekali rasa senang dibenaknya.


“Aku menyesal. Tidak seharusnya aku gemar belajar,“ ujar Lin Tian dengan penuh penyesalan. Seakan dia bukan orang yang tengah bersalah saja. Sehingga demikian saja meminta penyesalan. Padahal hanya untuk satu pelajaran saja. Lalu apa yang semestinya dibawa kalau bukan buku untuk belajar. Di kelas, di perpus, atau pada selasar sekolah yang sangat nyaman untuk dipakai menenangkan diri.


“Belajar? Belajar apa?“ keheranan petugas Yuan melihat demikian polos pada si bocah yang jelas-jelas telah menyembunyikan dana kotor itu. Masa anak yang sudah memiliki dana kotor mesti rajin belajar. Kan sangat memuakkan.


Bahasa inggris SMU. Matematika SMU. Kotak ditunjukkan isinya buku pelajaran.


“Apa-apaan semua ini? Mana dana kotor itu?“ tanya Yuan kaget. Tak menyangka kalau alasan Lin Tian benar. Buat apa buku, kalau bukan uang kotor. Sebab semua tak bisa membuktikan tuduhan yang sudah dia rencanakan bersama komplotan Cao Biluo sebelumnya. Kalau begini bisa kacau nanti akhirnya. Dia masih akan mampu berkelit.


“Dana kotor? Dana kotor apa?“ ujar Lin Tian ikut bingung.


“Jelas-jelas kamu meletakkan dana kotor itu didalam mobil. Dia baru saja menemukannya!“ Tuduh petugas Yuan.


“Aku lihat. Dialah yang baru saja menerima perintah darimu. Untuk memfitnahku,“ bantah Lin Tian.


“Aku peringatkan kepadamu, memfitnah polisi adalah tindak kriminal!“ Yuan menodong Lin Tian. Muak sekali dia. Yang sebelumnya sudah sebel, kali ini bertambah mendidih. Maka akan dia Tarik pelatuk itu andai Lin Tian tetap bersikukuh untuk mempermainkan petugas. Dan ini memang saatnya.


“Aku juga memperingatkan mu, turunkan pistol mu! Kalau tidak, kamu tidak hanya semudah masuk penjara!“ ancam Lin Tian. Dia sekarang tak mudah digertak. Apalagi pengalaman sebelumnya kalau dia bisa mengecoh banyak penjahat maupun orang berseragam. Dan itu bukan perkara mudah bagi seseorang yang tak berpengalaman. Kali ini dibuktikan. Dia akan mengecoh petugas itu supaya tak jadi menangkapnya untuk kemudian dipermalukan sama Cao Biluo yang jahat itu.


“Aku tanya sekarang siapa yang bisa menghentikan ku!“ ujar Polisi itu tambah tak main-main lagi. Melihat kali ini yang tertuduh sangat licin. Barang bukti sudah dilenyapkan. Padahal sudah dia suruh anak buahnya agar mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dan bisa menjerat orang. Kali ini entah dimana. Makanya dia yakin kalau si licin ini akan lolos jika bukan dengan gertakan yang semakin menakutkan. Itu hanya dengan pakai hal demikian.


“Tadi tidak ada. Tapi sekarang ada!“ ujar Lin Tian yakin.


Petugas Yuan menoleh ke belakang. “Kamu… kamu….“


“Kamu tidak tahu aku bisa menghentikan mu atau tidak,“ ujar sang direktur yang tahu-tahu sudah ada di belakangnya. Kapan dan bilamana datangnya, dia tak mengerti. Yang jelas kali ini sangat mengejutkannya. Disaat genting dan disaat tengah miris buat Lin Tian.

__ADS_1


“Direktur Zhou dari biro investigasi,“ ujar petugas Yuan pucat.


“Tadi kita menerima laporan internal. Setelah memeriksanya kita menemukan kalau kamu telah melanggar beberapa aturan,“ ujar Direktur Zhou yang langsung mengucapkan berbagai fakta.


Lesu Yuan. Tak disangka akan berakhir begini. Sesuatu yang diperbuat bersama komplotannya biasanya berhasil, tapi kali ini tidak. Dan hanya dikecoh oleh orang miskin Lin Tian. Sungguh terlalu.


“Kami akan memeriksa mu sesuai dengan hukum. Dan kami tidak akan memaafkan perilaku melanggar hukum,“ kata Direktur Zhou lagi. Itulah akhirnya. Hukum tak pandang bulu. Siapa salah maka dia yang kena pasal. Bukan seperti scenario awal. Dimana hanya berdasarkan barang bukti, maka yang tak bersalah yang mesti di hukum. Bukan begitu. Yang salah itu nyata-nyata salah, dan si benar mesti mendapat pengampunan, bahkan kalau perlu mendapat penghargaan, sebab dia telah berhasil menguak bahwa hukum berada di jalur yang tepat, bukan hanya untuk dipermainkan.


“Aku sungguh tidak tahu dimana dana kotor itu. Tadi masih ada di dalam koper itu,“ ujar Yuan yang ditangkap dan berusaha mengungkapkan pembelaan jangan sampai ke meja hijau, dan itu bakalan ramai nanti. Sehingga akan berakhir dengan segala kesulitan. Apalagi kalau terbongkar segala rencana busuk bersama para komplotannya yang telah beberapa kali sukses dilakukan. Itulah yang mesti dihindari. Namun apa daya, para petugas itu tetap membawanya sebagai tertuduh. Dan akan berakhir dengan penyesalan.


“Dia yang tadi menyuruhmu melapor,“ ujar Direktur Zhou sembari melihat Lin Tian yang bersorak kegirangan. Tangannya sampai terangkat seperti penyembahan saja. Dengan para penonton yang bersorak-sorai atas kemenangan orang tak bersalah itu.


“Benar,“ ujar polwan Bibi Zhou yang senang bisa melakukan sesuatu yang benar, walau harus kehilangan teman seperjuangan yang kali ini berjalan bukan pada jalannya.


“Walau kelihatan tidak meyakinkan tapi kekasihmu ini berhati polos,“ kata Direktur Zhou dengan nada suka akan kepribadian anak itu. “Otakku cerdas dan tenang dalam menangani masalah.“


“Sudahlah yang penting kamu suka, aku kembali dulu untuk melakukan pemeriksaan,“ ujar direktur Zhou yang tetap beranggapan bahwa anak buah cantik nya ini benar-benar ada hati pada bocah yang beruntung itu. Lalu pesannya lagi. “Ingat jangan sembarangan bicara di luar.“


“Iya aku tahu. Benar-benar ayah yang cerewet,“ ujar Zhou sembari mengernyit. Sedikit muak dia dengan kata-kata orang tua itu. Walau teah membatunya, tapi mungkin lebih baik kalau dia tak mendengar apa-apa darinya sebelum ini.


#


Pada tempat lain, dimana Lin Tian masih sedikit termangu dengan kemujuran nya,


“Ternyata benar sistem itu bisa memunculkan uang. Juga bisa menghilangkan uang. Uang ini kebetulan bisa menambah fansku dan Tian Feifei.“


Dipandangnya urutan kepopuleran itu.

__ADS_1


Peringkat kepopuleran siaran langsung:


CAO BILUO


TIAN FEIFEI


TIAN TIANLIN (PENDATANG BARU)


“Misi berhasil. Sudah datang. Apa hadiahnya? Jangan jangan mata tembus pandang yang lebih kuat tembus pandang seluruh tubuh,“ ujarnya berharap. Sangat berharap. Kalau demikian, tentu akan membuat mata batinnya tambah senang.


Hadiah misi:



Aktifasi misi utama


Gudang emas pribadi



Misi utama, Gudang emas pribadi. Lalu ditekan hadiah untuk aktivasi misi utama.


Gedung yang tinggi. Gudang emas itu. Mungkinkah disana?


“Tiba-tiba ada perasaan terancam… “


“Menarik… “

__ADS_1


__ADS_2