
Argh!!!
“Mana mungkin!“
Sambil menggebrak meja. Sangat marah dia. Kali ini gagal. Sedikit kekalahan. Mesti ada cara lain guna mengungguli musuh.
“Mana mungkin!” Li terus marah-marah serta memukul tuts monitor nya. “Aku yang sudah dilengkapi dengan peralatan emas tercanggih ini tidak bisa mengalahkan nya yang sama sekali tidak menggunakan perlengkapan?“
“Kamu tidak mengenakan peralatan dan membunuhku dasar bodoh!“
Terus marah di depan layar monitor. Terus penasaran dia. Masa gamers sejati harus dikerjain sama orang yang sama sekali kacau untuk urusan demikian. Dia tak pengalaman. Tak punya alat yang banyak. Tak mesti menang. Itulah yang belum bisa dia sadari. Kalau game ini akan terus berusaha menyeret dia pada sesuatu yang aneh. Pada dunia hayal yang mengiurkan. Bahkan terasa membius untuk terus main dan main. Sampai lelah benar-benar merenggutnya.
“Matamu yang mana yang tidak melihat perlengkapan yang aku kenakan, apa kamu mampu membeli perlengkapanku?“
“Masakan… jangan-jangan…“
“Apakah itu armors transparan emas krypton pamungkas dengan tingkat ledakan 0,0000000001% dalam legenda?“
“Apa aku bukan raja emas krypton?“
“Tapi aku adalah si nomor 2, uang yang belum panas, apa aku gunakan untuk emas krypton?“
Kartu ATM sudah tersedia. Tinggal gesek maka
armors itu bisa di dapatkan untuk menambah poin sehingga bisa mengungguli permainan panas ini.
“Membosankan sudahlah aku tidak mau main lagi. Biarkan aku terus menjadi legenda saja.“
“Tidak bisa!“
__ADS_1
Menggesek kartu. Kali ini benar-benar dikeluarkan dana dari kantongnya itu untuk melanjutkan permainan yang tinggal selangkah lagi. Itu mesti bisa mengalahkannya agar dapat unggul dan mampu mengejar impiannya, mengalahkan yang baik dari yang terbaik. Dan kali ini saatnya. Sudah nomor dua, maka selangkah lagi akan bisa menjatuhkan si pengacau yang tak berpengalaman tersebut. Mungkin, dengan sekali pembelian ini, bakalan dapat menggapai posisi terbaik. Raja dari game ini. Itu kalau saja pada kemuncak posisi tersebut mau mengalah dan melepas statusnya jadi yang pertama.
“Aku tidak mau kalah!“
Toko game. Undian armor X100. Konfirmasi pembayaran 64800 yuan. Masukkan PIN untuk pembayaran. Berhasil. Dia telah bisa menghubungi toko, serta transaksi berjalan dengan lancer supaya bisa terus melanjutkan game. Dimana akan bisa mengalahkan musuh serta menjadi unggul. Juga rasa penasarannya bisa terbalaskan setelah semua yang dia ikuti berhasil dia lampaui itu.
“Kita uji dengan 100 undian dulu!“
Brak!
“Terpilih satu, normalnya ada satu warna emas saja sudah cukup bagus lagi.“
Ditekan tuts pada keyboard monitor internet itu.
Lagi … lagi dan lagi.
“Aku tidak bisa lagi. Kenapa… Kenapa seperti ini?“
Menangis hati ini. Meleleh mata dan hidung. Bagaimana tidak sedih, kalau harta sudah terkuras dan keinginan menang sangat besar. Namun kenyataannya jauh dari harapan. Kemenangan itu sungguh sulit di raih. Lawan kali ini benar-benar jago. Selain jago game, juga PS, ding dong dan kartu balak enam kayaknya juga jago dia. Makanya lebih baik menangis. Toh taka da yang tahu. Dengan begitu semua terlampiaskan. Tak ada yang melihat serta taka da yang perduli. Jikalau semua telah lepas begitu saja. Kemarahan ini, rasa malu itu dan semua pelampiasan telah usai. Meskipun laki-laki, meskipun jago game, tak mengapa.
Thit thit ….
HP gambar tengkorak bunyi.
“Eh pesan pribadi.“ Diangkatnya. “Siapa?“ tertulis dalam layar HP,
ID : TIAN TIANLIN
Pekerjaan XX
__ADS_1
Level XX
“Ingin armor transparan emas krypton tidak, aku akan menjualnya untukmu,“ ujar pemilik ID memberi penawaran. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan. Dengan memiliki itu, maka dia bisa saja naik lagi levelnya menjadi yang pertama. Dan itu menjadi sebuah alasan kemenangan yang cukup bagus untuk tahapan yang lebih dan lebih lagi.
“Menjual padaku? Sepertinya kamu ingin menguras hartaku. Aku Li Sanxiong walaupun aku mati terinjak. Ataupun lompat dari atas gedung. Aku tetap tidak akan mau armor transparan emas Krypton,“ ujar dia bersikeras. Tak ada yang bisa menguras hartanya lagi. Enak saja. Sudah banyak yang keluar, tapi masih juga berusaha menarik beberapa lembar dari tabungannya. Bisa-bisa jebol kartu ATM miliknya lagi kalau mesti membeli emas Krypton yang memang sangat bagus dan menggiurkan tersebut, tapi bukan karena itu dia menghamburkan uang. Semua itu hanya untuk kenangan belaka. Dan permainan ini cukup sudah, walau hanya menjadi jagoan ke dua, setidaknya sudah banyak pengorbanan yang dilakukan. Itu sudah cukup. Berhenti. Akan mulai lagi kapan-kapan kalau sudah lewat dengan pertandingan baru yang menggiurkan pula. Tapi mungkin sekarang hanya terbentur pada hal demikian saja. Sebab itu juga sudah lumayan menguras hartanya. Kalau terus dikeluarkan, bisa-bisa devisit kartunya.
“Aku hanya perlu kamu.“
“Bagus sekali.“
Walau demikian akhirnya dia pasrah dengan tawaran yang diberikan Lin Tian.
“Aku Li Sanxiong Jadi yang pertama lagi,” akhirnya begitu. Dia senang. Lin Tian juga mendapat yang dia inginkan, sementara harapan dari gamers Li sudah bis menjadi kenyataan. Dia bangga untuk kali ini. Lawannya ternyata baik hati. Sehingga dia bersedia memberi apa yang dia butuhkan demi mendapatkan nomor satu tersebut. Sama-sama senang kalau demikian. Dia senang, tapi Lin Tian juga tak merasa di rugikan. Ada sesuatu yang tersembunyi serta berhasil menarik hatinya.
“Beres aku sudah berhasil menukar dengan barang yang aku inginkan,“ ujar Lin Tian yang terus asik di depan layar monitor dengan di dampingi Cao Biluo dan Xiaoli.
“Lin Tian kamu demi aku, membuang armor yang langka, aku…“ ujar Cao yang tak bisa melanjutkan kata-katanya. Ini apakah sebuah kebodohan, atau ada sebuah akal yang disembunyikan oleh orang cerdik demikian sehingga yang dilihat terasa sungguh aneh. Karena armor langka itu memang tengah diburu oleh para gamers agar bisa memuncaki posisi sebagai yang pertama. Namun kali ini justru di buang secara sembarang oleh anak ini. Tentunya yang mendapat akan bersuka hati, walau mesti terkuras hartanya demi mendapat itu. Yang harta bukanlah satu masalah.
“Langka? Aku punya banyak jenis itu.“ Ditunjukkan emas Armor itu.
Cao tercengang. Rupanya ada yang disembunyikan oleh pemuda cerdas itu darinya. Sehingga hanya satu pandangan saja yang dia ketahui, sementara makna yang sesungguhnya dari rencana Lin Tian sama sekali tak diketahuinya.
“Sebenarnya perusahaan game ini sudah aku beli.“
Ditunjukkan Kontrak dengan perusahaan game.
“Hah…“
Terkejut semua mua.
__ADS_1