
Di pause.
“Berhenti!”
Diam.
Tak bergerak.
__ADS_1
Tiba-tiba saja game itu dihentikan. Menjadi sebuah keanehan. Karena Nampak ada yang bermasalah. Dan itu lain dari kebiasaan. Biasanya kalau penyerang itu selalu berhasil. Dan akan menjadi pemenang buat para penyerbu yang sangat piawai. Makanya setiap kelompok akan memakai para penyerang untuk memukul lawan yang sangat kuat. Sehingga nantinya akan menjadi battle yang demikian ramai dan menjadi tontonan menarik. Ini lain, kalau ada yang menyerang bakalan menghilang. Permainan apa-apaan itu. Masa hanya seperti kucing petak umpet. Juga kalau itu terjadi pada ayam jago pasti bakalan di sembelih di jadikan krispi itu ayam. Malahan pada peristiwa menentukan begini masih saja terjadi hal yang mengecewakan. Penonton hanya seperti melihat hantu yang menghilang dan menonton tapi tak ada yang di tonton. Dan itu sungguh menggemaskan.
“Mereka memodifikasi game,” ujar petugas yang terus memantau monitor berikut keanehan yang terjadi di lapangan. Makanya sebelum kejadian buruk terus berkembang mesti di hentikan dulu. Supaya tak terjadi ke salah pahaman diantara para pemain itu dan akan kecewa karena yang diserang secara membabi buta, ternyata langsung tak kena alias pada menghilang. Tentunya menyedihkan, karena kalaupun pada menghilang itu bisa mengakibatkan hal buruk. Orang hilang saja bakal di cari, apalagi ini, permainan menentukan. Tentu akan dicari titik kekeliruannya. Sehingga nanti para pemenang akan dihasilkan dari sebuah permainan yang jujur.
“Mohon para peserta tidak panik. Staf kami sedang mencari tahu apa yang terjadi,“ kata panitia menentramkan para peserta. Karena kalau panik, nanti para peserta itu bakalan enggan untuk main lagi serta memilih kabur karena ketakutan akan hal aneh yang nantinya akan terjadi ulang.
“Kamu yang melakukannya, kenapa bisa begitu?“ ujar Susu sangat mangkel melihat permainan yang biasanya menghebohkan, ramai dan penuh teka-teki siapa yang bakal memenangkan pertandingan, tapi kali ini sedikit kecewa karena lawan menghilang serta para warrior hanya memburu bayang-bayang semu saja.
__ADS_1
“Lihat seminggu yang lalu, tepat di hari ini, bukankah ada pengumuman di dalam game,“ kata Lin Tian sembari menunjukkan tab nya. Dan disitu jelas tertulis pengumuman tentang apa dan mengapa yang terjadi di hari ini sampai-sampai kelompok mereka benar-benar bisa membuat bingung musuh yang sangat kuat serta piawai dalam permainan berbahaya itu. Bagaimana tak berbahaya jika mereka memegangnya saja pakai katana dan pedang super tajam yang jika di bawa ke tempat umum tentu bakalan kena razia. Itu benar-benar akibat membahayakannya senjata tersebut. Sehingga tak boleh sembarangan di bawa atau di pamerkan kepada sesama lawan agar tak saling bacok. Untung itu hanya dalam game. Kalau sesungguhnya, maka orang-orang akan lari tunggang langgang mencari tempat sunyi, sepi, sendiri.
“Bukankah ini adalah event penghijauan biasa? Pemain menyumbangkan uang, pihak penyelenggara menambahkan dana, dan bersama-sama menanam pohon,“ ujar Su. Dan itu tentu hal lumrah. Dimana menanami bumi supaya hijau adalah hal yang sangat menarik. Karena hal ini bisa membuat bumi semakin bersemi, tak gersang karena selalu di keruk hasilnya tanpa reboisasi ulang. Baik itu pada pepohonan yang diambil kayu maupun daun nya, tapi juga tanah tempat mereka hidup di ambil hasil tambangnya agar menjadi bentuk mahal sebuah
“Tunggu dulu. Jangan-jangan kegiatan menanam pohon ini. Yang di tanam bukan pohon sebenar nya,“ ujar Xiaomi Susu. Yang mulai curiga pada apa yang kali ini nampak di pertandingan yang berakhir mengerikan di dalam dunia maya itu. Bagaimana rumput bisa langsung tinggi, sehingga para pemain dengan seenak nya menelusup untuk berikutnya hilang dari pandangan. Dan itu suatu yang sangat mengerikan. Selain tak layak di lingkungan kalau bukan pohon sebesar nya pasti bakalan mengganggu ekosistem yang lain. Misalkan kalau itu hidup akan menghabiskan tanaman yang lain, namun jika hanya sintetik tentu membuat tanah menjadi tak subur makmur gemah ripah loh jinawi, layaknya tanah di sawah yang biasa membuat rumput tumbuh subur namun masih berada dalam control si pemilik sehingga dengan mudah di babat habis dengan tak perlu menggunakan cairan kimia wi yang juga merusak kehidupan yang lain. Karena era sekarang yang sudah terlanjur menggunakan bahan berbahaya itu untuk menyuburkan atau mematikan, ternyata efeknya luar biasa. Kalau subur hanya sementara, tapi jika membunuh bisa berdampak pada generasi keturunan nya yang tak mampu tumbuh dengan normal. Dia akan semakin besar dan hanya mengganggu tanaman lain. Atau justru tak bisa tumbuh karena terhambat oleh zat yang beracun itu. Itulah makanya tumbuhan yang tak sebenarnya ini sangat meresahkan buat para pemerhati lingkungan. Juga para pemerhati permainan. Akibat segala nya tak berjalan lancar. Dan berbahaya buat mata yang selalu kehilangan dimana sosok gendut atau pemain aneh lain nya menghilang dari kompetisi yang sangat menonjol kan kejantanan itu. Itu juga seakan merupakan awal dari kekalahan para warrior yang sangat di dambakan masuk ke final nanti nya.
“Dengan 10 ribu saja, akan bertambah semak-semak kecil di dalam peta game. Begitu juga di kehidupan nyata,“ ujar Lin Tian yang santai saja seakan semua yang dia pikirkan berhasil dan segala teori tentang puluhan ribu itu nyata dalam permainan kali ini. Sehingga tim nya bisa menang banyak untuk mampu berkiprah melawan tim kuat yang sangat piawai sampai posisi sekarang mampu bertahan.
__ADS_1
“Bisa menghamburkan uang sebanyak ini. Juga bisa memenangkan pertandingan. Selain itu bisa melakukan penghijauan. Aku Lin Tian benar-benar tokoh besar,“ ujar Lin Tian dengan senangnya. Dia lalu menyebar uang yang tak seberapa berharga itu supaya menjadi sebuah pemandangan yang menarik. Layaknya bunga-bunga salju yang rontok di musim dingin. Dan luruh bersama datangnya hujan. Di samping itu meskipun uang nya ada pada sistem, tapi dia masih bisa memanfaatkannya untuk kepentingan yang masih di perbolehkan oleh sistem itu. Sehingga dengan leluasa mampu memenangkan pertandingan. Bayangkan kalau tak bisa, maka akan langsung di tahan pemakaiannya. Selain merugi, juga bakalan tak bisa menggunakan dana itu lagi selamanya. Dan itu sungguh memberatkan hati. Serta mempersulit diri sendiri dalam bergerak. Bagaimana seorang bos perusahaan tapi tak bisa menggunakan dana perusahaan untuk keuntungan sebesar-besarnya demi perusahaan tersebut.