Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 301


__ADS_3

“Hari ini….“


Hari ini dengan pemikiran masak-masak serta matang, Direktur Lin mulai dengan aksinya, melancarkan semua rencana supaya tercapai, semua hasratnya.


“Aku pasti akan untung besar,“ ujarnya dengan pemalsuan di segala wajah. Mulai dari kumis palsu yang sangat aneh, seperti ikan lele. Dan kerudung yang sangat ketat, sehingga meyakinkan penyamarannya sebagai seorang asing yang akan mampu menerobos birokrasi kantor tersebut dengan sempurna, juga pakaian yang lain dari biasanya. Membuat penyamaran itu benar-benar sulit di kenali. “Aku akan memanfaatkan barang publik untuk mendapatkan untung besar. Aku sudah merencanakannya dengan matang. Aku akan memberikan surat kontrak pembelian lama gedung Tianlin kepada Yu Chu, lalu berpura-pura mematokkan harga tinggi.“


Itulah rencananya.


Sembari terus menghafalkan, mulai mengetuk pintu kantor yang terbuat dari kaca tembus pandang, dan hati-hati membukanya.


“Kemudian Yu Chu akan memberikan surat kontrak pembelian kepadaku. Setelah itu aku akan menurunkan harga dan menandatanganinya. Dengan demikian, aku bisa membeli gedung ku sendiri dengan harga rendah. Gedung ini akan menjadi milik pribadiku, lalu aku akan kaya raya,“ ujar Lin Tian penuh dengan rencana.


“Silahkan masuk. Mana orangnya?“ ujar petugas.


“Maaf, maaf Direktur Yu aku…“ ujar Lin Tian mulai melancarkan aksinya. Dia mulai dengan sikap sempurnanya untuk mengelabuhi sang direktur yang sangat mudah terperdaya itu.


“Eh, kamu bukan Yu Chu. Siapa kamu?“ Baru terkejut Lin Tian, setelah mendapati bahwa apa yang di temui bukanlah yang di harap.


“Aku adalah wakil dari perkumpulan gedung kantor bersama perusahaan Tiancheng,“ ujar sang gadis yang ternyata bukan yang di kehendaki itu.

__ADS_1


“Perusahaan Tiancheng? Gedung kantor Bersama?“ Lin Tian keheranan.


“Kamu juga boleh menganggap perusahaan Tiancheng sebagai perusahaan penengah,“ ujar wakil itu.


“Wakil Direktur Yu Chu sudah memberikan hak kuasa penuh kepada kami untuk mengurus masalah sewa gedung ini. Ayo, mari kita lihat-lihat.“ Ajaknya dengan ramah kepada siapa saja yang datang.


“Dasar Yu Chu! Tak kusangka kamu malah memberikan tugas yang aku berikan kepada pihak ketiga, dasar pemalas!“ umpat Lin Tian yang marah pada anak buah yang begitu. Sepertinya bakalan gagal semua rencana untuk memiliki kantornya sendiri dengan pembelian yang sudah dia atur. Ternyata si pemalas itu sudah memberikan kepada orang lain yang jauh belum tahu dengan rencananya yang sudah di pikir secara matang.


“Sepertinya rencana pemerasan akan gagal. Aku hanya bisa membelinya dengan harga normal. Aku juga mengerti kantor bersama beberapa perusahaan kecil akan mengeluarkan uang untuk menyewa kantor,“ ujar Lin Tian mulai dengan rencana cadangan yang sudah bersikap pasrah akibat kegagalan yang kemungkinan akan terjadi.


“Hmm.“


“Aku orang kaya, kamu tidak perlu membawaku melihat lagi. Aku langsung beli dua tingkat,“ ujar Lin Tian seraya mengeluarkan uang sebagai tanda persiapan bakalan membeli kantornya sendiri.


“Hah, lima apa?“ kembali Lin Tian terkejut.


“Tentu saja lima meja kerja,“ ujar wakil itu sembari menunjukkan meja-meja kantor yang kesemuanya sudah terisi penuh oleh para penyewa yang sangat antusias dalam memiliki ruangan itu untuk dijadikan hak sewanya. Sehingga akan kesulitan kalau tidak cepat-cepat mengambil bagian dalam mendapatkannya.


“Ini adalah gedung kantor bersama, karena meja kantor sangat terbatas, jadi dua atau tiga meja kantor adalah satu perusahaan,“ jelas wakil sejelas-jelasnya supaya penyewa satu ini paham.

__ADS_1


“Ternyata, ini yang dinamakan gedung kantor bersama!“ ujar Lin Tian uring-uringan sembari membanting naskah kontrak yang yang sudah dia susun rapi.


“Sudahlah, jangan marah, aku mau lima meja kerja,“ kata Lin Tian mengalah. Dia tak ingin membuat kekacauan di tempat tersebut sehingga membuat namanya tercemar dan bakalan ketahuan kalau memang dirinya sendiri si pemilik gedung lama perusahaannya yang tengah menyamar di dalam  balik topeng kumis kecil yang palsu.


“Baik, silahkan ikut aku untuk mengundi meja kerja,“ ajak wakil direktur itu. Dia sangat senang ada pelanggan yang bersedia mengikuti aturan main yang sangat menjanjikan itu. Sehingga aka nada satu lagi yang bersedia dengan harga tinggi yang nantinya akan menguntungkan perusahaan hanya dari sisi penyewaan gedung saja.


#


Ternyata…


Sudah banyak orang yang saling membutuhkan. Mereka penuh berdesak-desakan hanya untuk sesuatu yang sangat penting dan dirasa menguntungkan diri pribadi. Itulah yang membuat semua keheranan. Tapi menjadi tidak heran demi melihat gedung lama Tianlin ini memang mempunyai fengsui yang bagus.


“Aku dapat, aku dapat, aku mendapatkan kesempatan ikut lelang,“ ujar para pelelang dengan senangnya. Seakan mendapat keuntungan luar biasa yang diperoleh dari mendapatkan meja yang di idam-idamkan. Semua ini karena antusiasme para warga yang begitu besar untuk memperoleh ruangan yang memang sangat bagus tersebut.


“Tak kusangka, meja kerja bisa seheboh ini. Benar-benar di luar dugaanku. Acara lelang juga aneh sekali, masa mau ikut acara lelang harus undian,“ keluh Lin Tian. Biasanya kan undian kalau ingin dapat doorprize atau ingin memperoleh hadiah. Baru segalanya bisa dimaklumi. Walau memang karena sangat antusias itu, membuat keanehan menjadi terjadi, sehingga kebingungan sendiri dalam mengatasinya, sehingga salah satu yang membuat segalanya berubah seperti demikian, harus dilakukan perubahan supaya keanehan bisa segera di maklumi. Jadi salah satu yang bisa diperbuat dengan mengundi. Supaya Nampak segalanya adil dan merata. Sehingga tidak ada yang merasa di kesampingkan. Dan hasilnya begitu, yang tak dapat, maka akan kecewa. Serta yang memperoleh undian langsung bisa bersenang-senang.


“Iya, aku sengaja bergegas ke sini dengan pesawat. Alhasil tidak dapat undian, ini sudah ketiga kalinya,“ keluh penyewa yang sudah bersusah payah ingin memperoleh ruang dalam gedung yang menguntungkan itu, terutama di lantai yang sudah sangat di percaya membawa keberkahan bagus, hanya sayangnya, segalanya seakan sia-sia. Hal inilah yang membuat hati menangis sedih sampai berlinangan air mata.


“Acara lelang akan di mulai sekarang. Acara lelang kali ni akan langsung di jaga oleh notaris perusahaan Tiancheng sebagai pihak penyelenggara akan mengambil biaya 15%. Sisanya akan menjadi milik grup Tianlin,“ ujar wakil direktur itu sembari mengetok palu, untuk berikutnya akan main ketok lagi, setelah segalanya berjalan dengan lancar dan sudah ada pihak yang memenangkan undian tersebut.

__ADS_1


“Tunggu, kalau meja kantor begitu langka dan akan di lelang dengan harga tinggi. Bukannya grup Tianlin akan untung besar lagi. Mampus Lah aku!“ ujar Lin Tian sembari membayangkan banyak tragedi yang melintas di depan mata. Sehingga sampai dia memeras kepala supaya tidak sampai terlalu pusing begitu.


#


__ADS_2