Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 38


__ADS_3

“Kalau julukan mobilmu adalah Night Snow, maka aku akan menjuluki mobilku Day Ice,“ ujar Linn Tian dari atas mobil gedenya.


“Day Ice berubah dan serbu! “


Tak…


Membuka. Merangkai. Berubah.


Serbu!!!


Swis…


Bus meluncur dengan cepat. Seakan terbang saja. Demikian kuat mesin tersebut. Serta perubahan yang seakan tak terdeteksi. Menjadi bentuk yang berbeda dari sebelumnya.


“Walaupun tidak ada batasan tapi menarik bus dengan kereta adalah berlebihan.“ Memang aneh. Tapi kendaraan ini menjadi panjang dan memang berlebihan. Mungkin jika dibandingkan dengan kereta yang memang mempunyai kekuatan sangat besar, maka akan membuat bus ini kuat sekali. Baik pengeluaran tenaga, maupun kecepatannya. Sebab kereta sanggup membawa rangkaian gerbong yang banyak, serta mampu melaju secara stabil pada jarak lurus di jalan yang rata. Itu yang membuat seakan kereta sangat cepat. Namun kalau bus sedikit berbeda. Meskipun kecepatannya di tambah, dan kekuatannya maksimum, tetap saja, aspal adalah jalur umum. Dimana mesti ada batasannya. Walau sirkuit sekalipun tetap ada tikungan dan kekuatan aspal dalam mencengkeram roda. Itulah yang membuat bus besar belum tentu punya laju yang cepat juga. Maka akan menjadi beban tersendiri dengan bodi besarnya. Namun jika tak memperdulikan resiko boros, serta deru yang mengerikan, mungkin tetap bisa cepat. Yang akhirnya akan menambah berlipat kali bahan bakar yang dipakai.


“Hahaha bagus sekali."


“Merubah mobil jadi kereta adalah jurus rahasiamu kan?“


Membuka dengan cepat.


“Tapi kamu juga tidak tahu kalau aku juga punya jurus andalan,“ ujar Susu sembari tersenyum. Dia paham akan kekuatan lawan. Dan kali ini dia mengeluarkan kekuatan sendiri yang demikian brilian. Mengeluarkan jurus andalan. Dimana kecepatan akan menjadi faktor utama. Namun selain itu merubah menjadi kendaraan yang bisa melaju dengan cepat serta pada situasi yang serba bisa, itu juga menjadi tujuan utama. Dimana pada tempat sempit juga bisa dilalui.

__ADS_1


Ditekan tombol pada setir.


“Night snow berubah dan serbu!”


Brum!


Menderu kencang. Menjadi motor. Kendaraan yang ramping dan sangat cepat. Sehingga pada tikungan juga masih bisa melaju kencang, tanpa perlu main setir. Hanya dengan memiringkan badan, maka kendaraan cepat akan membelok. Jadi hanya main badan dan lutut saja. Andaikan main setang, maka akan berbahaya. Membuat kendaraan membelok dengan sekonyong-konyong. Sehingga sudut kemiringannya terabaikan. Hal itu tentu membuat roda belakang yang berputar terlampau cepat akan terus mendorong, sementara bagian depan seakan terhenti mendadak. Dan resiko yang didapat adalah kendaraan itu menjadi jungkir balik sebelum akhirnya menyorong dengan kuat dan terbentur pada sebuah benda keras untuk menghentikan lajunya itu.


“NIGHT SNOW 11 PRO MAX.“


“Serang!“


Motor melaju kencang. Tambah kecepatan. Tak bisa dihentikan. Dengan demikian lajunya itu mengurangi hambatan yang diterjangnya. Dan itu menambah laju seakan tanpa halangan. Belum lagi dengan mesin yang besar, maka akan dengan mudah menambah kecepatan seperti yang diinginkan oleh pengemudinya itu.


“Aku akan menang!“ Susu sangat yakin. Kendaraan besar itu tentunya akan kesulitan dengan bermain cepat. Selama ditandingkan dengan motor roda dua yang jelas mesin besar namun tenaganya bisa dimaksimalkan dengan menambah nitrogen sebagai pemutar tenaga yang demikian halus namun bisa menderu cepat.


“Kereta membawa bus.“


Terkejut. Sopir baru itu tak menyangka ada pemikiran seperti ini. “Lin Tian sebenarnya dewa dari mana? Kenapa bisa terpikirkan cara ini?“


“Aku memang kesepian ya, sama sekali tak ada lawan,“ ujar Lin Tian seakan bangga akan keberhasilannya kali ini dimana lawan sudah punah semuanya. Jadi melenggang santai pun bakalan menang. Apalagi kalau cepat-cepat, maka akan dengan segera meluruskan badan sembari bersantai sejenak.


Eh…

__ADS_1


Nampak motor. Dia menoleh pada pengejar. Ternyata masih ada musuh. Itu yang membuat dia tercengang. Masih ada kekuatan yang belum menyerah. Itu menjadi lawan yang mengejutkan. Disaat dia tengah asik dengan pemikirannya sendiri, serta dengan rasa santai akibat tak menyangka masih ada musuh, maka hal ini tentu akan menjadi satu hal yang mengerikan. Perusahaan tentu akan hilang. Dan tokoh jelek disampingnya ini bakalan tertawa lebar, untuk mereguk keuntungan dari dirinya, sembari para klien yang meminta bantuannya akan berhutang budi yang banyak padanya. Itu mesti terjadi. Dan kali inilah harapan besar itu akan muncul. Akan ada pemenang. Yang bukan hanya satu, dia, si sopir ini, juga mesti menang.


“Aku sudah menyiapkan cara untuk melawan mu. Lin Tian kali ini kamu tidak ada cara lagi!“ ujar Susu dengan memacu kendaraan yang berubah itu cepat-cepat. Ingin segera menjangkau garis finis serta mengangkat piala nya. Keberuntungan rupanya sudah ada di depan mata. Sekaligus menjadi juara bertahan yang tak terkalahkan. Sekalipun oleh si hebat Lin Tian, si kuda hitam ini. Baru ikut main masa harus menang, kuda hitam kan namanya.


“Susu hari ini juga mengenakan warna hitam.“


“Hitam? Mananya yang hitam?“


Terkejut dengan apa yang tak terlihat dia, namun oleh mata tembus pandang Bos Lin Tian seakan kelihatan hingga ke bagian terdalam saja. Atau karena gelap, jadi segala warna yang dipakai musuh nampak hanya hitam saja.


“Bos apa kita perlu menambah kecepatan?“ ujar sang sopir yang sudah menyadari kalau mereka akan kalah. Namun dia menang. Menang sendirian jadinya.


“Tidak perlu kita sudah menang,“ ujar Lin Tian sembari menikmati makanan dengan sumpit. Sangat santai dia. Membiarkan musuh menjangkau garis akhir. Ini berarti kemenangan untuknya. Kalau taka da sesuatu…


“Beberapa ratus meter terakhir seperti nya aku sudah menang,“ ujar Susu dengan senangnya. Sembari terus melajukan kendaraannya, tanpa mengurangi kecepatan. Sehingga sudah pasti taka da yang menyusulnya. Yang jelas takut kalau-kalau si licin Lin Tian itu akan menyodok pada menit-menit akhir. Hal yang sudah biasa terjadi. Dimana pembalap akan melakukan kecepatan maksimumnya di seratus meter menjelang finis. Satu jarak dimana musuh sudah merasa menang, serta sudah kehabisan tenaga. Saat itulah balap sesungguhnya dilakukan.


“Sampai. Juara sudah sampai! Benar memang tidak salah menjulukinya ratu juara. Dan mobilnya bisa berubah!“ para komentator terus saja memujinya sebagai yang terbaik.


“Urutan kedua juga sudah tiba. Bus ajaib kamu kalah. Bus pelan - pelan. Sepertinya mobil ini tidak bisa menahan malu dan melarikan diri.“


“Teman teman, silahkan pulang, upah akan dibagikan di depan sana,“ ujar Lin Tian masih dengan senyum mengerikannya. Dimana masih terbayang kalau dirinya sudah menang, walau telah ada yang sampai garis finis sebelumnya, dan kini tengah bangga sembari memandang bus besar yang kalah itu.


Kendaraan bus terus melaju. Bendera kali ini yang ada di garis finis itu, bahkan di buang. Semua tercengang.

__ADS_1


“Gawat.... disini bukan garis finis yang sebenarnya,“ ujar Susu terkejut.


__ADS_2