Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 103


__ADS_3

“Turun hujan memang benar bisa merugikanku. Tapi kalau tidak hujan aku bisa rugi lebih besar dari acara selanjutnya,“ ujar Lin Tian sedih ada hujan di bulan-bulan begini. Ini sangat tak di harapkannya. Sebuah kerugian yang masih sangat kurang. Dan itu hanya semacam kerikil saja. Kurang besar.


“Haha Lin Tian. Kamu juga ada hari ini,“ ujar si rambut kuning terus memantau monitor. Dia yakin tak akan di sadari sama si Lin Tian dengan kecanggihan teknologi kali ini. Karena demikian tersembunyi nya dia berada. Dan semakin kelihatan kalau bakalan menang. Sebab lawan tak tahu dirinya, sementara dia begitu jelas memantau musuh.


“Halo… benar. Ini aku lagi, Lin Tian!“ Halo Lin Tian menelepon. Dia mesti berbuat sesuatu. Jangan sampai ada hal yang membuat dia tak mendapat untung dari kerugian yang Cuma kecil begitu. Makanya agar sesuai dengan segala rencana, itu mesti dilakukan penghentian dan sebisa mungkin mencegah kelanjutannya untuk terjadi. Dan dana dari system segera cair.


“Memanggil bantuan dari luar. Aku mau tahu siapa yang bisa membantumu sekarang,“ ujar operator di balik monitor pengintai itu. Dia terus mengamati gerak-gerik Lin Tian supaya terus bisa membuat dia rugi, kalau perlu bangkrut. Sehingga tak ada saingan lagi.


“Kirimkan beberapa rudal untuk menghancurkan awan mendung untukku. Uang bukan masalah,“ kata Lin Tian dalam telepon. Dia tak ingin hanya rugi sedikit. System nanti tak mau mengembalikan kerugian itu, kan payah. Tak ada untung.


Si botak bingung. “Tapi aku baru saja menembakkan beberapa rudal hujan,“ ujarnya terus terang. Rudal itu demikian mahal dan sulit di buat. Namun kalau mendapat pesanan begini, tentu akan mudah menciptakan lagi, dimana selama ada uang, maka hal sulit itu bisa dilakukan. Sejauh semua ini sesuai kesepakatan. Sebab kalau modal di bebankan pada dia seorang tentu tidak akan jadi.


“Eh…“


Lin Tian kacau. Tak menduga demikian. Si petugas itu memberi info penting padanya. Dan itu mesti dimanfaatkan baik-baik.


“Jangan - jangan… Ada seseorang loyal yang ingin membantuku merugi. Bagus juga siasatnya sangat bagus tapi tidak membantuku,“ ujar Lin Tian yang terbantu namun merasa tidak terbantu sama sekali. Karena pemikirannya tidak sama persis dengan kemauan si orang-orang yang suka membantu di sana.


“Kalau begitu bagaimana? Apa aku harus menusir awan-awan itu?“ ujar petugas biro meteorology yang biasa mengusir awan. Yang kalau di suatu pertandingan maka dia bakalan di gaji mahal.

__ADS_1


“Sekarang aku memiliki ide yang sangat bagus“ kata Lin Tian senang. Benar-benar keberuntungan yang sangat merugi ini.


#


“Awan mendungnya sudah terkumpul. Sebentar lagi pasti akan hujan bad… Salju,“ si pembuat awan terkejut karena yang turun justru salju.


“Mohon perhatan semuanya. Semuanya lihat ke atas awan itu?“ tanya Lin Tian seraya mengacung. Di atas sana banyak menggantung awan yang gelap gulita. Pertanda hujan akan turun. Mendung berarti hujan. Apalagi jenis awan cumulus begini sungguh sangat mungkin hujan. Dimana kandungan uap air telah menggantung di atas dalam titik beku yang sudah tak memungkinkan untuk tetap bertahan menjadi uap. Yang kemudian bakalan mencair. Dalam kumpulan yang besar. Untuk kemudian jatuh ke bumi menjadi titik-titik kecil saja. Sebab kumpulan air besar tadi sudah menabrak hambatan udara dan juga hangatnya permukaan bumi. Membuat air jadi hujan saja. Bayangkan kalau jatuhnya bersamaan, maka akan seperti air terjun rasanya. Yang bisa membuat kepala pening tujuh keliling kalau terkena beban berat itu.


“Wah salju…“


“Salju di bulan Juni.“ Mestinya kan Juni di bulan Juni, ini malah salju.


Semuanya ternganga. Heran. Kenapa tiba-tiba ada salju. Sementara es salju taka da. Dan ini bukan musimnya. Makanya mereka tak mempersiapkan semua itu untuk menangkis serangan dingin suasana.


“Semua makanan berbau busuk ini kalian telah tersia-siakan,“ kata lin tian seolah menyihir.


“Padahal semua makanan ini lezat sekali. Tapi karena baunya busuk sehingga di buang oleh orang. Mereka di sia-sia kan,“ kata Lin Tian seraya menebah dada seolah keluar dari relung hati terdalam. ‘Jadi selanjutnya aku akan menyajikan pertunjukan menarik untuk hadirin. Untuk menyemangati mereka.’


“Ksatria bau busuk Lin Tian!“ ujarnya sembari mengeluarkan jurus andalan. “Berubah!“

__ADS_1


Semua tercengang. Lin tian berubah menjadi yang dia inginkan. Ksatria busuk.


Dia memakai perisai durian anti cedera, baju zirah tahu busuk, cambuk daun ketumbar.


Perisai durian anti cedera, dengan memakai ini di bahunya, membuat dia tak cedera saat ada senjata lawan yang memburu badannya, untuk dia tangkis. Memang sedikit unik. Pakai durian yang berduri. Kalau mahkota ada, ini perisai. Biasanya perisai menggunakan baja, atau caping yang di balik. Karena dengan bahan itu membuat tubuh terhindar dari luka jika ada musuh mengamuk. Bila dahulu hanya menggunakan perisai sebagai tameng, karena senjata mereka hanya tombak atau pedang. Namun sekarang perisai di pakai di tubuh, akibat persenjataan yang memeng semakin canggih serta ragamnya bermacam. Sehingga perisai baja yang hanya menutup bagian depan sudah tidak memadai. Banyak yang tembus pertahannya. Kalau tidak langsung remuk, maka dari sisi lain akan terkena. Misalkan kena ledakan bom, atau tebaran granat paku, maka sisi yang tak terlindung dengan mudah tertembus. Makanya perisai langsung di kenakan ke tubuh. Kalaupun tak tertembus, juga jika mau kencing mudah.


Baju zirah tahu busuk, selain di tembak tak mempan, aromanya itu akan segera enyebar ke penyerang apalagi jika bolong sedikit, maka si penyerang akan mundur dengan kepala pening dan pusing tujuh keliling.


Cambuk daun ketumbar, ini sangat dasyat, apalagi kalau di hantamkan pada lawan, bakalan bisa membuat cedera yang diiringi dengan pedihnya luka dan pedihnya rasa.


“Gagah sekali kan?“ tanya Lin Tian yang bangga pada perubahannya yang mendekati pendekar bertopeng. Namun kelihatannya dia lebih gagah, karena segala yang dia kenakan demikian canggih. Mengenakan perisai, baju zirah serta mempunyai senjata yang lain daripada yang lain. Senjata ini kalau sampai mengenai orang, maka bisa berbahaya. Gawat, dan menjijikkan. Makanya lawan mesti berpikir seribu kali jika hendak melawan dirinya yang sangat super hero ini. Atau jika tak ingin melawan, maka tak harus berbuat kejahatan yang nantinya bakalan bertemu dirinya untuk menjadi villain jelek yang mesti di hancurkan oleh si pahlawan bau itu.


Semua kini tercengang.


“Tak terduga. “


“Ini? Tak sangka…“


Wung wung…

__ADS_1


Lin Tian dikelililngi drone.


“Drone proyektor. 3 keunggulan: keren, mahal, sangat mahal. Tapi bisa klaim dari sisyem.“


__ADS_2