Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 314


__ADS_3

“Ah, aku di sini, aku di sini!” Teriak orang-orang yang selalu bersemangat.


“Semangat Jibao, kami selalu mendukungmu!“ ujar para pendukung yang selalu setia meneriakkan kata-kata penyemangat supaya sang idol itu tidak nglokro dan terus memperjuangkan harga dirinya sebagai pemenang di akhir kompetisi itu.


Jibao terus menampilkan gaya terbaiknya, dengan baju jas warna merah jambu sesuai sifatnya dengan bawahan gelap yang di padu dengan ikat pinggang yang bukan hanya sekedar mengikat celana, namun juga menjadi trend tersendiri dengan menonjolkan sisi terbaik sebuah alatnya.


“Terima kasih semuanya,“ ujar Jibao sembari mengeluarkan senyum simpatiknya.


Sehingga membuat para penggemar semakin klepek-klepek. “Ah, dia melihatku… dia melihatku…“


“Tolong tinju aku, agar aku tahu ini bukan mimpi,“ ujar yang lainnya dengan histeris. Soalnya kalau di tinju sakit, itu tandanya bukan mimpi, namun kalau sakit jangan harap akan terulang lagi. Dan ini menjadi sebuah hal baru dalam dunia fans yang sangat mengharapkan bertemu idola.


“Minggir, minggir… jangan halangi jalan!“ Teriak para centeng yang berusaha membubarkan kerumunan para fans yang dengan gila menutup badan jalan. Dan enggan untuk di bubarkan, walau di berondong oleh rudal balistik sekalipun.


Jibao dengan santainya terus menebarkan karisma paling anggunnya.


“Anjing anjing ini langsung datang saat mencium aromaku,“ ujarnya yakin. Soalnya dia sudah berusaha mencari aroma paling khas dari parfum yang dia pakai. “Mau di usir pun tidak bisa.“


“Mencium aromamu? Bukannya anjing paling suka aroma kotoran?“ rekannya keheranan dengan kata-kata sang idola tersebut.


“Bicara dengan baik! Apa kamu akan mati jika tidak berbicara?“ ujar Jibao tersinggung. Dia tak menyangka manajernya justru berbicara yang terlampau jauh.


“Maaf ini salahku, maaf…“ ujar sang manajer berusaha memperbaiki diri.


“Cek, apa jadwal selanjutnya?“ tanya artis Jibao.

__ADS_1


“Selanjutnya, kita akan pergi acara show lomba langsung,“ kata manajer sembari melihat jadwal padat dari seorang idola yang tengah di gandrungi remaja generasi milenial yang begitu ambisius.


“Show lomba langsung. Lagi-lagi lomba seperti ini untuk menaikkan reputasi. Aku sudah begitu terkenal, tidak perlu ikut lagi,“ gumamnya sembari sedikit mengabaikan acara yang di rasa banyak menyita waktu pentingnya tersebut. Sementara jelas-jelas dia sudah banyak mempunyai fans yang sangat di nanti pada setiap show yang di ikutinya. Begitu banyak yang memujanya, membuat dia mesti berpikir-pikir kala mengikuti kegiatan yang hampir mirip. Serta kalau perlu dia akan banyak meluangkan waktu demi para fans.


“Kali ini berbeda. Kamu bisa bekerja sama dengan artis-artis kelas atas dan Ini adalah acara yang langsung di awasi pemerintah. Jadi bayarannya tinggi!“ Itu yang membuat bersemangat. Sebab apa-apa yang berkaitan dengan hal tersebut bakalan lumayan besar yang masuk ke kantong nantinya.


“Hehe… Kali ini aku harus baik-baik negosiasi, agar mendapatkan bayaran tinggi,“ ujarnya berencana dan sudah langsung memikirkan bagaimana kisi-kisi untuk menjawab persoalan yang lumayan pelik ini.


#


“Ah! Kalian sudah setuju?“ ujar Jibao yang tercengang pada suatu rapat penting kali ini yang bertemu dengan direkturnya.


“Kalian langsung setuju dengan bayaran sebesar seratus juta per hari selama lima hari? Hmm…Hmm..“ Mestinya sebagai karyawan kan harus memiliki nilai tawar yang a lot. Sehingga tak serampangan saja langsung setuju dengan nilai sekedar segitu. Kalau dia yang sudah sangat terkenal langsung menerima harga segitu, bagaimana dengan para yunior mereka yang belum mempunyai nama, pastinya akan di kasih honor tidak seberapa nantinya.


“Iya, kamu tidak boleh turunkan bayaran lagi. Bayaran kalian sudah paling rendah,“ ujar Direktur Lin yang tidak mau karyawannya berpenghasilan rendah, yang nantinya akan membuat citra perusahaan jadi jelek, bahkan menurun njuleg. Ini yang nantinya akan membuat harga diri mereka jatuh.


“Tentu saja. Kami akan membayar uang muka sebesar 30% sesuai aturan. Masa syuting akan ada kamera yang merekam, lalu kami akan menghapus bagian yang terlalu privasi,“ jelas lin Tian seraya mengunyah makanan burger kesukaannya yang secara praktis bisa langsung di pegang untuk bisa di nikmati di mana saja.


Pada suatu event terkenal tersebut,


“Kami akan menilai peserta lomba dari berbagai sisi, lalu orang yang berada di peringkat pertama akan di diskualifikasi,“ ujar panitia membaca peraturan lomba yang terkesan aneh, namun banyak di minati, karena merasa bakalan sanggup mengikuti peraturan tersebut.


“Hanya menyisakan sebelas orang dari peringkat bawah.“


“Lalu membentuk mereka menjadi grup dan memulai debut,” kata manajer. Berupaya mengumpulkan semua peserta dalam sebuah kelompok komunitas untuk saling berbagi rasa.

__ADS_1


“Langsung di tendang keluar dari dunia hiburan,“ ujar Lin Tian yang senang kalau para peserta ini focus dalam grup di banding mesti mencari-cari orang.


“Peringkat pertama di diskualifikasi dan keluar dari dunia hiburan?“ ujar manajer sembari tidak yakin. Bukannya sang artis yang dia pegang sungguh tangguh serta sudah jadi idola buat para awewe di mana-mana sehingga kemungkinan besar bakalan bisa masuk ke peringkat terbaik. Jadi sungguh sebuah kemalangan jika nantinya justru harus meninggalkan para fans yang sudah dengan setia menunggu beberapa jam hanya untuk mengantri.


“Hah…“


“Oh aku mengerti. Semua ini hanyalah teknik pemasaran. Bagus. Kalau mau terkenal tentu saja harus berani menerima tantangan seperti ini,“ ujar Jibao langsung tanggap dengan keputusan panitia yang memang menghendaki apa-apa serba kekurangan serta nilai yang paling belakang. Bukannya nanti akan di bina dengan lebih ketat, sehingga apa yang sebelumnya tak di miliki, maka akan langsung mendapat tempat. Jadi usaha dari perusahaan di rasa sangat maksimal.


“Kamu mau berpikir seperti itu, aku juga tidak melarang,“ ujar Lin Tian.


“Bagus, kita sudah tahu cara untuk terkenal. Hahaha…“ ujar artis bau kotoran itu dengan sangat senang, dan sudah menyetujui persyaratan perusahaan aneh yang dirasa sangat cocok untuk saling bekerja sama dan mencurahkan isi hati serta pengungkapan tentang bagaimana cara menjadi terkenal versi perusahaan Tianlin ini.


“Kalian harus semangat mengikuti acara kali ini,“ pesan direktur Lin. Supaya para peserta semangat dan meraih poin tertinggi untuk bisa dia tendang langsung.


“Pasti…“


Kata para peserta senang.


“Hehe… Aku berhasil menyelesaikan masalah ini dengan cara rugi besar,“ ujar Lin Tian sudah memperoleh solusi terbaik.


#


“Direktur Lin, menurutmu bagaimana untuk mengatur ulang dunia hiburan ini? Apakah kamu ada cara?“ tanya karyawan yang tengah kebingungan.


“Oh, aku ada satu cara. Aku yakin bisa mengusir keluar semua artis berperilaku jelek ini dari dunia hiburan,“ ujar Lin Tian mengutarakan rencananya.

__ADS_1


#


__ADS_2