
Di kantor Tianlin.
“Hari ini, Aku akan membuka proyek baru,“ ujar Lin Tian. Dia kemudian menarik kain penutup sebuah papan nama. ‘Pusat pelatihan pemuda Tian Tianlin.’
Lanjutnya, “Benar sekali, demi membina pejuang baru untuk tim TTL, Aku akan membangun pusat pelatihan Tian Tianlin.“
“Haha, akhirnya aku bisa menindas junior,“ujar Cao Biluo. Benar-benar ospek banget ini anak yang suka sekali plonco anak buah baru yang belum tahu apa-apa supaya takut sama para senioritas.
“Kalau dia benar-benar bisa menjadi junior mu, kemungkinan besar, kamu yang akan di tindas,“ ujar Lin Tian yakin jika anak-anak sekarang bakalan mampu mengatasi para senior.
“Huh… apa pelatihan di sana sangat ketat?“ ujar Cao Biluo yang masih tak yakin jika para Junior yang tak berpengalaman bakalan mampu meladeni tingkah para senior yang sudah terlanjur berpengalaman di dunia masing masing dalam perusahaan Tian Lin itu.
“Tentu saja, dengar dulu siapa saja pelatih yang sudah aku siapkan,“ kata Lin Tian. “Pertama-tama, dasar utama dari kemampuan bertanding adalah pada fisik yang baik. Jadi, aku sudah memilih Zheng Lanbo, seorang pensiunan tentara dari Asia Tenggara, sebagai instruktur kebugaran fisik untuk semua peserta pelatihan.“
Nampak Zheng Lambo seperti Inspektur Rambo yang sangat jago dalam menembak. Dengan tembakan mitraliur dan peluru yang di jadikan kalung selempang dari pundak hingga tersambung secara melingkar di badan nya. Senapan yang sangat canggih. Mungkin setara dengan Tomson, gempi, atau AK. Yang kesemuanya merupakan senjata andalan dan pernah berjasa di jaman nya. Serta ikat kepala merah putih yang membuat rambut panjang nya begitu rapi.
Maka di mulai pelatihan itu. Tubuh yang semula tak berbentuk, lama-lama menjadi indah dengan kondisi yang sangat kuat serta sanggup melakukan permainan sangat hebat nya. “Hari penuh semangat, di mulai dari berlari 3000 meter. Kemudian lompat jauh, lompat tinggi, tolak peluru, berenang.“
Kemudian mereka baru boleh sarapan. Tentunya setelah melakukan pelatihan yang sangat berat. Dalam kondisi lemah, letih, lesu, tentu makanan apapun bakalan terasa nikmat. Untuk mengembalikan tenaga yang hilang terkuras. Sehingga pada akhirnya bakalan bisa membentuk tubuh yang sehat dan kuat. Mensana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat juga. Walau terkadang ada anomaly yang terjadi, dimana orang gila justru tak pernah terkena penyakit menular yang berbahagia walau tanpa masker dan tanpa kekhawatiran akan dirinya. Bahkan tak pernah merasa dingin kala berpakaian seadanya, lontang lantung di jalanan ibu kota.
“Sebelumnya koki yang kita pakai tidak sesuai dengan selera pemuda. Sehingga aku mengundang ahli gizi profesional untuk membuat hidangan sehat,“ ucap Lin Tian. Dalam pikiran nya makanan perlu sangat sehat, walau hanya dengan jagung, telor, sawi, asal di masak dengan betul akan terasa khasiat nya buat kesehatan.
“Aku jadi teringat akan rasa takut di dominasi oleh salad kebugaran, yang meskipun bergizi dan sehat, sebenarnya adalah makanan babi,“ keluh Qian Duomei.
__ADS_1
“Setelah makan, mereka bisa mulai berlatih. Setiap hari akan ada tugas lari di tangga, serta pertandingan melawan tim semi professional. Waktunya 8 jam. Yang tidak mencapai target, tidak boleh pulang,“ jelas Lin Tian.
“Kalau begitu apa tidak terlalu menyiksa?“ ujar Qian.
“Sama sekali tidak. Kalau merasa dirinya bisa bermain dengan baik, maka sudah seharusnya menerima berbagai tantangan dari sebuah game,“ ujar Lin Tian.
“Kalau aku setiap hari seperti itu, pasti semuanya akan kehilangan,“ kata Cao Biluo.
“Sehingga sudah saat nya aku Qian Pinru muncul,“ ujar Qian Pinru dengan pakaian merah nya.
“Benar sekali, bekerja selama itu sudah saat nya untuk bersantai,“ kata Lin Tian.
“Jangan-jangan ada pertunjukan artis profesional,“ ujar Cao Biluo menduga.
“Tentu saja pertunjukan mereka tidak bagus, maka akan di hukum,“ kata Qian Pinru.
“Sejujurnya, mungkin saja hukuman itu adalah sebuah hadiah,“ ujar Lin Tian yang merasa kalau dirinya yang kini tengah menerima hukuman dengan cambuk api dari Qian Pinru.
“Kamu tidak beres,“ ujar Qian.
Lalu tanya Qian Duomei, “Aku ada pertanyaan, apa ada orang yang akan bergabung, kalau seperti itu?“
“Asalkan dia sepenuh hati ingin bertanding di pertandingan profesional, datang saja. Kita sudah untung,“ ujar Lin Tian yakin. Walau dalam hati ngedumel, ‘Kalau masih ada orang yang mau bergabung aku akan membalik namaku.’
__ADS_1
“Ternyata begitu, aku mengerti,“ ujar si kembar.
“Eh, apa lagi yang kamu mengerti?“ tanya Lin Tian.
“Lin Tian, kamu ingin membuat topik dari pengaturan yang ketat ini. Sehingga, nantinya akan membuat nama TTL semakin bersinar,“ jelas Qian Duomei sangat paham.
Lin Tian hanya mendengus.
“Tapi, harus bayar berapa untuk bergabung dalam pelatihan tersebut? Pengaturan seperti ini, mana ada orang yang mampu membayar nya,“ ujar Cao Biluo yang merasa kalau mendatangkan pelatih saja sudah demikian berbobot, apalagi dengan personal yang demikian canggih dan sudah sangat berpengalaman di Asia Tenggara serta malang melintang di pertempuran yang sangat melegenda. Pasti nya sangat mahal untuk itu. Tapi bagaimana lagi ini rencana dan keputusan ketua yang pendanaan serta segala yang aneh sudah dia pahami tentunya. Sehingga dalam perjalanan nya nanti pasti sudah diperhitungkan secara matang. Baik untung ruginya. Serta bagaimana kalau benar rugi, tentu sudah ada dana lain untuk menalangi defisit dari suatu program yang tak bagus kondisi nya.
“Sehari 1 yuan,“ jawab Lin Tian. ‘Xiao Qian tidak mengijinkan ku untuk tidak menarik biaya, aku terpaksa menarik biaya seminimal mungkin.’
“Pantas saja, aku mengerti,“ ujar Qian Duomei sangat paham.
“Koneksi kalian, saudara kembar, kuat sekali.“
“Satu hari 1 yuan, berarti 80 % dari peserta tidak akan bisa bertahan dan akan mengundurkan diri dari pelatihan di hari berikutnya. Kami tidak menipu uang mereka sedikit pun, hanya memberi kan peringatan pada mereka.“
“Terserah apa yang kalian pikirkan.“
“Serahkan desain dekorasi pusat pelatihan padaku. Dijamin selesai dalam waktu seminggu.” Apa sih yang sulit kalau sudah ada ruang nya. Tinggal menghias, maka bakal menjadi suatu yang sangat bagus. Serta kemudian akan layak untuk ruang berlatih serta tidak membosankan. Apalagi desain dekorasi nya sama yang sudah berpengalaman, maka bakalan menjadi semakin bagus dengan pendanaan yang bisa di perhitungkan.
“Semuanya ayo mulai. Masa depan cerah tim TTL sedang menunggu kita. Serahkan dekorasi pesat pelatihan pada ku, dijamin bakal selesai dalam waktu seminggu,“ ujar Lin Tian penuh dengan semangat berapi-api, namun dalam hati dia hanya bisa ngedumel, ’Jika pusat pelatihan ini masih populer, aku akan memakan keyboard.’
__ADS_1