
Di sebuah pantai yang indah di waktu yang tempat, nampa matahari yang besar tak seberapa panas, akibat efek sudut yang sangat iring. Disitu dua karyawan baru Tianlin yang tengah menikmati masa cuti kerja selama tiga harinya.
“Tidak disangka, setelah kamu datang, Direktur Lin menambah cuti adaptasi pegawai baruku 3 hari lagi untuk menemanimu,“ ujar Luo Ningning sangat menikmati kebaikan hati direkturnya yang memberikan waktu lumayan panjang. Sehingga bisa lebih leluasa dalam bersantai dan menikmati indahnya panorama. Sembari meminum minuman yang lagi booming dan main HP sepuasnya, sejauh masih ada baterai saja. Soalnya wifi dan kuota tinggal pakai sepuasnya. Maka membuat itu semua sebagai suatu pekerjaan awal yang sangat menggiurkan. Melebihi indahnya hanya sekedar ain game saja.
“Tapi aku juga khawatir dengan benefit sebagus ini. Jangan-jangan pekerjaannya akan sangat sulit,“ ujar Shishi sembari menekan tombol HP supaya saat mengambil gambar itu demikian cantic dan sangat fokus.
“Ini tampang khawatir mu. Masih mengenakan kemeja bunga-bunga dan celana lebar sambal selfie dengan minum minum. Hari ini adalah hari pertama kerja,“ ujar Luo Ningning terus menyeruput lemon jus nya sembari menata muka agar saat diambil gambar tetap menjadi gambar terbaik yang di raih.
“Bukankah kamu juga sama saja?“
“Itu, itu karena perintah Direktur Lin, jadi harus melakukannya,“ jelas Luo Ningning.
“Beliau sudah berkata: ‘Ah persyaratan pakaian. Tidak ada.’“
Lalu kata Lin Tian, “Tunggu dulu ada. Persyaratan dalam pakaian adalah, anggap saja kerja kalian sebagai liburan. Pakai apa saja yang kalian inginkan.“
“Aih, entah kapan Direktur Lin akan datang.“
Namun tiba-tiba….
“Peraturan baru grup Tianlin. Pertama….“
__ADS_1
Ujar Lin Tian, “Tidak boleh ada kata terlambat dalam kerja karena kehidupan adalah milikmu. Tergantung bagaimana caramu mengaturnya.“
“Apa kalian melihat tanah kosong di seberang villa itu? Itu adalah pekerjaan kalian,“ kata Lin Tian yang menunjuk lokasi sangat jauh. Dimana Nampak tanah sangat luas. Dan rumput hijau memenuhinya, seakan memanjakan mata. Dimana hamparan tersebut meneduhkan pandangan. Namun bukan untuk mengerjakannya menjadi sebuah rejeki yang menghasilkan. Karena masih menjadi sebuah hal yang membingungkan kalau tiba-tiba lokasi demikian mesti di ubah menjadi sebuah pekerjaan. Mau jadi apa? Kalau di buat mall tentu membutuhkan waktu yang tidak pendek. Juga dana yang sangat besar demi terwujudnya banyak hal itu. Belum lagi bangunan yang sangat megah dan berdiri di sana, pastinya akan sangat sulit mewujudkannya. Belum lagi ongkos pekerja dan peralatan yang memadai. Kalau di kerjakan berdua, mana sanggup. Lalu jika hanya di buat lapangan golf, pasti bakalan sulit menatanya. Serta mesti menanam rumput yang bagus menggantikan rumput yang sudah ada, terus menata bagaimana semua itu bisa tampak menarik. Ini juga bukan hal yang mudah. Terus kalau di buat tambang juga belum tentu menghasilkan, taka da emas permata di situ. Juga sulfur dan nikel, yang semuanya akan kesulitan. Paling banter jika di buat tambang batu bata yang bisa lancer kala ada air dan cetakan untuk membentuknya. Hanya kesulitan soal pembakaran saja supaya tanah itu menjadi matang kemerahan.
“Eh, jangan-jangan memperluas apartemen.“ Itu yang memungkinkan. Sehingga akan menjadi hunian yang sangat mewah. Sehingga bakalan menjadi sebuah tempat yang sejuk dan asri. Jauh dari polusi dan panasnya kota. Serta dalam pembuatannya tak harus terlampau menjulang tinggi. Demi terpenuhinya lokasi tanah yang sangat luas itu, bisa saja di bikin yang sedang saja, semisal dua lantai atau tiga, demi memenuhi seluruh tanah. Sehingga nanti bakalan bisa di fungsikan sebagai tempat kegiatan lain yang berikutnya bisa memenuhi kebutuhan yang bukan hanya suatu pekerjaan akan tetapi bisa sebagai lahan refresing di kala telah lelah seharian bekerja.
“Tapi, apartemen baru itu, hanya ditinggali kita berdua. Apa tidak menunggu sampai penuh dulu baru melakukan perluasan?“ Sambil membayangkan jika lahan seluas itu menjadi apartemen yang megah, dan hanya mereka berdua, sungguh sebuah hal yang membuat kebingungan juga.
“Tidak, tapi adalah grup pembangunan gedung baru grup Lintian.“
“Tidak, kami sama sekali tidak pernah mempelajari ilmu pembangunan. Bisa ada masalah kalau mendesainnya sembarangan,“ ujar Ningning panik. Bagaimana kalau benar. Dengan desain yang biasa saja. Tanpa memperdulikan struktur bangunan, komposisi bahan, serta sirkulasi air yang tepat. Bukankah hanya akan menjadi suatu yang kacau. Walau dalam game sering juga memainkan game membuat bangunan, atau merobohkannya dengan beberapa tembakan, akan tetapi dalam dunia nyata hal itu belum pernah dilakukan. Yang dapat saja nanti hanya akan menjadi sebuah kekacauan, yang bukan hanya membuang banyak biaya, namun akan lebih memalukan perusahaan.
“Tidak perlu khawatir akan desainnya, kita lakukan bersama,” ujar Lin Tian memberi pengharapan agar semua dilakukan tanpa perlu kuatir serta tetap tenang menghadapi semua itu.
Drone itu terus meluncur di atas mereka, serta memberi gambaran semacam denah yang sangat canggih dalam melukis rancangannya.
“Ini adalah….“
Keduanya tercengang.
“Lapangan parkir labirin,“ ujar Lin Tian. Terlihat sebuah sketsa tentang lapangan parker yang sangat rumit. Hal ini seperti dalam perangkap ikan saja. Siapa yang sudah masuk akan sulit keluar. Begitulah permainan ini. Jadi kalau mobil masuk, maka mereka akan berputar-putar terus dan kesulitan keluarnya. Bagi yang berhasil menjangkau pintu keluar, pasti akan sangat bangga, mampu memecahkan permainan rumit tadi. Tapi yang kesulitan, bakalan marah-marah yang memuncak, bahkan sampai darah tingginya menanjak. Hingga akan sampai pusing tujuh keliling di rasakan.
__ADS_1
“Parkir. Mencari tempat parkir adalah sebuah masalah yang membuat orang sakit kepala. Karena itu lahirlah parkiran labirin ini.“
“Tapi dengan labirin ini, bukankah makin mempersulit pencarian tempat parkir dan membuat orang semakin kesal?“ ujar Shishi.
“Tapi bagaimana kalau ada hadiah jika kamu bisa memecahkan labirin ini,“ ujar Lin Tian sembari membayangkan ada hadiah dengan isi yang bermacam-macam. “Contohnya, suatu hari aku menyetir sendiri ke tempat kerja, lalu masuk ke parkiran labirin dan menabrak sebuah kotak harta karun virtual. Kemudian datanglah hadiah.“
Cuti 1 minggu.
Kenaikan gaji.
“Hahaha, selain bisa menunda waktu bekerja para karyawan aku juga bisa menghabiskan dana pensiunan. Aku benar-benar berbakat.“
“Aku ada pertanyaan, setelah kami menemukan tempat parkir bagaimana cara kami keluar dari parkiran?“ tanya Luo.
“Eh… Ini jalan saja sendiri. Lagi pula ini semua termasuk kegiatan internal perusahaan,“ jelas Lin Tian.
“Aku juga ada pertanyaan, kami tinggal di apartemen dan gedung baru hanya di seberang saja, kenapa kami harus menyetir?“ ujar Shishi.
….
“Ah aku dibantah.“ Gumam Lin Tian. “Tidak perduli! Kelak perusahaan akan mengirimkan mobil untuk kalian. Dan kalian harus mengendarainya. Selanjutnya, Merencanakan lantai pertama kantor baru!“
__ADS_1