
Kembali beralih ke kantor guru, dimana Guru Chen menghabiskan hari-hari nya di sini selama tidak ada kelas.
“Belakangan ini aku tidak membeli barang apapun,“ ujar Guru Chen yang memang banyak disibukkan oleh berbagai peristiwa yang sangat rumit. Mulai dari perampokan, lalu kontrak yang aneh. Dan kali ini mesti menata ruangan agar lebih bisa ditempati dengan nyaman.
Dalam kotak berisi potongan kertas.
“Ini…“ Bu Chen kaget. “Ini adalah kontrakku yang sebelumnya. Sobek sampai seperti ini. Berarti sudah jadi sampah,“ ujar Guru Chen. Berarti kontraknya sudah hangus. Dan dia tak terikat lagi. Memang sangat mengherankan. Bisa demikian. Padahal kemarin sang Bos demikian ngotot masih berusaha mendapatkan dirinya. Tapi apa mau dikata, ini juga sebuah hal yang sangat menyenangkan hatinya.
“Ada satu surat lagi!“ Dia lalu membuka surat itu. Tentang Perusahaan manajemen artis Tian Tian Lin yang kali ini mengajak Kontrak dengannya tentu dengan Biaya kontrak yang menggiurkan.
“Tian Tian Lin. Member VIP yang beberapa hari lalu memberiku lebih dari 24 ribu pesawat emas,“ ujarnya sembari mengingat-ingat kejadian sebelumnya yang dengan royal memberinya banyak dukungan sehingga membuatnya selain terkenal juga Follower yang lumayan.
Di intip oleh sosok perempuan pirang. Kayaknya Xiaoli. Yang naik pohon. Sebab siapa lagi kalau bukan dia, orang perempuan cantik dan sedikit bahenol, tapi kelakuannya seperti itu. Suka naik-naik pohon, dan kalau menendang musuh bisa membuat kepala lawan terpental.
Lin Tian santai di bawah nya. Sembari menunggu kabar dari Xiaoli.
“Apa guru Chen sudah tanda tangan?“ tanya Lin Tian dengan santainya. Namun sangat berharap. Sebab masih membutuhkan beberapa orang lagi untuk memenuhi target.
“Tentu saja. Dengan fasilitas sebanyak itu ayahnya sekarang butuh operasi. Dia membutuhkan banyak uang. Video live saat aku memberikannya hadiah membuatnya memiliki banyak pengikut. Penontonnya juga meningkat,“ kata Lin Tian.
__ADS_1
Lanjutnya, “tidak masalah membuat Guru Chen menjadi peringkat tiga besar. Sekarang aku tidak bisa memberikan hadiah. Terpaksa aku harus memakai uang cash untuk mengontrak juara Dua dan Satu.“
Dia lalu menekan HP. Mengontak.
“Pertama-tama aku harus membereskan host tingkat pertama.“
Cao Biluo tengah live. Dengan jumlah penonton 14,39 juta. Banyak yang komentar dalam status live nya itu.
“Sekarang aku harus mencarinya untuk negosiasi.“
Lin Tian tergesa-gesa meniti tangga dan berusaha menghubungi Cao Biluo di ruangannya. “Berapapun harganya aku harus mengontraknya.“
“Eh kamu tidak menawar dulu?“ Lin Tian keheranan. Dia merasa aneh dengan artis papan atas ini yang tentu berada di urutan atas. “Kamu adalah host peringkat pertama.“
“Aku merasa, kakak adalah orang baik. Tidak mungkin menipuku.“ Cao Biluo memeluk Lin Tian. Sebuah kegembiraan dari seorang anak yang merasa diperlakukan demikian baik, sehingga merasa sangat senang dan meluapkannya dalam sebuah gerakan yang sudah umum di praktekkan oleh seseorang dalam lingkup yang lumayan luas. Cao demikian senang. Tentu saja membuat Lin Tian juga merasa hal yang sama. Apa yang diberikan sebuah hal yang sangat manis diterima oleh orang itu. Makanya dia juga turut larut. Dalam bayangannya, akan menjadi satu rejeki untuk bisa melangkah lebih lanjut pada rencana selanjutnya. Terutama untuk menuntaskan apa yang sudah diinginkan jauh-jauh sebelum waktu itu. Sehingga tinggal memerlukan satu lagi, maka tantangan sudah bisa dianggap teratasi.
“Haha nona ini memiliki potensi,“ ujar Lin Tian malu - malu dengan pipi merah nya.
Tak disangka semudah ini mendapatkannya kemenangan di depan mata, ujar Lin Tian.
__ADS_1
‘Lin Tian, Lin Tian…. Kamu telah mengundang serigala masuk ke rumah, lihat bagaimana aku akan membereskan mu,’ gumam Cao Biao dengan senyum serigalanya. Serigala cenderung menjadi sosok nakal, antagonis, pada berbagai kisah. Dia seringkali dianggap jahat, yang suka membuat sengsara tokoh utamanya. Barangkali saja sri penguasa dan gala hutan. Sang penguasa hutan.
“Kakak aku bersulang untukmu,“ ujar Cao.
“Ayo minum. Tidak mabuk, tidak pulang,“ ujar Lin Tian yang larut dalam kegembiraan. Sehingga membuat dia lupa diri.
“Mulai beraksi,“ ujar orang tua gundul. Cao mengangguk. Paham. Akan melanjutkan rencana. Semua orang sudah pasti akan berhasil mereka kuasai. Sebuah komplotan yang sangat berbahaya. Sehingga bagai orang masuk ke liang serigala, dimana hanya akan menjadi mangsa yang empuk. Dan itu terjadi pada Lin Tian. Seorang pemuda baik hati, namun kali ini terbentur pada persoalan dimana orang yang dianggap lembut ternyata berhati serigala. Yang sanggup mencabik-cabik tiap jiwa yang datang kepadanya.
Xiaoli keheranan menatap bus yang dimasuki seseorang. Ataukah orang itu yang tak tahu? Kalau bus tuan muda Lin Tian ini ada yang menjaga. Seorang cantik yang sakti mandraguna. Dengan berbagai pengalaman tempur yang sudah demikian teruji. Dimana banyak musuh yang telah dia tumbangkan. Dan itu tidak cukup untuk membuat orang satu ini tak mengurungkan niatnya, jika belum merasakan sendiri. Orang itu mengeluarkan sesuatu. Nampaknya sebuah benda yang bisa membahayakan pemilik bus mewah ini, Lin Tian. Karena dialah yang tengah diburu.
“Pergerakan mu sejak awal sudah tercium olehku. Ingin menjebak tuan muda lewati aku dulu,“ ujar Xiaoli. Dia tak ingin ada apa-apa pada Lin Tian. Makanya langsung bergerak. Tak disangka, lawan Lin Tian bertambah lagi. Kali ini bukan sebuah perkara mudah untuk menemui wanita cantik nan lemah lembut didalam sana untuk dijadikan rekan bisnis nya. Ternyata harus melewati orang-orang ini dulu jika rencananya ingin sukses. Dan sekarang dia lah yang bakal berhadapan dengan kekuatan yang belum diketahui ini.
Hleb!
Sesuatu yang beracun menembus tengkuknya. Panah atau jarum. Xiaoli tidak main-main. Dia langsung menggunakan alat canggihnya ini guna melumpuhkan lawan yang hendak berlaku curang. Terkadang alat ini dilepaskan menggunakan peralatan tertentu, semacam busur, sumpit atau senapan. Namun bagi yang telah terbiasa, maka akan melemparkannya hanya dengan memakai lemparan tangan saja. Dan itu sudah memiliki kekuatan dalam menembus daging seseorang. Belum lagi akan ketepatannya yang sudah teruji, membuat senjata rahasia ini akan terarah ke daerah mana yang bisa melumpuhkan seseorang tanpa membuat orang itu mati atau terluka parah yang terbuka.
“Kamu… Kamu kebal terhadap obat bius?“ Xiaoli yang kini jadi keheranan. Ada orang yang demikian kuat menahan obat bius dengan dosis tinggi yang jika orang biasa tentu sudah terkapar mencium bumi.
“Obat bius? Sejak awal aku sudah kebal. Sepertinya kamu tidak tahu aku siapa. Aku adalah Maori,“ ujarnya setelah melepas baju ternyata dia bukanlah orang tua yang keriput tapi badannya demikian kuat dengan otot yang sangat bagus. Menandakan kalau dia ini begitu ahli merawat tubuh dan tak menutup kemungkinan kalau dia ini juga demikian jago dalam olah bela diri.
__ADS_1