Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 52


__ADS_3

Qian Duoduo waktu belajar tidak ada masalah.


Qian Duoduo waktu olahraga juga tidak ada masalah.


Qian Duoduo waktu makan juga tidak ada masalah.


Qian Duoduo dalam perjalanan pulang juga tidak ada masalah.


Lin Tian terus saja mengamati setiap gerak-gerik dari karyawan nya yang satu ini. Segalanya berjalan lancar. Tak ada satupun yang kelihatan janggal.


“Bagaimanapun identitas Qian Duoduo sepertinya tidak ada masalah. Apa benar-benar ada bug di dalam sistem? Lebih baik pergi dulu ke perusahaan Tian Tianlin dan membuat rencana dengan yang lainnya.“


#


Di kantor pusat Tian Tian Lin. Pada gedung yang menjulang tinggi, sungguh sangat apik kala bangunan tersebut sudah jadi. Ujung runcing pada bagian atasnya benar-benar mencakar langit. Sangat tinggi, sehingga tak kalah dengan sebelahnya yang juga merupakan gedung-gedung tinggi dan mewah. Juga dibangun dengan arsitektur yang unik, dengan perancangannya yang sangat hebat dari arsitek kenamaan Lin Tian. Sehingga saat orang-orang melihatnya bakalan langsung kagum. Serta bisa betah untuk tinggal di dalamnya. Apalagi jika menjadi karyawan, tentu akan nyaman. Dengan kondisi yang serba lux demikian, maka sudah pasti di dalamnya juga mengimbangi. Tidak hanya bagian muka saja yang dibuat mewah, namun dalamnya kacau, pastinya untuk perusahaan sebesar itu akan malau kalau dalamnya berantakan.


“Setiap kali tiba di perusahaan selalu ada berteriak demi aliansi. Ada apa sebenarnya?“ ujar Lin Tian terus masuk ke ruangannya.


Pintu Terbuka.


“Direktur Lin.”

__ADS_1


Karyawan menyambut dengan ramah. Mereka sopan-sopan kala atasan datang melewatinya.


Merah, biru, renda, macam macam warna BH. Tentu saja pemandangan yang warna warni dan menggairahkan Nampak pada mata tembus pandangnya. Seakan panji-panji yang terpajang di pinggir jalan yang dipakai buat memeriahkan acara hari besar atau menyambut tamu agung. Hanya kali ini hanya dia yang bisa melakukan itu.


“Membuka perusahaan adalah benar-benar hal yang baik. Lebih bagus lagi dengan adanya mata transparan. Tunggu dulu… Motif beruang ini aku pernah melihatnya berkali-kali.“ Lin Tian keheranan. “Qian Duoduo kenapa kamu ada disini?“


“Supervisor Qian Duoduo adalah yang paling aktif di antara kita. Dia sudah disini sejak pagi,“ ujar karyawan lain melapor tentang keberadaan supervisor nya itu yang demikian rajin semenjak pagi di setiap harinya selalu berusaha untuk yang paling baik.


“Ada yang tidak beres. Jelas-jelas aku sudah seharian mengikutinya. Tidak mungkin dia disini sejak pagi.“


Melihat. Jarak dekat. Teliti. Sampai mukanya hampir menyentuh. Untuk sekedar memastikan kalau ada orang yang menyamar.


“Duo duo tadi pagi penampilanmu berenang bagus sekali,“ ujar Lin Tian memuji saat berada di kolam renang yang begitu terbuka. Sehingga dia melihat Nampak sedap dipandang mata, serta kepiawaiannya itu dalam melakukan olah raga air sangat memukau, membuat terpana setiap pengunjung.


“Maaf aku yang salah ingat,“ ujar Lin Tian menyadari kekeliruannya. ‘Apa dia hanya pura-pura kalau begitu aku akan terus menanyainya.’


“Oh iya tadi pagi aku sudah blang akan mentraktir mu makan tahu pedas ayo kita pergi,“ ujar Lin Tian lagi. Itu adalah tawaran yang menyenangkan bagi anak buahnya yang cantik diajak makan sama tuannya, karena jarang-jarang hal itu terjadi. Kecuali jika karyawannya sangat istimewa. Demikian saja.


“Direktur Lin jangan bercanda lagi. Tadi pagi kamu bilang akan mentraktirku makan roti panggang labu,“ kata Duoduo. Dia heran, kali ini bos nya itu sangat pelupa. Kenapa bisa begitu. Beberapa kali pertanyaan selalu saja keliru. Ini tidak baik. Jangan-jangan anak itu terlampau capek untuk mengurus perusahaan sebesar ini, atau justru kebanyakan minum jadi demikian pelupa. Sampai otaknya ikut meleleh terbakar alkohol.


‘Sih… tidak mungkin bahkan inipun dia tahu.’ Gumam Lin Tian yang masih tetap belum mengerti mengapa bisa anak buahnya demikian tanpa dia ketahui permasalahannya. Kalau tidak segera dituntaskan, niscaya hadiah tak bisa diambil. Dan itu berarti kerugian besar dari dirinya oleh sistem yang selama ini sudah memberi misi yang sangat sulit. Untuk itulah dia mesti bisa membuka kedok dibalik gagalnya pengambilan hadiah itu. Dan salah satu yang mulai memberikan hasil adalah keberadaan karyawan satu ini. Yang hampir sempurna dalam perjalanan di kesehariannya selama dia menyelidikinya itu.

__ADS_1


“Direktur Lin ada beberapa kontrak rambut palsu yang perlu kamu tanda tangani. Cepat tanda tangani lah,“ ujar Qian yang berusaha bekerja dengan baik. Jangan sampai hal ini terlewat lagi. Sehingga saat Lin Tian pergi lagi, maka tak jelas akan dating kemudian. Sehingga pengiriman juga akan terlambat, bahkan pesanan dari para pelanggan sudah jelas tak tersalurkan dengan baik.


“Bagus, bagus Duoduo, tetap semangat ya,“ ujar Lin Tian memberi semangat pada anak buahnya yang telah bekerja dengan penuh ketekunan dan ketelitian. Sehingga bukan saja sisi negatif yang dilihat oleh atasan, tapi juga memberi aplaus buat yang bekerja dengan rajin. Sehingga anak buah akan merasa nyaman serta tidak merasa di nomor dua kan.


“Akhirnya aku mengerti. Di dunia ini ada dua Qian Duoduo,“ ujar Lin Tian yang sudah paham akan misteri kenapa sistem selalu gagal memberi hadiah kala di buka. Ternyata demikian ada kembar. Kembar identik antara dua saudara itu. Sehingga gerak-gerik dan segalanya serupa.


Brak!


“Apa? Ada dua Qian Duoduo? Apa yang terjadi sebenarnya?“ ujar guru Chen Zillin. Dia tak paham juga. Selama ini sepengetahuan dia Qian hanya seorang, yang selalu rajin, dan segala pekerjaannya beres. Karena dating juga tepat waktu, dan pulang bersama-sama yang lain. Bahkan cenderung berlebihan. Ini karyawan teladan. Mengapa kali ini ada berita demikian yang membuat dirinya ikut bingung.


“Detailnya lebih baik biarkan mereka sendiri yang memberitahu kita,“ kata Lin Tian.


“Apa dia akan jujur?“


“Tentu saja, aku sudah mengaturnya,“ jawab Lin Tian dengan pasti. Dia sudah mengatur rencana, agar kedua karyawannya itu berlaku jujur untuk persoalan yang sebenarnya tak kentara, namun sangat berarti untuk mengambil hadiah keberhasilannya yang sudah mencapai target. Kalau tidak demikian, maka hadiah tak bisa diambil. Bahkan misi berikutnya barangkali tak akan muncul. Sebab misi selanjutnya didasarkan pada keberhasilannya menyelesaikan tugas sebelumnya. Kalau tugas itu tidak tuntas, bakalan menghambatnya.


Sementara itu di lain tempat, dua Qian Duoduo saling membicarakan permasalahan mereka yang sudah mulai terkuak oleh bos nya.


“Lin Tian mulai mencurigai kita.“


“Bagaimana kalau kita jujur saja?“

__ADS_1


“Belum saatnya, aku masih ada cara terakhir.“


__ADS_2