Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 283


__ADS_3

Hujan deras.


Tak terbayangkan, betapa mencekam kala itu. Dimalam yang sunyi ini. Dan rintik terus saja turun. Membuat pandangan tak bisa jauh, muram, dan sorot lampu terangnya tak mampu menembus kepekatan hujan itu. Sehingga langkah mesti hati-hati, pelan mungkin. Asal saja bisa merayap. Dan itu harus terus dilakukan sepanjang masih sanggup untuk melangkah.


Dalam mobil yang mewah tersebut, menghadapi banyak masalah. Selain suhu yang dingin di luar, mesin menjadi semakin panas. Apalagi terus menerus di gas, namun kecepatannya pelan. Sehingga hanya main gas dan rem. Belum lagi mesin pendingin yang di usahakan stabil. Menjadikan beban terlampau besar di mesin. Hingga kemudian membuatnya semakin panas, sampai mengeluarkan asap tebal, yang membaur dengan pekatnya hujan di luar sana.


“Sial! Mobil ini bermasalah di malam selarut ini! Semuanya salah perusahaan tidak menerima claim penginapan, walaupun harus melakukan rapat di kota sebelah,“ ujar karyawan kemalaman yang terus mengeluh akibat situasi sulit yang tengah di alami dalam kepanikan akibat kendaraan ngadat itu.


Tentu saja bakalan nyaman, andai saja sebelumnya menginap dengan biaya besar dari perusahaan, tentu tak mengalami masalah begini. Dan tengah santai dalam tidur yang panjang akibat kelelahan. Dibandingkan dengan di sini, sudah malam gelap, semakin pekat oleh guyuran hujan, sementara kendaraan tak bisa melangkah barang sejengkal pun. Hingga akhir nya terdiam dalam kepanikan.


“Cepat lapor polisi, mencari bantuan dari mereka,“ ujar sang karyawan sembari membuka HP dan mulai memencet tanda gawat dari pihak keamanan supaya bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah yang tengah di hadapi itu.


Namun dalam HP itu tertulis, “Baterai tidak sisa. 1% tidak mencukupi. Tutup…


Itu yang jadi masalah. Sehingga hati yang gondok ini semakin mangkel saja menghadapi berbagai persoalan tentang alat yang di bawanya serta tak sanggup menuntaskan permasalahan yang tengah di hadapi.


“Sial sekali! Tidak merekam rapat. Kenapa baterai ponsel ku bisa habis. Untung saja aku pintar. Membawa sepeda lipat,“ ujar wanita itu sembari mengayuh sepedanya yang sangat berguna di malam gelap serta guyuran hujan rintik-rintik nan syahdu. Sembari meninggalkan kendaraan dinasnya begitu saja di tengah jalan akibat terlampau mengepulkan asap mengepulnya.


“Kalau sampai aku bertemu pria hidung belang, ah tidak berani membayangkan,“ ujarnya terus saja mengayuh dengan bayang-bayang ketakutan yang terus saja mengintainya, serta bisa jadi bakalan terus mengintainya sebelum dia sampai di rumah dalam lokasi yang nyaman.


“Eh, ada cahaya dari sana.“ Diantara rasa ketakutan itu, tiba-tiba dia melihat secercah cahaya yang amat pijar dan menembus pekatnya hujan, serta muramnya gelap malam. Di situ ada secercah harapan.


Dengan cepat di kayuhnya sepeda itu. Dan roda-roda terus meluncur diantara hujan deras yang mengguyur.


“Wah…“ Semakin terpana saat melihat kenyataan datangnya cahaya tersebut.


Tiba-tiba saya bertemu hutan vila. Ratusan langkah dari pantai. Tidak ada pohon lain-lain. Wangi dan indahnya rerumputan. Dan bunga-bunga yang berjatuhan berwarna-warni. Wanita sangat berbeda. Dan mereka bergerak maju. Ingin menjadi bagian hutan ini.

__ADS_1


Ketika hutan kehabisan air, ada gunung. Ada mulut kecil di gunung. Dan banyak cahaya di dalamnya. Keluar dari mobil dan masuk dari pintu masuk. Jalan masuknya sempit tapi lama-lama membesar.


Tanahnya datar. Rumah-rumah terlihat seperti ada taman, kolam renang, dan supermarket. Lalu lintas, ayam dan anjing saling mendengar.


Orang-orang didalamnya terlihat santai. Pria dan wanita duduk berdampingan. Pesta baju renang yang sangat menyenangkan.


Melihat wanita terkejut dan bertanya asalnya. Setelah mendapat jawaban, pulang dengan membawa ayam goring dan bir sebagai makanan.


Saya mendengar tentang orang ini di apartemen. Jadi saya ingin mendengar darimu. Karena apartemen Yuntianlin baru dibangun. Dia memimpin karyawannya untuk datang ke situasi putus asa ini dan tidak kembali. Jadi dia dipisahkan dari orang luar.


Menanyakan ada apa sebenarnya. Tetapi saya tidak tahu ada 996, tidak peduli seberapa besar atau kecil.


Semua orang ini menghela nafas dan menghela nafas ketika mereka mendengar kata-kata itu. Orang-orang yang lain kembali ke rumah mereka. Dan mereka semua menyajikan makanan.


“Aku mengundurkan diri.“ si wanita segera menulis surat pengunduran dirinya.


Situasi berhenti selama beberapa hari.


Seperti pepatah: tempat kita ini tidak pantas untuk dibicarakan dengan orang luar.


Pada sosmed yang mengikuti terlihat like\=318.2w, Fans 369.5w


- Ini bagus sekali aku juga mau ke grup Tianlin


- Perusahaan dewa apa ini


- Lin tian menjijikkan.

__ADS_1


Di luar gedung baru perusahaan Tianlin sudah penuh sesak berdatangan orang-orang dengan berbagai keperluan. Utamanya keinginan menjadi karyawan. Pokonya penuh sesak, seakan tengah mengantri ingin mendaftar menjadi anggota di suatu kantor yang melebihi kapasitas.


Sumber Tianlin viral dan semuanya akan tertarik.


Dalam kantor itu langsung duduk para petinggi perusahaan dalam suasana akrab di meja bundar.


“Kelihatan tidak, ini adalah daya tarik grup Tianlin. Sebelum ini tidak ada orang yang tahu apartemen Tianlin ini dan hanya dengan sebuah video nama apartemen Tianlin jadi terdengar,“ ujar Direktur Liu, bos berjas krem, yang tengah mengomentari jalannya situasi di luar yang sedikit kacau namun sangat menggembirakan bagi perusahaan karena banyak para peminatnya.


“Direktur liu, ternyata benar yang anda katakan. Lin Tian, Direktur Lin, sangat pintar bermain strategi marketing,“ ujar yang lainnya juga tak kalah bangganya akan perusahaan dengan pemimpin yang begitu menguasai marketing. Sehingga selalu memuji-mujinya.


“Benar. Dari berbagai masalah yang kita temui, investor lain mengira, itu adalah langkah yang buruk, tetapi kami mengambil kesempatan itu dan diam-diam mengikuti langkah Lin Tian menghasilkan banyak uang,“ jelas Luo Ningning yang juga mulai menyukai keberadaan perusahaan yang sangat menyenangkan ini di bandingkan hanya selalu main game saja yang meskipun menang banyak dalam poin, tetapi sulit menerima hiburan yang Nampak seperti saat ini dimana banyak peminatnya untuk berebut ingin masuk ke dalam perusahaan transparan yang bulat namun penuh dengan pepohonan di dalamnya itu.


“Grup Tianlin makan daging dan kita bisa ikut makan sup-nya inilah alasan mengapa kami bertiga, investor, muncul dalam waktu singkat,“ ujar tuan Luo. “Jadi selanjutnya hanya tersisa satu proyek saja.“


“Apartemen tianlin sudah tinggal tahap terakhir kita harus jadi investor pertama.“


“Beli semua lahan di sekitar apartemen tianlin bangun pusat hiburan di sana,“ ujar tuan Luo sembari membayangkan sudah banyak komidi putar yang langsung laris dengan pemandangan apartemen yang sangat bagus.


“Kalau grup tianlin makan daging, kita makan sup nya dan para investor lainnya akan ikut, lalu kita, tiga pihak, akan memiliki masa depan cerah.“ Bertiga saling tos di udara. Tanda sangat setuju dengan rencana tersebut.


#


Lin tian tengah santai dalam tidur duduknya, di dalam ruang kerja yang nyaman, sembari duduk dengan kaki di letakkan di atas meja.


“Em…“


Menggeliat sebentar.

__ADS_1


“Aneh sekali, selalu saja ada firasat yang tidak baik,“ ujarnya sembari terjaga dan membayangkan jika tidur pulas nya tadi hanya suatu mimpi yang kurang mengesankan.


#


__ADS_2