Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 238


__ADS_3

Lin Tian sangat sedih sampai-sampai dia menangis sangat keras, demi sandal idola yang sudah menemaninya berpetualang sejauh ini. Tapi bagaimana lagi, nasi sudah jadi bubur. Semua yang rusak tak bisa dikembalikan lagi. Walau sandal sekalipun, tak bisa menjadi baru. Kecuali kalau di lempar hingga kena kepala orang dan membeli yang baru, maka akan hilang juga segala kenangan.


“Jangan khawatir aku telah menyiapkan untukmu secara khusus,“ ujar Xiao Li memberi kelegaan terhadap seseorang yang tengah terbeban berat dan sangat lesu itu. “Semua kaos, celana dan aksesoris itu hanya permainan kecil. Selanjutnya, baru adalah poin utama dari toko kami.”


Nampak dalam suatu rak khusus yang Nampak rapi berjajar deretan peralatan yang sama kegunaan tetapi beda jenis itu.


Sepatu, sepatu basket, sepatu basket gou. Semua tertata rapi.


“Bagaimana tertarik kan?” tanya Xiao Li lagi demi memandang Lin Tian yang terperangah. Dia sembari membungkus beberapa oleh-oleh yang siap ia berikan.


“Tidak tertarik permainan seperti ini, huh,” kata Lin Tian yang masih kekeh dengan sandal idolanya yang terputus tadi.


“Tidak mungkin. Tidak ada pria yang bisa menolak Agou,“ ujarnya sembari mengelus-elus sepatu kesayangan yang layak untuk di berikan pada Lin Tian sebagai pengganti sandal putus yang akan lebih baik di pakai daripada nyeker sampai rumah nanti.


“Apanya yang gou, aku tidak peduli dengan amao Agou mu,“ ujar Lin Tian.


“Kami punya edisi terbatas. Edisi gabungan perancang. Ini edisi terbatas gabungan perancang,“ ujar Xiao Li dengan tak putus asa terus saja mempromosikan barang supaya si Lin Tian bersedia menyukainya.


“Aku juga memiliki sandal jepit. Sandal pantai. Sandal jepit pantai,“ kata Lin Tian sembari mengingat sandal kenamaan yang sangat banyak. Ada sandal jepit coklat yang tentunya membaur dengan alami sebuah pasir pantai, serta sandal Butong yang bagus sekali. Semua itu merupakan andalan baginya.


“Mana bisa dibandingkan dengan ini, desain ini, perasaan ini keren,“ ujar Xiao Li masih percaya diri dengan milik toko nya yang sangat hebat dengan desain dari para ternama.


“Sejujurnya tokoku ini mendapat untung dari menjual sepatu bola,“ ujarnya lagi terus saja berusaha mempengaruhi Lin Tian.

__ADS_1


“Sepatu basket bisa mendapat untung sebanyak itu?“ Lin Tian keheranan.


“Tentu saja, aku memasukkan barang seharga 1000 lebih dan menjualnya seharga 3000, bukankah bagus sekali. Kulit sepatu itu original atau tidak aku tidak tahu, tapi yang pasti uangnya adalah uang asli kami.“


“Aku susah payah menghitung nilai tukar, memeras pikiran, menghitung laba dan rugi, kalian enak sekali membeli dari pasar gelap,“ kata Lin Tian.


“Lihat, ini adalah sepatu yang agou simpananku yang paling keren. Kamu boleh membelinya sebagai koleksi dijamin populer.“


“Tapi bukannya sepatu untuk dipakai kamu membeli sepatu ini untuk koleksi, apa artinya?“


“Ini, bermerk ini,“


“Bawa pergi. bawa pergi. aku beli sandal saja sudah cukup.“


“Xiao Li, Lin Tian juga bukan sengaja cari masalah mungkin dia hanya merasa kalau mengikuti tren itu bukanlah hal yang penting. Lin Tian bicaralah, tidak mudah untuk membuka toko, kalaupun ini adalah toko pasar gelap,“ jelas Zhou Weiwei.


“Masalah sepatu adalah masalah antara kami antar pria. Karena kamu tidak berperasaan, maka aku yang tidak sungkan lagi,“ kata Xiao Li. Dia sungguh-sungguh dalam hal ini. Jiwa kejantanannya langsung membuat muncul dengan kondisi yang sangat gawat itu.


Ujarnya lagi, “David, Xiao Da, keluarkan harta tersembunyi toko kita,“ katanya seraya menyuruh David. Dia benar-benar muak dengan kelakuan tamunya pada pagi hari ini yang sangat sulit untuk di buat terhanyut. Mesti dengan mengeluarkan senjata pamungkas yang sangat rahasia. Barangkali dengan hal terakhir demikian, akan membuat orang ini bisa terpengaruh untuk serta merta mau menuruti kata-katanya dengan membeli sepatu bermerek dan sangat berharga kepunyaan toko mereka yang sangat bagus dan limited edition itu.


“Benar-benar, benar-benar mau mengeluarkan barang itu?“ David seakan tak percaya. Sejauh ini dia jarang sekali mendapat perintah demikian, jika saja bukan karena si pembeli itu orang sangat istimewa, atau setidaknya orang yang kerabat bangsawan dan orang-orang yang punya kekuasaan tertentu.


“Barang itu?“ Lin Tian heran.

__ADS_1


#


Sebentar kemudian, David sudah mendorong kereta dorong dengan kotak istimewa berisi barang itu.


“Boss. Ini barangnya,“ ujar David. Dengan sangat hati-hati dia mendorong gerobak empat roda yang bisa meluncur cepat. Makanya mesti di pegang dengan saksama. Serta benda yang ada dalam boks tertutup kain merah yang sangat mahal itu, benar-bear semacam benda koleksi yang begitu di jaga keberadaannya. Makanya mengeluarkannya juga sangat hati-hati dan mesti dalam pengawasan penuh serta seizin dari pemiliknya yang syah.


“Harta tersembunyi ini, tidak seharusnya dipertunjukkan pada orang lain dengan mudah. Hari ini kamu telah memaksaku sampai di tahap ini, maka aku akan membuatmu puas sekali ini,“ jelas Xiao Li yang sangat tertantang sekali demi melihat Lin Tian yang sukar sekali di ajak kerja sama. Makanya mau tidak mau dia mesti mengeluarkan harta miliknya yang paling berharga dan dalam perlindungan yang ketat sekali dan penuh dengan penjagaan yang sangat ketat.


“Ini adalah rajanya tren, juga mencukupi kebutuhanmu,“ jelas Xiao Li sembari memamerkan harta tersembunyi itu.


Hal ini membuat Lin Tian langsung terkesiap dan menutup diri dari silaunya benda yang sangat di lindungi keberadaannya itu.


“Sayap iblis.“


Sandalnya warna biru dengan jepit kuning dan ada hiasan sayap warna merah iblis yang menyala dan sangat unik. Sangat membanggakan bagi pemiliknya.


“Dia hanya di produksi dalam jumlah sedikit. Tapi telah menarik banyak pelanggan dan menjadi sangat langka. Dia juga telah membuatku menghabiskan 50 ribu yuan untuk bayar kolektor (pasar gelap),“ ujar Xiao Li yang sangat bangga dengan kepemilikan satu benda misterius yang cara mendapatnya juga dengan diam-diam.


Lin Tian hanya tersenyum pucat demi melihat barang yang taka sing lagi itu.


“Ehem, Xiao Li. Aku hanya bisa bilang. Maaf,“ ujar Lin Tian setelah melihat benda yang mencengangkan begitu.


“Hei, kenapa kamu lari. Tunggu aku,” teriak Zhou Weiwei. Dia merasa ditinggalkan. Tak paham dengan semua yang tengah di pikirkan Lin Tian, mengapa mesti demikian.

__ADS_1


“50 ribu yuan. Aku telah membuat orang tertipu seperti itu, aku harus lari segera,“ ujar Lin Tian tidak tega jika sepatu bersayap yang pernah dia desain, benar-benar menjadi tren yang salah dengan penjualan yang langka dan harga yang melangit, maka membuat semua itu sedikit kacau. Dia tak menyangka barang yang diharap menjadi sebuah benda tak laku, justru merupakan simpanan sangat berharga dengan koleksi yang begitu mahal.


__ADS_2