Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 70


__ADS_3

Audisi idola 110.


Banyak orang yang hendak mengikuti audisi itu.


“Permisi… Apa ini adalah lokasi idola 110?” ujar Jiang Hao antara ragu sama kebingungan. Karena ini baru pertama kalinya. Kalau soal balapan itu soal lain. Dia bakalan juara satu dan sudah pasti akan menang. Tapi kali ini benar-benar sebuah tantangan mengerikan dari seorang bos muda yang menjengkelkan itu.


“Eh bukankah itu adalah pahlawan yang menolong seorang gadis waktu itu?” ujar para penonton yang mulai paham dengan Jiang Hao yang sangat sakti kala melawan musuh, walau hanya dengan terpejam mata saja sudah bisa menjatuhkan para berandalan yang sangar-sangar itu.


“Benar – benar, dia terlihat begitu bersinar, lucu juga. Benar benar seorang idola,“ ujar cewek yang langsung kesengsem dengan tubuh sederhana dari seorang Jiang Hao sang penolong itu.


“Ini orang yang terpilih Lin Tian? “


“Tak disangka kita baru saja membeli peringkat topik terpanas, sekarang malah tertutup oleh berita Jiang Hao,“ yang lain mengeluh.


”Sudah mengeluarkan begitu banyak uang tapi langsung kalah dalam serangan pertama. Dasar Lin Tian kita tidak boleh meremehkannya,” kata Pinzhu yang geram dengan tingkah polah Lin Tian yang demikian kurang ajar. Serta menganggap segala sesuatu dengan simpel saja.


”Halo semuanya, pengambilan gambar idola 110 akan segera dimulai. Pertama tama nomor urut satu Trainee dari Pinzhu Wenhua, Li Tai…” pembawa acara memanggil peserta pertama.


Li Tai menyanyi. Suaranya sangat merdu. Sehingga penuh dengan bunga-bunga indah, dan harum tubuhnya itu memancar warna yang sangat cantik.


Kemudian menari. Lincah, enerjik serta sangat ciamik. Sepatu yang dipakai juga begitu mempesona. Tentunya dari brand ternama dan sangat nyaman dipergunakan. Apalagi oleh orang yang sangat jago. Menambah semakin indah sepatu tersebut.


Wink…


Dengan ditutup dengan salam yang sangat bersahabat. Sehingga para penonton langsung tak dapat mengungkapkan kata-kata. Sudah sangat senang dari raut mukanya.

__ADS_1


”Kya tampan sekali ” gadis - gadis pada cinta. Matanya berbinar dan langsung keluar gambar sangat baik itu. Bahkan, walau hanya diam, sudah tampak dari Bahasa tubuh yang tak bisa membohongi.


Tempat juri juga penuh senyum. Mereka bangga akan talenta indah yang dimiliki lelaki tampan ini. Sehingga pada memberi nilai sempurna. Papan-papan dari kertas bulat itu sungguh indah dengan hiasan yang penuh makna, akibat nilainya maksimal.


”Tampan, berbakat, disukai penonton. Kemenangan di tangan kita,” ujar qian Pinzhu yang merasa pasti kalau untuk urusan kali ini poin penuh sudah berada di tangan mereka.


“Selain itu sesuai arahan anda. Kita sudah membeli juri dan pembawa acara,” ujar yang lainnya dan merasa tak rugi mengeluarkan uang banyak buat juri kala menyaksikan mereka begitu senang akan peserta yang sangat piawai, melampaui tantangan yang diberikan dengan penuh kesungguhan.


”Berikutnya yang akan tampil adalah…”


Wee…


Belum juga di sebut namanya, Jiang Hao sudah muncul dengan langkah terbungkuk-bungkuk, seolah penuh sopan santun dan sangat keberatan kalung nya. Selain itu untuk mengurangi rasa minder nya akibat tak tahu apa-apa. Dengan begitu barangkali saja para penonton akan merasa kasihan, iba dan memberi nilai maksimal nantinya sebagai favorit. Karena kalau mengharap juri tentu tak akan bisa. Mereka bakalan menilai sesuai dengan yang Nampak dan ditunjukkan dalam permainan menyanyi kali ini.


”Disini ya?”


Penonton heran.


”Hahaha, ada apa dengan orang ini?” mending kalau ada apa dengan cinta, masih ada yang diharapkan, tapi orang ini, si Jiang Hao, benar-benar aneh.


”Terlihat bodoh sekali hahaha,” ujar penonton cewek yang tertawa tak henti-henti sampai menangis segala dan perutnya kaku akibat tak tertahankan.


Jiang menyanyi dengan kacau. Maklum bukan penyanyi. Selain salah lirik, juga nada nya tak tentu rimba, bahkan beberapa bagian tak jelas suaranya.


Menari amburadul, bahkan terjengkang. Karena licin. Dia malahan menari semi balet, yang harus pakai sepatu khusus, dimana bagian depan sedikit rata, supaya bisa berdiri dengan ujung kaki, ini, menari enggak goyang iya, tapi lanjut dengan tumpuan yang keliru, sehingga membuat dia terjengkang dengan pantat dan punggung jatuh hampir bersamaan. Dan itu membuat seluruh penonton riuh rendah. Jing hao sendiri dengan keringat dingin meluncur. Berusaha untuk tak memperhatikan muka. Kalau-kalau sudah tebal. Untunglah dia anaknya begitu, jadi sudah terbiasa dengan kegagalan. Ibarat kata kegagalan adalah satu sukses yang tertunda. Maka lain kali tak akan begitu, tak mengulang, sakit…

__ADS_1


”Penampilannya ini, juri pasti langsung mengeliminasi dia,” ujar MC yang sangat yakin kalau orang tak tahu malu ini bakalan langsung mendapat tempat di sisi tebing, atau langsung di dorong hingga masuk ke dalamnya.


”Saya ingin memberi pendapat, ” ujar juri. Tentu saja setelah melihat tontonan yang demikian. Dianggapnya ini hanya main-main. Ini ajang yang luar biasa. Makanya sebagai juri, mesti galak. Dia akan di komentari negatif habis-habisan. Segala yang telah terjadi, itu yang akan diungkapkan. Jadi jangan harap punya muka lagi dia. Orang semua penonton ingin melihat talenta yang tinggi, malah melihat akrobat dengan gaya srimulat yang membuat perut sakit, tentu tak bakalan mendapat tempat.


”Sepertinya juri juga tidak tahan melihatnya tolong berikan lampu sorot pada juri,” ujar MC kondang supaya bagian lighting mengarahkan salah satu lampu sorot yang paling terang supaya memperlihatkan juri paling galak itu dengan sorot mata tajamnya.


”Aku benar benar tidak tahan lagi melihatnya.” Juri Tian Tianlin mendengus.


”Kak Lin Tian?” Jiang Hao kaget. Namun sedikit bangga. Kalau nasibnya bakalan berubah kala itu. Pasti dia akan dibela.


”Ke… kenapa dia?” ujar Kakak Qian Pinzhou kaget.


”Aku… aku… tidak tahu. Menurut daftar teratur seharusnya juri adalah host siaran langsung nomor satu paling terkenal,” ujar saudara Qian yang tak menyangka kalau main sogok dengan uang banyak itu ternyata sedikit keliru.


”Bukankah itu Tian Tian Lin. Kenapa kalian malah memberinya uang?”


”Thanks,” kata Lin Tian.


Brak!


Lin Tian menggebrak meja dalam memberikan penilaian. ”Menurutku penampilan Jiang Hao. Sangat jelek!”


”Eh apa - apaan ini?” para lawan jadi terkejut mendengar kata-kata Lin Tian.


”Sedangkan peserta pertama tadi lebih bagus dari segala aspek. Jadi… Aku akan memberikan kesempatan emas dariku untuk Jiang Hao,” ujar Lin Tian sembari memberikan golden pass.

__ADS_1


Semua tercengang.


”Kalian ingin tau kenapa?” tanya Lin Tian.


__ADS_2