Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 198


__ADS_3

Saling pandang. Antara segitiga.


“Sistem sedang melawan ku ya!“ Lin Tin mangkel banget.


“Bukan kah nilai potensi mu 9. Bukankah kamu ahli dunia? Kenapa kamu bermain buruk sekali?“ ujar nya lagi seraya mengguncang-guncang tubuh Yu Zeai yang hanya bisa sentlap - sentlup.


“Sekarang, kamu sudah tahu, kenapa emosiku tidak terkontrol kan, dia memang tidak bisa melakukan apapun,“ kata Ayah berusaha bijak memandang keadaan. Mungkin memang bukan sepenuhnya kesalahan Lin Tian yang terlalu yakin dengan memandang keadaan Yu Zeai yang Nampak canggih, apalagi dengan nilai potensi yang sangat tinggi. Namun kenyataan nya, hasil tak bisa membohongi usaha, serta keseharian si anak yang memang demikian saja. Jadi ayah sudah paham akan kondisi anak nya itu.


“Aku panik, karena stok barang di toko kecil ku habis, aku harus segera kembali mengambil barang,“ ujar nya lagi. “Kalau tidak, semua orang akan pergi. Pasti kamu juga tahu, kalau belakangan ini, bisnis pasar Cloud membaik, ditambah dengan harga bersaing dari Mingchuan You Pin. Warung kecil seperti kami ini, semakin susah. Sulit sekali…“


“Ternyata masih ada masalah Mingchuang Youpin,“ ujar Lin Tian.


“Tadi, memang ayah yang salah, ayah minta maaf padamu. Lain kali, ayah pasti akan lebih hati – hati,“ ujar Ayah meminta maaf untuk keras tindakan nya tadi.


“Aku yang salah, sampai menyusahkan mu,“ ujar Yu Zeai. Dia yang tak tega melihat ayahnya sampai melakukan itu. Bagaimanapun dia masih kanak-kanak yang sering berbuat ceroboh. Terlalu terburu akan hal-hal yang bersifat kesenangan. Sehingga dia main game tanpa bicara pada ayah nya.


“Baiklah, walaupun hukuman fisik tidak benar. Tapi aku juga terlalu sembrono tadi, aku akan mengantar kalian pulang,“ ujar Lin Tian yang tak tega melihat dua ayah anak itu saling mengakui kesalahan. Makanya dia ingin mengantar sekaligus melihat situasi dalam rumah keluarga kecil yang demikian mencekam itu.


#


Tak berapa kemudian sampailah mereka di Toko Zeai. Took yang di kelola oleh ayah Yu Zeai dengan di bantu anak nya. Dimana di dalam nya penuh dengan kardus-kardus yang tak tertata serta belum rapi penempatan nya. Untuk ini lah mereka mesti merapikan nya.


“Di Sana ada tempat kosong,“ ujar Yu Zeai mulai mengamati posisi yang sedikit longgar dari tumpukan kotak-kotak tersebut dengan ukuran yang berbeda-beda. Ayah lalu meletakkan boks itu ke lokasi yang di suruh Yu Zeai.


“Ini taruh mana?“ tanya Ayah. Sapu dan pengki di tangan nya itu Nampak nya tak bagus kalau di taruh pada lokasi yang tak tepat, serta sedikit sembarangan.

__ADS_1


“Tunggu sebentar,“ kata Yu Zeai sembari mengangkat kardus besar sehingga nampak dia keringatan yang tak habis-habis nya. “Sudah, di sini saja.“ Pada lokasi kosong yang Nampak bagus untuk tempat benda begituan.


Berdua kerjasama. Yu mengangkat. Ayah terus membantu nya. Dengan arahan dari sang anak membuat tempat tersebut Nampak tertata. Dan tak lama kemudian, Boks kardus sudah tertata dengan rapi.


#


Barulah setelah usai semuanya mereka lantas minum, barang seteguk dua tegukan.


“Eh, tunggu dulu,“ ujar Lin Tian. Dia terus saja mengamati apa yang di kerjakan oleh dua orang ayah anak itu. Nampak ada yang aneh memang. Namun semua menghasilkan sesuatu yang Nampak indah. Kerjasama yang baik. Makanya tak heran, jika semua tak bisa di lakukan kalau salah satu tak ada. Akan ada yang kurang rasanya. Dimana ayah yang mesti bekerja berat, namun sang anak mesti memperhatikan sekeliling supaya bisa rapi. Bayangkan kalau sendirian, ayah tak bisa melakukan nya. Pola pikirnya kurang rapi. Namun kalau hanya Yu Zeai sendiri juga bakalan kesulitan. Dia masih kecil. Untuk mengangkat semua barang benar-benar sesuatu yang melelahkan. Keringat nya bakalan banyak keluar, serta ingus nya akan terus menerus keluar.


#


Lin tian ikut mengambil botol. Saling bersulang, dengan botol air mineral yang sangat dingin. Menyejukkan bagi jiwa yang dahaga.


“Katakan saja, asalkan bukan merebut anak ku,“ ujar sang ayah.


“Pertama – tama, aku akan membeli toko mu,“ kata Lin Tian.


“Hah?“


“Sebenarnya, Mingchuan Youpin adalah milik ku,“ ujar Lin Tian bicara sebenar nya.


“Pulih..... dasar siluman!“ kata ayah Yu Zeai, sembari menggenggam senjata andalan, sapu jagad. Hal ini yang membangkitkan amarah yang menggelegak. Dengan adanya perusahaan itu membuat took kelontong kecil nya ini seakan kembang kempis. Sehingga dia mesti memanfaat kan kerja dari seorang anak yang belum cukup umur untuk membantu agar toko kecil nya itu bisa bertahan.


“Aku hanya tidak memikirkan bisnis modal kecil seperti dirimu waktu itu. Hari ini setelah aku mengetahui nya, aku merasa sangat bersalah sehingga mulai sekarang, Mingchuan Youpin hanya akan mengakuisisi, tidak akan membuka toko baru. Kamu menerima uang dengan tenang saja sudah cukup,“ jelas Lin Tian.

__ADS_1


“Ini, aku harus memikirkan nya lebih dulu. Katakan dulu masukan ke 2,“ ujar ayah.


“Masukkan ke 2 adalah untuk Yu Zeai mu. Apa kamu pernah dengar tentang tetris?“ tanya Lin Tian.


“Ah…“


“Apa?“ ujar ayah. Dia sama sekali tak pernah mendengar nama game begituan. Soalnya dia tak pernah main. Urusan nya hanya toko kecil nya itu saja. Tentang tetris sama sekali tak pernah dia dengar. Game tak pernah dia lihat. Baik dalam komputer, Ding dong, PS, game online, maupun game watch, dia tak tahu sama sekali. Untuk itulah tetris yang bagaimana juga dia tak paham.


Lin Tian melihat sistem.


Ahli dunia ada di sini, siapa yang berani kurang ajar.


Misi: Mendidik ahli dan mencarikan panggung untuk nya.


Hadiah: Pertukaran nilai potensi file proyek game misterius.


“Aku sudah mengetahui maksud sebenarnya dari sistem. E-sports mencakup banyak sekali game mereka juga berbeda tipe nya,“ ujar lin tian yang langsung ‘mencarikan panggung yang sesuai untuk nya.’


“Sangat jelas, saat merapikan stok barang, aku sudah menyadari bakat dari Yu Zeai. Adalah tetris. Debut Lah menjadi pemain tetris,“ ujar Lin Tian.


“Aku potong sebentar, apa tetris memiliki pertandingan resmi?“ tanya ayah. Setau dia taka da. Yang dia pernah dengar kalau main tetris paling dengan game watch yang bisa semalaman di main kan hanya demi kesenangan belaka sembari menghabiskan waktu dan mencari poin sebanyak mungkin dengan level yang semakin lama akan semakin cepat dan nilai nya bakalan sangat tinggi sekali. Itulah permainan yang demikian mengasikkan serta menghabiskan waktu.


“Benar juga,“ kata Lin Tian.


“Dasar bodoh. Bukankah ini mudah sekali?“ ujar Xiao Qian.

__ADS_1


__ADS_2