Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 311


__ADS_3

Pada suatu ruang di rumah yang sangat tinggi, seseorang dengan sebilah gunting yang tajam tengah memotong pita merah yang memerah. Dan dengan ganas melampiaskan hasratnya dalam menggunting pita itu.


“Aku merasa aku tertipu.“


Semoga bisnis lancar dan sukses.


Setelah menggunting pita itu Nampak tepukan bergemuruh dari para karyawannya yang tukang cukur semua dan gaya mohawk yang kental dengan sedikit punk.


Salon Tianlin benar-benar di buka dengan nekad dan penuh perhitungan. Dimana masih Nampak berkibar spanduk ucapan selamat.


“Area pabrik ini, Sama sekali tidak ada orang yang datang potong rambut,“ ujarnya seraya sedikit putus asa kalau membayangkan lingkungan demikian yang sangat sulit sekali untuk di suruh potong rambut. Mereka tentu saja bakalan meluapkan segala perasaannya di mana kebebasan batin mereka merupakan suatu yang pantas di hargai. Sehingga membiarkan rambut bebas terurai, dan membiarkan apa yang tumbuh biarlah apa adanya, tanpa perlu di potong seperti wong wedok saja. Karena yang halus itu mestinya perempuan dengan tidak ada bulu kasar di wajah mulusnya. Padahal dalam area pabrik tentu saja di tuntut sesuatu yang sangat rapi dan serba tertata. Karena kalau terlalu panjang, jangan sampai justru mesin-mesin operasional yang nanti akan merenggut rambut yang awut-awutan dan panjang. Sehingga akan rontok dan mengotori produk-produk andalan. Atau bahkan akan tertarik sampai kulit kepala lepas, bukankah akan menyakitkan.


“Coba kau bilang, karyawan di area pabrik ini, mana yang bukan kerja dua belas jam selama enam hari? Lalu siapa yang akan datang potong rambut di sini?“


“Aku tidak tahu, yang penting aku di bayar,“ ujar Tony dengan sedikit acuhnya. Bukankah sedikit tenaga, maka akan sehat dengan tidak lemas. Dan berikutnya tetap mendapat bayaran, walau tidak keluar keringat sama sekali.


“Halo…“ Ada seseorang yang berani-beraninya menyapa dan membuat sedikit terperanjat. Tidak tahu apa kalau lagi mangkel.


“Halo… halo ada yang bisa di bantu?“ ujarnya terbata.


“Aku mau pergi dinas, bolehkah aku potong gaya rambut yang terlihat lebih ganteng dan semangat?” ujar seorang pelanggan dengan rambut yang lumayan sedikit, namun berkehendak ingin rapi saja. Makanya berupaya supaya lebih rapi.

__ADS_1


“Tunjukkan kemampuanmu sekarang!“ ujarnya pada anak buahnya yang seakan tengah mendapat angin untuk menunjukkan kebolehannya dalam memainkan gunting menggunting, yang bukan hanya sekedar pita, namun rambut di atas kepala, yang jangan sampai kepalanya ikut kena tebas.


“Aku adalah Tony Sha. Aku hanya memotong gaya rambut lebat yang ganteng,“ ujar Tony sha dengan gayanya yang sangat khas dan penuh semangat sebagai seorang remaja yang penuh gairah.


Nampak si botak dengan pantulan sinar yang sangat cemerlang, lalu sedikit ngambek dia berteriak, “Huhu… Kalian kejam sekali.“ Sembari menutup mulut dan menggerakkan tangannya sang melambai.


“Sekarang aku sangat mencurigai. Direktur Lin mungkin bukan dewa bisnis yang di puja-puja dunia luar itu. Dia mungkin asal-asalan,“ tebak Xiaoyang yang menduga demikian.


“Hah….“ Lin Tian yang mendengar terperangah. Tak menyangka ada orang yang berpikiran sejauh itu mengenai dirinya yang sangat hebat ini.


“Meski aku sengaja membiaran Xiaoyang datang ke sini untuk menerima sedikit penderitaan, namun dia malah yang mengetahui kenyataan ini. Dia adalah teman baikku. Aku memang sembarangan investasi saja,“ ujar Lin Tian mengetahui kondisi sedikit aneh ini yang begitu besar dia berupaya menyembunyikannya. Rupanya teman baik bukanlah orang yang se-penderitaan, namun orang yang memang sengaja mengetahui aib seseorang sehingga bisa membocorkannya ke pihak lain selama dia mau.


“Dia adalah teman baik ku, kalau begitu terus saja di sini makan gaji buta,“ ujarnya lagi mengetahui, kalau memang teman hanyalah demikian. Maka dia maklum saja.


#


Saat matahari terbenam.


Di taman kota yang lengang. Dan perumahannya yang siap menyambut malam pekat.


“Hmm, tidak ada yang datang hari ini. Apakah aku harus mengundurkan diri, tapi masa baru kerja satu hari sudah mengundurkan diri, kayaknya tidak begitu pantas,“ ujar Xiaoyang yang tengah berpikir keras. Kalau demikian tak ada yang akan dia singkirkan lagi layaknya saat dia mendaftar dulu yang penuh dengan persaingan. Namun di sini malahan hanya kerja dengan gaji buta saja karena dia merasa berteman dengan sang Bos.

__ADS_1


“Hai ganteng apakah bisa potong rambut di sini?“ Baru saja berpikir tentang kemungkinan buruk itu, sudah ada satu suara yang menegangkan.


“Hah… iya.“ Dia tergagap. “Selamat, selamat datang.“


“Aku hanya ingin memotong gaya rambut ganteng apakah kalian bisa?“ ujar seorang pelanggan yang lain yang sangat mengharapkan sebuah kegantengan sehingga berbeda yang lain dari pada yang lain. Sehingga nantinya bisa menjadi daya Tarik buat semua para wanita yang memandangnya. Beda kalau bukan yang rambut ganteng, bisa-bisa mereka akan berpaling kepada pihak lain seperti yang menjadi selera mereka. Sebab mereka di situ sangat mendambakan apa yang di perlukan bagi semua kaum perempuan yang menghendaki rapi dan ganteng. Kalau tidak demikian mending memilih yang lain. Serta pada perusahaan potong Tianlin ini sudah tersohor sebagai lokasi klinik penataan rambut terbaik dari yang terbaik dan ada di tempat tersebut. Makanya semuanya mengharapkan apa yang diinginkan dan terjadi di lokasi ini.


“Oh, mendengar perkataanmu ini, aku jadi tidak ngantuk lagi. Aku berani. Apakah kamu berani duduk di sini!“ ujar Tony Sha yang sangat bersemangat kalau di suruh memotong rambut dengan gaya kesukaannya yang lagi tren di kalangan orang muda dewasa ini di kota tersebut. Sehingga sangat laku serta sudah menjadi keahliannya jika untuk membentuk rambut dengan gaya Mohawk yang sesungguhnya sangat rumit buat orang yang tak terbiasa, akan tetapi menjadi satu hal yang lumrah jika itu di kerjakan oleh dirinya yang sudah sangat mahir dalam hal membabat habis rambut di sebelah tepi begitu.


“Ayo potong saja.“ Sang karyawan senang. Seakan mendapat tantangan baru saja dari seseorang tukang potong yang penuh gairah dengan sebuah pekerjaan yang di gemari nya dan sejak awal baru kali ini akan menunjukkan keahlian yang menegangkan itu.


Maka dengan kecepatan kilat dan gerakan seorang professional, langsung saja di babat habis rambut tersebut memakai gunting paling tajam di jaman nya.


Sehingga tak berapa lama kemudian selesailah tugas berat yang dia tanggung. Dengan hasil yang mencengangkan pula.


“Hmm…. ada berapa orang yang bisa memotong gaya rambut seperti ini? Programmer mana suka dengan gaya seperti ini, bisnis ini mungkin tidak bisa bertahan lama,“ ujar Xiaoyang yang mengeluh dengan kinerja anak buahnya.


“Harus aku akui, kamu hebat,“ ujar pelanggan senang dan dengan penuh gaya menunjukkan atraksinya. “Jadi…. Teman-teman ayo keluar semua.“


“Kami juga mau potong rambut,“ ujar para karyawan masal yang pada ingin potong rambut. Maklum mereka sering bernazar baru akan potong rambut bila sudah selesai semua pekerjaan.


“Eh, dari mana mereka berasal. Mereka bukanlah programmer?“ ujar Xiaoyang keheranan.

__ADS_1


“Kami semua bekerja di pabrik elektronik,“ ujar para karyawan penuh semangat.


“Aku mengerti. Pemikiranku terlalu sempit hingga mengira hanya ada programmer yang membuat perangkat lunak di area pabrik ini. Tidak menyangka ada pabrik elektronik juga di sini. Aku sudah menyalahkan direktur Lin,“ ujarnya terharu. “Ternyata target sasaran direktur Lin dari awal adalah para buruh pabrik.“


__ADS_2