
“Salah tidak?“ ujar Lin Tian pada Cao.
“Aku salah,“ aku Cao.
“Coba katakan pikiranmu kotor tidak? Bisa-bisanya kamu berpikir aku menyuruhmu melakukan hal seperti itu!“ ujar Lin Tian. Masa menjaga anak dikira menjaga anak yang nggak ingat usia. Kan kacau.
“Itu karena kamu bicara tidak jelas,“ kata Cao Biluo. Dia enggan juga disalah salah kan terus. Dia jelas-jelas tak paham akan keinginan Lin Tian. Sehingga mengira satu kegiatan tak baik itu yang terpikirkan dia.
“Pengalaman gratis menjaga anak kecil kali ini. Besok aku akan bisa menyelesaikan tugas pertama. Maka kesulitan dalam misi utama kali ini ada pada membangun perusahaan dan mencari karyawan.” Lin Tian terus berpikir dan menghitung-hitung bagaimana baiknya demi bisa mencapai target, agar misi itu berjalan dengan lancer dan sukses. Karena lumayan rumit perkara yang demikian ini. Sebelumnya sudah sulit, kali ini bertambah rumit saja. Sistem membuat tahapan itu demikian rumit, pada tahap demi tahap nya. Sehingga untuk berikutnya terasa lebih parah jika dibandingkan dengan yang kali ini.
Bruk!
Ada seseorang yang menabrak. Lin tian terkejut. Dia memang tengah berpikir keras, tapi bukan berarti sangat mudah untuk menabrak seseorang. Dimana jalan lumayan lebar, dan suasana juga tak demikian remang-remang. Maka akan bisa dengan mudah untuk tak saling senggol. Hanya ini perkara lain.
“Maaf… maaf, tidak mengenai mu kan?“ ujar penabrak itu seakan tak sengaja saja.
“Tidak apa, tidak apa…“ kata lin Tian dengan penuh maaf. Dan tanpa curiga sedikitpun kembali melakukan aktifitas.
Cao kaget. Ini mungkin suatu rencana. Jelas dia mengenal orang penabrak itu.
“Sudah sedekat ini baru bisa melihat satu angka 11,637%. Apa arti kata aneh ini?“ ujar Long masih terheran-heran dengan penerawangan nya pada pemuda bernama Lin Tian ini.
Sementara Cao terlihat sangat jelas yakni seorang wanita Mafia yang kedua orang tua meninggal, lalu menjadi idol, nomor satu lagi.
“Lin Tian kamu benar-benar memberiku kejutan,“ ujar Long yang masih belum bisa menembus isi hati si Lin Tian itu. Memang rumit pemuda satu itu. Kekuatannya tak mampu menjangkau. Seakan ada sesuatu yang menutupi itu.
__ADS_1
“Kak Long bagaimana dengan kita?“
“Kita tak perlu berhadapan langsung untuk mengalahkannya. Kita mulai dulu dari orang yang ada disisinya,“ ujar Kakak Long yang masih belum menyerah.
#
Guru Chen mengangkat telepon. Penting. Tentunya. Sebab kali ini dia tengah banyak masalah. Dan ini mungkin salah satu yang akan membicarakannya itu.
“Dr Deng apa kabar bagaimana dengan pemulihan ayahku? “
Sedikit terkejut Guru Chen rupanya, kala mendapat jawaban dari rumah sakit. Memang ayahnya kini sangat membutuhkan bantuan. Berbagai kasus sudah dia lalui sehingga pihak sana ada sedikit keraguan untuk melanjutkan pengobatan. Dan itu sudah merupakan tanda yang kurang menguntungkan buat perawatan sang ayah. Tapi bagaimana lagi, selain keadaan, maka kondisi demikian juga mesti membutuhkan banyak perjuangan demi mengatasi satu hal yang rumit ini memang.
Kring!
“Halo tuan rumah, aku bisa memberimu uang sewa bulan ini sekarang juga.“
Kring
Cao juga mendapat telepon. “Halo ini aku Cao Biluo.“ Dia mendengar sejenak, lalu berkata, “Baiklah aku mengerti.“ Dia kemudian menutup teleponnya.
“Lin Tian kau ini, apa yang akan kamu lakukan?“
#
Sementara Lin Tian tengah menggaruk – garuk kepala yang lumayan membuat puyeng. Sungguh-sungguh perusahaan yang tak baik. Masih banyak kekurangannya. Bahkan untuk merekrut beberapa orang saja sulit sekali. Ini akan membuat dia berada pada sebuah kategori rumit.
__ADS_1
“Tidak ada satu orangpun yang mengangkat telepon. Tanpa pemberitahuan, semuanya mengundurkan diri. Bagaimana ini?“ itulah salah satu kesulitan yang mesti dihadapi. Dengan demikian maka semakin banyak kekurangan yang tengah dia lalui. mesti mencari lagi. Dan beranjak dari awal untuk bisa mendapatkan lagi apa yang harus dimiliki tentang pengunduran diri itu. Sementara kontrak yang banyak, tetap tak bisa menjerat mereka, dan lebih baik membayar denda untuk pembatalan itu daripada meneruskan kerja sama. Yang nyatanya uang itu kini menumpuk di hadapannya, serta surat-surat kontrak kembali dengan lancar, yang jelas semakin menambah pusing buat pemilik perusahaan tersebut. Walau uangnya kini kembali semua dengan segala keuntungan dari konsekuensi para pelamar dulu.
Misi utama 1 : segala permulaan pasti sulit. Persentase keberhasilan : 3.1945%, berkurang.
#
Kring!
“Iya balap mobil, babak final, malam ini, misi kecil lanjutan balap mobil.“
Misi menggunakan mobil balap yang sama dan memenangkan babak final.
Sebuah kata yang sulit. Dimana mesti mengalahkan musuh seperti sebelumnya yang hanya menggunakan bus besar. Bagaimana mungkin akan mengalahkannya, kalau musuh dengan kendaraan super nya. Dan hanya keberuntungan itu saja yang akhirnya bisa membawa ulang piala serta memenangkan misi. Belum lagi kalau di kejar-kejar Bibi polisi itu, bukannya bertambah parah.
“Benar - benar misi lanjutan. Waktu itu hadiahnya bagus sekali. Kali ini mungkin saja membuatku melewati masa krisis,“ kata Lin Tian yang masih memikirkan bagaimana caranya terlepas dari beban misi itu. Supaya bisa menghindarinya dan menjangkau misi berikutnya, walau kelihatannya lebih rumit, tapi kala berhasil menyelesaikannya rasa bangganya demikian besar. Itu sudah bisa menutup segala kemalangan yang pernah dialami tatkala menyelesaikan misi dengan resiko tersebut. Bagaimana tidak, sebut saja kala balapan, bila gagal, kalau tak masuk jurang di lereng gunung Luojia, atau mendekam dalam kurungan, maka akan bonyok di jalan kala mobil terkena jebakan. Juga mesti melewati kepungan para tukang yang ganas, bisa-bisa terkena sekop. Itu beberapa kesulitan yang sewajarnya bisa membuat bangga kala berhasil mengatasinya.
Tok tok!
Pintu diketuk.
“Siapa?“ Lin Tian membuka pintu.
“Numpang tanya apakah ini adalah perusahaan Tian Tianlin? Aku Xiaolong datang untuk wawancara,“ ujar Kakak Long yang pura-pura bertamu kembali untuk menyelidiki si Lin Tian yang begitu misterius itu.
“Oh benar, aku pernah menempel iklan lowongan kerja. Silahkan masuk,“ ujar Lin Tian dengan senang karena sudah ada yang mencoba melamar pekerjaan, sehingga ada yang mengisi lowongan. Hingga berikutnya misi bisa terpenuhi serta untuk urusan lanjutannya bakalan bisa lebih lancer lagi nanti.
__ADS_1
“Berubah jadi 3.194% apa arti dari angka ini? Apa pun itu aku sudah mengatur babak final untukmu. Bahaya sudah menunggumu disana,“ ujar Kakak Long sungguh sangat percaya diri dengan rencana yang telah disusun nya untuk mengalahkan musuh yang sangat tangguh ini.