
“Tempat ini adalah bagian pembuatan game,“ terang Lin Tian menjelaskan suatu lokasi di mana banyak computer serta para penunggunya yang tengah berpikir keras seakan jidatnya sampai melintir begitu. Serta tidak ada yang botak tengah. Ini sedikit keanehan memang.
“Merekalah yang selalu minta lembur,“ ujarnya lagi seakan sedikit geram. Padahal kalau di pikir memang lembur adalah sebuah usaha supaya pekerjaan yang tinggal sedikit itu bisa di selesaikan selagi seharian penuh tengah berpikir keras demi tugas besar itu yang mana tak juga kunjung selesai akibat begitu beratnya apa yang tengah di buat tadi. Makanya mesti memerlukan waktu yang lebih panjang lagi.
“Pengkhianat hanya kadang kalanya menyerang ku, tapi sekelompok ini selalu datang mengejar ku,“ ujar Lin tian yang terus berlari menghindar, seakan dia suatu buruan dengan tanduk yang mahal serta para pendekar di belakangnya tengah melayangkan berbagai ajian yang begitu mengerikan. Diantaranya Programer Xuance, Seni Li Bai, dan produser Zhao Yun. Mereka-mereka ini yang terus menggempur menggunakan senjata andalan seperto tombak, pedang, serta kapak mata dua yang sangat tajam. Belum lagi di belakang sana masih banyak yang mengejar dan tengah memburu sesuatu yang ada kaitan dengan keinginan mereka. Hal inilah yang membuat Lin Tian bertanduk terus berlari demikian kencang, supaya tidak sampai di tangkap.
“Bos, aku mau lembur,“ kata para karyawan mengiba, bahkan sampai berlutut segala, supaya hati sang direktur ini sedikit tersentuh.
“Belum sampai jam pulang kerja, jangan berkata demikian. Aku akan menambah hari cuti mu,“ ujar Lin Tian dengan bijaksananya seraya memberi berbagai kenangan terindah yang bisa di idamkan para karyawan. ‘Untung saja peraturan perusahaan setiap orang hanya boleh mengajukan lembur satu hari per satu bulan. Kalau tidak, perencanaan rugi besar ku akan gagal.’
Lalu katanya pada perempuan calon karyawan itu, “Bai Xiaojie, kamu kerja si sini saja.“
“Hah, tapi kakak… Direktur Lin, aku tidak mengerti pemrograman,“ ujar bai Xiaojie dengan terus terang. Bagaimana mungkin jika tak paham pemrograman, namun justru akan di kasih suatu tempat kerja yang gila lembur, dan selalu menuntut untuk mendapat hak demikian. Sementara di luar sana orang pada menginginkan untuk di angkat menjadi karyawan kontrak dengan jam mepet yang wajib pulang, di sini malahan ingin terus memperpanjang jam kerja. Seakan bakalan badan itu terasa sakit kalau tidak sampai lembur-lembur.
“Kamu tidak perlu membuat program. Kamu hanya bertanggung jawab memberi semangat kepada karyawan di sini,“ ujar Lin Tian terus memberi harapan semu kepada si perempuan yang tengah bimbang untuk menjadi baik. “Lalu memberi perhatian kepada mereka, anggap saja menggantikan ku memberi perhatian kepada mereka.“
“Wah, Direktur Lin baik sekali, sampai memikirkan karyawan sampai tahap seperi ini,“ Bai Xiaojie sampai terharu di buatnya.
Namun tiba-tiba,
“Direktur Lin!“
Seseorang dengan tergopoh-gopoh dating mendekat. Seakan dia tengah melakukan suatu ancaman yang mengerikan.
__ADS_1
“Gawat!“
Lin Tian panic di buatnya. Serta bakalan melakukan sesuatu yang sangat berarti.
“Apa yang terjadi?“ ujar Bai yang juga ikut panic di buatnya oleh keanehan yang tengah terjadi di depan matanya.
“Akhirnya, aku berjumpa denganmu. Kali ini jangan harap bisa kabur,“ Orang itu berhasil menangkapnya. Seakan sepandai-pandainya tupai berlari, akhirnya tertangkap juga. Secepat-cepatnya Lin Tian kabur, akhirnya jatuh juga dalam tangkapan sosok mengerikan itu.
“Direktur Lin. Aku mohon. Departemen kami ingin lembur,“ ujar orang itu yang terus saja meminta permohonan untuk yang terakhir kalinya.
“Padahal, tugas yang aku berikan tidaklah banyak. Kenapa kalian mau lembur? Lagi pula, aku juga tidak terburu-buru,“ kata Lin Tian merasa sangat aneh dengan kelakuan para karyawannya yang seakan gila kerja itu.
“Kami yang terburu-buru,“ ujar sang programmer Xuance. Dia terus memaksa direkturnya supaya dia bisa kerja lembur yang sangat banyak, sehingga nanti dirinya sampai kelelahan bahkan kepala sampai botak tengah supaya tidak terhina kala mesti bertemu dengan para saingan yang sudah sempurna dalam kerjanya tersebut sampai bentuk yang di inginkan demikian terlaksana.
Waktu itu di suatu konferensi teknologi game ke -13.
“Cek, kamu salah tempat ya?“ ujar para programmer senior yang sudah sangat botak nya.
“Ha, tidak kok,” kata Xuance yang sudah yakin di situlah lokasi yang di tuju nya sebagai seorang programmer game ahli yang akan ikut suatu konferensi tingkat tinggi para pemrogram game tersebut. “Halo, aku seorang programmer game. Pekerjaan utamaku adalah…..“
“Kamu jangan menipu!“ ujar programmer botak sembari menepis dengan keras jabat tangan lembut dari si programmer belum botak. “Masa seorang programer tidak botak tengah. Programmer macam apa kamu ini?“
Begitulah kenangan yang terlupakan saat bertemu dengan saudara sepekerjaan namun mereka sudah sangat senior dan ahli di bidang itu.
__ADS_1
“Bos kami tidak mengijinkan kami lembur,“ ujarnya mengeluh, sehingga dirinya tak sampai seperti yang di harapkan sebagai seorang yang sudah berpengalaman begitu.
“Tidak lembur, tidak dapat uang lembur dong. Kalau tidak lembur, proyek mana mungkin bisa selesai cepat,“ ujar mereka seraya mentertawakan mya dengan keras. “Proyek tidak selesai mana ada bonus.“
“Perusahaan kami tidak ada bonus,“ ujarnya terus terang.
“Hahaha lucu sekali, masa tidak ada bonus.“ Mereka terus tertawa dan saling pandang akan keanehan di perusahaan rambut tebal itu.
“Apakah hanya mengharapkan gaji pokok hahaha.“
“Rambut saja masih begitu lebat, pasti skill program tidak hebat.“ Merasa yakin. Sebab bagaimana mungkin akan berpikir dengan keras, sehingga sampai tak membuat kepala panas dan berakibat seperti yang di idam-idamkan para pengikut konferensi tersebut.
“Bonus saja tidak ada, dia pasti kena bohong sama bosnya,“ ujar yang lain.
“Meski gaji pokokku lebih tinggi dari bonus kalian. Aku juga ingin menjadi master program. Aku juga ingin ikut konferensi ini, aku….“
Namun tetap saja di tinggal. Semua para programmer botak tak mempercayai si rambut tebal. Dan langsung saja mengurung diri dalam suatu tempat rahasia dimana hanya para ahli yang berpengalaman saja yang boleh ke situ.
Dia menutup kisahnya mengapa sampai menginginkan begitu. “Aku juga ingin lembur sampai rambut botak tengah.“
Keduanya hanya tercengang. Dan saling tatap.
“Intinya aku tidak akan mengijinkan kalian lembur! Sampai jumpa.“ Lin Tian berlalu. Dia merasa urusan itu sudah tuntas. Dan dia meyakini apa yang sudah di rencanakan akan berjalan sukses.
__ADS_1
“Hmm, kedepannya ada urusan apa kamu boleh dating mencari ku. Aku bertanggungjawab membantu bagian pembuatan game,“ kata Bai mencoba membantu memberi semangat kepada para karyawan yang tengah mendapati trauma demikian berat akibat merasa terhina oleh sesame kawan konferensi wakil itu perusahaan.