Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 100


__ADS_3

Di suatu keramaian.


“Tiga hari terakhir obral,“ ujar seseorang menjajakan dagangannya. Biasa biar laku. Makanya sebisa mungkin menarik pembeli.


“Kenakan pakaian trendi saya. Anda adalah anak laki-laki paling trendi di jalan,“ ujar yang lain.


“Tiga hari terakhir ini sudah kamu katakan selama 5 tahun. Apa kamu adalah Dio? Yang bisa menghentikan waktu?“ ujar lelaki yang duduk di bangku pendek.


“Hey, pasar yang paling kuat, di pasar ini, malam ini adalah tato ku! Semua pria macho menyukainya,“ kata Pria Bertato. “Mari! Mari kemari, aku akan membuatmu tampan.“


“Aku lihat semakin hari kamu semakin sial. Sini, aku ramai. Kamu…“ kata pria berpeci dan kacamata yang mirip milik boboho.


“Mari aku bantu membuat tato babi keberuntungan,“ ujar pria bertato yang suka membuat tato sembari mengancam mirip klithih.


Wus.


“Bau sekali…“


“Siapa itu…“


Pada mencari asal bau. Masa tempat seramai ini ada yang berbuat demikian, tentu akan menggusarkan suasana. Dan selebihnya bisa membuyarkan para pengunjung yang tengah membawa bekal banyak-banyak itu.

__ADS_1


Tut.


Mobil bus besar Lin Tian mendekat.


“Bus ribing, ubah mode warung pasar malam. Mulai,“ kata Lin Tian yang menginginkan bus nya berubah. Dengan sensor suara yang sanggup di pahami oleh bus, membuat kendaraan besar itu langsung bergerak untuk membentuk posisi sesuai dengan yang disuruh Lin Tian.


Bus pun berubah. Sangat keren. Mirip robot. Atau trans itu, yang bisa merubah dari manusia menjadi mobil atau dari mobil balap menjadi senjata. Sangat modern pokoknya. Dan itu hanya bisa terjadi jika pemesanannya sangat ruwet.


Tercium bau aneh. Bubble tea daun ketumbar durian. Bayangkan. Durian saja sudah sangat menyengat. Apalagi ketambahan bau busuk tahu. Ini semakin mengancam selera makan. Durian itu kalau tak suka maka akan langsung bereaksi sesuatu dalam mulutnya. Padahal enak. Namun kalau tak cocok, maka yang enak tersebut menjadi sebuah aroma yang tak bagus.


“Satu tidak perlu pemasaran. Dua, dengan menempati beberapa ruang untuk mengeluarkan lebih banyak uang sewa warung,“ ujar Lin Tian senang karena beberapa hitung-hitungannya bisa sedikit mengirit. Daripada mengeluarkan biaya banyak, namun keuntungan yang di dapat juga belum tentu hasilnya, maka mendingan begini, melakukan pengeluaran sedikit, akan tetapi memperoleh laba yang sebanyak-banyaknya.


“Satu buah durian duri hitam yang harganya ribuan yuan dari Malaysia. Daun ketumbar liar yang segar dan lebih mahal dari ginseng. Mutiara yang dimasak dengan molekul dan dibuat dari tahu busuk yang di fermentasi selama 7749hari. Susu sapi segar New Zealand. Pohon induk wuyishan dahongpao yang harganya lebih dari puluhan ribu per gram. Biaya pembuatannya yang begitu besar tapi harga jualnya hanya 10 yuan. Emang aku adalah orang yang mempunyai bakat merugi,“ ujar Lin Tian bangga. Target kali ini bisa terjangkau kayaknya.


“Weh, kalau kamu membuat barang yang baunya se busuk ini bisa mengusir seluruh pengunjung pasar malam,“ kata penjual yang tak ingin merugi seperti Lin Tian. Karena dia tak di janjikan apa-apa oleh sistem. Makanya lebih baik untung daripada akhirnya tak mendapat apa-apa.


“Dasar bocah busuk. Cepat pergi. Jangan merugikan kami!“ ancam penjual yang lain yang bakalan kacau kalau si Lin tian membuat bebauan yang aneh begitu. Sehingga lebih baik kehilangan satu orang bau daripada semua pengunjung merasa tak nyaman untuk kemudian berlari kian kemari untuk tak menghindari aroma tak sedap tadi.


“Hal yang sudah kuduga benar-benar terjadi. Aku Lin Tian hari ini tidak akan pergi. Aku memiliki cara untuk membereskan kalian,“ ujar Lin Tian yang sangat paham akan cara-cara membereskan orang-orang yang demikian banyak dan mempunyai kebutuhan khusus itu. Tentu dengan cara-cara khusus juga agar bisa mengatasi mereka sehingga urusan beres.


“Apa kita telah bertemu orang yang kuat?“ ujar yang lain dan biasa berurusan dengan orang pasar yang memang selalu bikin ramai. Apalagi menilik orang yang hendak membereskan mereka demikian saja, tentu tak akan mudah buat mengalahkan mereka kali ini.

__ADS_1


“Setiap pemilik warung bisa mendapatkan ganti rugi sebanyak 1000 yuan dari aku, setiap harinya,“ kata Lin Tian menaruh banyak harapan pada mereka. Bisa di bayangkan uang segitu banyak untuk para penjual yang memang menginginkan hidup santai itu, pastinya bakal ada kerugian yang nanti akan di dapat oleh orang yang berkeinginan itu.


Semua tercengang demi mendengar kata-kata aneh itu. Siapa yang tak suka dapat uang tanpa perlu bekerja berat.


“Yeah… hidup Lin Tian!“ teriak para penjual senang karena bertemu orang yang baik hati seperti mereka ini. Terus-terus saja hingga membuat orang-orang kemudian memperoleh rejeki tanpa perlu bersusah payah. Tidak berkeringat namun dapat uang. Itu yang asik. Karena ada orang banyak uang namun sedikit pengalaman, sehingga kebingungan menaruh uangnya tersebut.


“Setelah mendapat uang, aku akan pulang menemani istri,“ ujar si suami yang sudah sangat kangen dengan istri-istri nya. Maklum sudah lama. Ketemu juga kalau lagi sama-sama luang.


“Benar sudah lama tidak melihat kartun,“ kata yang lain yang sangat menggemari manga itu. Walau Cuma komik buku. Apalagi jika sudah di jadikan film, ini sangat melegakan lagi. Sehingga pada tiap part nya akan selalu diikuti, sehingga taka da waktu untuk tak memikirkan hal yang mengasikkan itu. Dan dengan sedikit kegiatan di pasar malam itu, menjadikan kegemarannya agak terganggu.


“Boleh juga kalau akan pulang bersantai.“


Tak berapa lama kemudian, suasana yang mulai hingar bingar itu kemudian senyap. Mereka yang hendak berjualan langsung ngacir pulang. Ada yang sudah mempunyai banyak rencana, atau memiliki se gudang rindu yang belum terselesaikan, sehingga kali ini di awal itu sudah mulai mengemas peralatannya untuk ditinggalkan menuju rumah. Memang kali ini menjadi pemandangan lain. Dimana orang-orang yang butuh uang itu sudah tak memerlukan lagi. Dan berikutnya hendak mengumpulkan tenaga untuk hari esok dengan suasana yang berbeda tentunya, setelah melewati masa suka kali ini.


“Akhirnya kosong. Tidak ada musuh. Benar-benar kesepian,“ ujar Lin Tian berhasil membuat para penjual itu tak perduli lagi dengan dagangan nya.


Namun,


“Ini adalah pasar malam paling terkenal. Silahkan semuanya mencoba,“ ujar cewek membawa toa. “Eh, kenapa kosong sekali. Ini baru jam 9, tidak beres.“


“Cepat lihat disana ada satu toko. Ayo kita beli barangnya,“ kata para pengunjung yang mulai mendatangi kios yang buka. Maklum kosong. Biasanya ramai. Kali ini tak seperti biasanya. Makanya leluasa mereka bergerak, tanpa mesti ber himpit - himpitan.

__ADS_1


“3 detik sebelum tentara musuh menyerang.“


Ada sapi.


__ADS_2