Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 201


__ADS_3

Di suatu gedung perkantoran yang tinggi pada sebuah kota besar, baru saja di adakan rapat direksi.


“Bubar rapat, sekretaris, tolong tinggal dulu,“ ujar Ibu Bos dengan penuh kewibawaan nya. “Lagi - lagi rapat sampai tengah malam,“ ujar Bos sembari menguap dan merentangkan tangan hanya supaya badan segar kembali untuk menghadapi acara selanjut nya. “Oh ya sekretaris,“ panggil nya lagi. Sembari melonggarkan pakaian dan sepatu yang di kenakan. Agar sedikit banyak nya bisa ada ruang untuk membuat nya tak terlampau lembab.


“Bagaimana dengan anak itu, setiap hari hanya melihat awal saja, tak ada akhirnya,“ tanya nya lagi sembari meluruskan kaki nya pada kursi santai supaya bertambah lega rasa nya.


“Bos, anakmu akhir - akhir ini tidak menentu jadwalnya. Pengeluaran nya bulan ini 2 x lipat lebih banyak dari bulan lalu, tapi sama sekali tidak membuat keributan,“ lapor Sekretaris seraya membicarakan buku nota yang berisi catatan harian pengeluaran perusahaan. Dia juga berusaha memijit ibu bos agar lebih ringan di bagian pundak lutut aki, lutut kaki. Agar otot bisep, trisep nya, juga ikut ketarik dan lunak.


“Aku tahu, besok pergilah memeriksanya, jangan sampai terjerumus dalam pornografi,“ kata Bos memerintah.


#


Keesokan harinya, sekretaris sudah langsung meluncur menggunakan mobil putih agar bisa memantau keadaan, dimana dia tengah mendapat laporan dari intelegen tentang lokasi anak bos, si A Zu berada. Pertama - tama dan kedua - dua, tentu saja mendatangi rumah masa depan yang biasa dipakai oleh dia kala bermain. “Ini adalah tempat tinggal anak bos.“


Dengan penyamaran yang sempurna dengan kaca mata hitam yang sangat canggih untuk bisa menyelidiki sasaran target, dalam kursi sopir nya, dia terus memperhatikan rumah tersebut.


Tak berapa lama kemudian, “Target sudah keluar.“


“Sebenarnya kemana uang nya bulan ini?“ gumam nya seraya menatap A Zu yang sudah berpakaian rapi dengan jas panjang nya untuk menuju ke lokasi yang misterius.


Dia terus melangkah. Mendekati kendaraan nya.


“Aku, aku tidak salah lihat kan?“ ujar sekretaris terus memandang A Zu yang dengan santainya menggenjot pedal. “Dulu mengendarai mobil sport tercanggih, sekarang malah mengendarai sepeda. Apa dia mulai berolah raga?“


A Zu terus saja menggenjot sepeda nya, menuju ke suatu Halte bus. Dengan tatapan sekretaris yang penuh menyelidik.

__ADS_1


Berikutnya tampak beberapa bus berhenti di halte tersebut.


“Bus… Selama ini aku ikut bos tidak pernah melihat anaknya naik bus. Jangan-jangan, dia sudah tidak punya uang, mobilnya juga tidak ada.“ Sekretaris terus mengikuti kemana anak bos pergi dengan mengekor bus kuning yang dia tumpangi menuju ke suatu arah.


“Akhirnya sampai. Hari ini aku pasti akan menjadi yang teratas. Bertaruh SSR,” ujar nya dengan pasti. Kalau kemarin belum, maka sekarang saat nya. Dia begitu yakin. Lawan-lawan terberatnya sudah sangat dia hafal gaya permainan nya. Maka tak heran jika dia begitu yakin untuk bisa mengatasi semua nya.


“Bertaruh? Ternyata benar, dia terjerumus perjudian,“ sekretaris terus mengamati dan sudah mulai yakin dengan adanya pertaruhan, maka uang yang banyak itu sudah hamper pasti di pakai buat hal-hal yang tidak beres. Tertama mungkin sekali pada perjudian yang tidak sehat, yang telah menghabiskan satu mobil mewah dengan di ganti hanya menggunakan sepeda ontel saja. Meskipun lebih sehat, namun harganya sedikit berbeda. Makanya terlihat sangat mencurigakan. Sebab judi menjanjikan kemenangan. Judi menjanjikan kemewahan. Tapi bohong.


Sejenak A Zu termangu. Dan tahu-tahu Lin Tian sudah dating mendekati nya, serta mengajak untuk langsung main. “Ayo, kenapa kamu baru datang, pertandingan sudah hampir di mulai.“


“Tadi macet, maaf,“ ujar A Zu beralasan. Biasa orang kalau terlambat begitu. Banyak sekali permintaan maaf dan mencari sebab, serta mencari alasan supaya bisa di terima akal sehat.


Sekretaris terus menguntit nya. Menuju ke lokasi tempat aneh tersebut. “Sepertinya, tidak hanya berjudi, tapi juga terlibat dalam pertandingan ilegal. Aku harus menemukan bukti untuk melapor.“


“Hari ini 10 seri dulu. Bertaruh…“ ujar A Zu.


Yang ada hanya komponen tempat mobil balap di desain dengan canggih. “Ya ampun tak disangka, kotak Pandora Tianlin Grup sudah di jiplak.“


“Cahaya ini, tidak salah lagi, ini adalah SSR,“ ujar A Zu sangat senang dengan Mesin SSR. “Aku sudah menantikan mesin SSR sejak lama. Dengan adanya mesin ini, mobil balap ku tidak ada lawan nya lagi,“ ujar nya sangat yakin.


“Pasangkan mesin SSR untuk ku, nanti kita akan bergantung padanya saat balapan, hidup dan mati,“ ujar nya lagi pada team nya dan terlampau yakin dengan kemampuan mesin balap itu.


“Balapan hidup dan mati? Jangan - jangan balapan dengan taruhan nyawa,“ ujar Sekretaris semakin ngeri dengan kelakuan anak bos yang ikut-ikutan dalam pertaruhan hidup mati serta berbagai kata-kata aneh yang kesemuanya berhubungan dengan balapan liar dan ganas.


‘Aku harus menghalanginya, terlalu berbahaya,’ ujar Sekretaris sudah yakin dengan segala bukti-bukti yang sudah dia dapatkan kali ini. “Tunggu dulu!“

__ADS_1


“Eh, kamu adalah sekretaris ibu, jangan - jangan kamu juga datang menyaksikan detik - detik kemenangan ku,“ ujar A Zu keheranan ternyata berita itu sudah sampai ke ibu dan ada perwakilan dari nya untuk mengiringi kemenangan nya naik ke podium tertinggi dengan banyak piagam penghargaan yang sangat bersejarah.


“Hentikan A Zu, mengendarai mobil terlalu berbahaya!“ ujar Sekretaris menghalangi tindakan tak terkontrol dari anak bos yang terlampau manja dan suka hura-hura sampai dengan pertarungan hidup mati di atas roda itu.


“Berbahaya, alat control ini sangat bagus. Tidak akan meledak, paling - paling hanya terlalu banyak di pakai untuk tenosynovitis,“ ujar A Zu.


“Alat control? Apa semuanya ini dikendarai oleh robot?“ tanya Sekretaris.


“Benar sekali. Robot ini menggunakan teknologi drone dari Tianlin grup, aman dan terjamin,“ jelas Direktur Lin yang menjelaskan segalanya, supaya pihak keluarga tak perlu khawatir akan nasib dan kondisi lelaki itu kala ikut main ini.


“Hari ini, aku tidak akan kalah pada kalian lagi. Lihatlah kemenanganku.“


“Sudahlah, sebagus apapun perlengkapan nya, tetap tidak bisa mengalahkan teknik kita,“ ujar Lawan nya yakin. Dia sedikit mengagumi kemenangan sebelum nya yang sangat melegenda.


“Semuanya sudah siap?“ Lin Tian memegang bendera sebagai tanda mulai. “Jika kamu berhasil memenangkan kompetisi ini, kamu akan mendapatkan Tianlin Smart racing, satu set eksklusif skin terbatas. Membuat mobil balap mu berwarna indah dan menonjol dari keramaian. “


“Oh, cepat mulai,“ kata A Zu yang sangat berhasrat dengan hadiah yang demikian menarik itu. “Cepat mulai!“


“Semuanya bersiap!“


3,2,1……


“Mulai….“


Dengan tanda itu, langsung saja mobil-mobil balap canggih langsung menderu. Para pengemudi nya mengendalikan dengan lincah sembari memegang remote control nya baik-baik. Di lapangan sudah Nampak persaingan nya. Mobil biru berada di urutan pertama. Di susul oleh ungu, baru merah dan ungu. Untung tak ada yang hijau, bisa meletus.

__ADS_1


“Rencana balapan mobil 4WD berhasil.“


Lin Tian sangat senang. Dan yang lebih membanggakan lagi adalah balap liar ini membuang masalah tanpa masalah.


__ADS_2