
Memungut sampah. Seseorang dengan pakaian sangat sederhana berwarna ungu bulukan, sedangkan ada Mobil putih melintas di dekatnya.
“Eh,“ mereka saling tatap.
“Kamu semuanya,“ ujar seseorang di mobil putih tadi. “Pukul dia!“
“Bukan salahku, aku sudah kehilangan pekerjaan,“ ujar Si pemungut sampah lari tunggang langgang dikejar.
Dia terus lari. Dengan di kejar banyak orang. Bahkan yang paling depan, si baju putih, hampir saja mendapat kan nya. Belum lagi dua orang berpakaian gelap yang turut serta hendak main tonjok sesuai aturan dari si kaya, pemilik mobil mewah tadi.
Mengulurkan tangan. Sebuah tangan yang kuat.
Ditarik. Tubuh lemah itu.
Ternyata itu suatu robot canggih yang membuat penampakan jelas lewat Proyektor drone. Alat yang mampu di setir dari jarak jauh.
“Kamu adalah desainer yang dihujat oleh seluruh perusahaan renovasi di kota ini,“ ujar Lin Tian. Dia yang mengoperasikan alat canggih itu. Sehingga mampu menghadapkan orang berbahaya itu ke ruangan nya.
“Jangan, jangan mendekat. Aku tidak pernah mencelakai orang lain,“ ujar Fang Zhao dengan nada ketakutan. Seakan ada trauma berat yang tengah dia tanggung. Masa lalu nya yang kelam membuat dia berperangai demikian. Sehingga orang-orang yang tidak dia kenal langsung dia curigai sebagai seorang jahat. Padahal tak selalu demikian. Contohnya si pengendara mobil mewah tadi. Begitu melihat kondisi nya yang menyedihkan maka bakalan langsung man pukul, itu yang membuat dia demikian bertambah takut. Makanya ingin dia tak mengapa-ngapa walau itu si Lin Tian yang sangat baik hati terhadap orang yang bersedia membuat dia rugi.
“Aku datang untuk mengundang mu turun gunung,“ ujar Lin Tian seraya menyodorkan berkas kontrak rumah hantu nya. Supaya Fang Zhao tak selalu bersembunyi di balik ketakutan nya, namun bersedia menyalurkan bakat dan minat yang terpendam itu dalam suatu karya kerja sama yang menguntungkan buat semua pihak. Dia dapat uang banyak, walau pun rugi, dengan hasil pekerjaan yang sebulan saja sudah ambruk, namun Lin Tian akan dapat kembalian dari sistem, sehingga uang nya tak hanya 50 ribu terus nanti nya.
__ADS_1
“Eh… Aku, turun gunung?“ Fang Zhao tercengang. “Tapi aku….“
“Tidak perlu mengelak lagi, kamu adalah desainer yang beberapa tahun lalu disebut desainer rumah mewah pendatang baru. Fang Zihao. Aku juga tahu, kalau rumah yang kamu desain telah ambruk dalam 1 bulan, karena material nya tidak lulus uji coba,“ ujar Lin Tian yang serba tahu kalau urusan demikian.
“Itu semua karena kontraktor melakukan korupsi material. Mereka menelan budget material. Aku di fitnah,“ terang Fang Zihao mencoba membela diri. Walau sejauh ini tak ada yang percaya, namun dia berusaha meyakinkan seseorang yang bersedia mendengar. Kalau semua yang tengah dia tanggung sebenarnya tak seluruh nya merupakan kesalahan diri nya. Bagaimana mau bagus kalau material yang di dapat kualitas nya jauh dari harapan. Tentu tak akan lolos uji. Ini karena semua di korupsi oleh para kontraktor nya. Dan dia yang menanggung. Benar-benar suatu musibah.
“Aku juga tahu ini, aku tidak akan menggunakan desain yang berbahaya. Tapi, Aku juga paham kalau rumah yang kamu desain, disebut sebagai dekorasi paling mahal, sederhana dan paling menyedihkan di Cina,“ ujar Lin Tian.
“Fitnah, itu namanya gaya minimal monastery. dekorasi seperti ini paling populer di Hollywood akhir-akhir ini. Biaya renovasi menghabiskan 2,5 juta USD untuk 100 m2,“ jelas Fang Zihao yang lagi-lagi tak mau menerima kalau desain yang dia buat seakan tak mempunyai makna.
“Eh, aku tahu kalau mahal, tapi tak menyangka kalau semahal itu,” ujar Lin Tian. “Baiklah kamu orang nya. Rumah hantu Tianlin akan menggunakan gaya itu yang menghabiskan USD 2,5 juta per meter persegi. Belum termasuk material.“
“Tapi, aku sudah dikucilkan dari dunia desain. Nama rumah hantu mu akan tercoreng dan tidak akan ada pengunjung yang akan datang,“ ujar Fang Zihao dengan sangat jujur. Dia sangat khawatir akan apa yang belum berjalan namun nampaknya demikian yang bakal terjadi andai terus memaksakan diri melakukan nya. Makanya lebih baik berhitung di depan dari pada menyesal kemudian.
#
Lapangan bola, suatu stadion terbuka. Dengan pemain yang komplit namun taka da penonton sama sekali. Di tepian nya, pada kursi itu, Nampak seseorang tengah mengangkat HP.
“Ah ayah, belakangan ini, aku magang di sebuah perusahaan. Aku belajar banyak hal,“ ujar nya melapor pada ayah nya.
“Oh, perusahaan apa? Capek tidak? Apa perlu ayah transfer uang jajan untuk mu,“ ujar ayah yang kasihan sama anak nya di pekerjaan itu.
__ADS_1
“Tidak perlu, aku bekerja di perusahaan Tianlin. Melatih diri sendiri. Aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk mandiri hanya karena keluarga ku kaya.“
“Baiklah kalau begitu, mulai bulan ini aku akan memberi mu uang makan saja,“ ujar ayah.
Kemudian kata nya sembari memerintah para karyawan. “Periksa perusahaan Tianlin ini, periksa bisnis mereka, aku tidak tenang dengan anak itu,“ ujar ayah. Sembari memutus percakapan dengan sang anak yang sangat di cintai, di kasihi.
“Baik…“ sang karyawan yang cantik hanya bisa menurut saja.
“Lagi pula, aku adalah salah satu dari 5 bos terdepan China. Perusahaan ini cepat lambat akan jatuh ke tangan nya, sehingga dia tidak boleh tersesat,“ ujar ayah lagi.
“Bos ma, silahkan,“ ujar para karyawan yang langsung menemukan data tentang perusahaan Tian Lin yang besar sehingga sangat mudah mencari info tentang keberadaan nya.
Bos Ma lalu memeriksa dengan seksama apa yang tersaji dalam berita tersebut, “Eh, cara berbisnis Lin Tian ini membuat orang tidak mengerti.“ ujar ayah kebingungan. “Kalau dia bukan orang bodoh, pasti dia adalah orang berbakat yang memiliki selera unik.“
Sementara pada HP anak di dekat lapangan itu. Terdengar ada Dana masuk.
Klunthing…
Itu uang makan bulan ini dari sang ayah, Bos Ma.
“Aku pasti bisa walaupun hanya 50 ribu yuan. Aku juga mau berusaha dengan keras, untuk bertahan hidup, tidak boleh menjadi beban keluarga,“ ujar nya sedikit terenyuh dengan kondisi keluarga yang kaya raya serta selalu memperhatikan keadaan diri nya, seakan tak mampu hidup mandiri saja.
__ADS_1
‘Bos mu, Lin Tian, pendapatan nya bahkan tidak mencapai 50 ribu setiap bulan. ‘