
Nampak sebuah adegan tengah di perlihatkan dalam salah satu babak di lanjutan kisah film yang menjelang usai. Disitu Nampak para kru dengan setianya selalu mengikuti adegan dari tiap bagian yang di arahkan oleh sang sutradara. Sehingga Nampak kamera selalu on, lighting juga menyesuaikan dengan lokasi sehingga Nampak jelas hasil gambarnya. Juga mik yang teracung di atas sehingga suaranya terdengar jernih namun tak mengganggu pengambilan gambar akibat salah satu bagiannya tertutup sama alat pengeras suara tersebut.
“Saudara Zhang, mulai sekarang, kamu adalah saudara dari Jiang Hao,“ ujar Jiang Hao seraya berpelukan dengan jenderalnya yang sudah berbuat banyak, akan tetapi hanya karena permaisuri Cao Biluo tak juga menderita kehamilan, membuat segalanya menjadi musuh dalam selimut, tebal lagi.
“Hahaha, saudara Jiang, kelak kamu juga adalah saudaraku, Jia Jiafei,“ ujar Zhang Jiafei dengan tidak canggung menerima pelukan mesra dari saudaranya yang pernah berjuang bersama.
Cut!
Terdengar sang sutradara menghentikan adegan aneh tersebut. Nampak sudah selesai atau memang ada beberapa bagian yang kurang tepat penerapannya dalam memainkan peran tersebut. Makanya langsung di hentikan.
Mendengar suara keras tersebut, kedua pemain yang lagi asik dengan penghayatannya tersebut sedikit kebingungan. Mereka hanya bisa saling celingukan. Untuk mencari asal suara dan mempertanyakan apa yang kurang sesuai dengan porsinya seperti yang sudah sering di mainkan di perfilman Hongkong yang sudah mendunia itu.
“Ma Keji, rencana awalmu, bukankah membuat pemain berdandan menjadi Jiang Hao atau Zhang Jiafei?“ tanya Zhao Tianba.
“Benar sekali. Pemain bisa menggunakan topeng sakit untuk berubah menjadi salah satu dari mereka,” kata Ma Keji sembari menenteng topeng sakit supaya nanti bisa dikenakan oleh salah satu dari mereka andai merasa kesulitan dalam memainkan peran tersebut.
“Aku punya ide lebih bagus,“ ujar Zhai Tianba. “Kalau tema-nya adalah cinta dan benci di dunia silat persaudaraan, jadi kenapa harus menjadi Jiang Hao dan Zhang Jiafei saja? Kenapa bukan 3 orang saudara,“ ujarnya sembari memperagakan betapa bagusnya ide tersebut dengan tiga sosok yang misterius. Dengan dua orang yang sudah di ketahui, dan satu orang yang bakalan melengkapinya.
“Maksudmu?“ tanya Ma Keji dia sedikit kebingungan dengan usul temannya tersebut. Bukankah kisah itu sudah diterima semenjak awal. Dan semua berjalan lancar sampai sekarang dalam sebuah peran maupun berbagai pendanaan yang sudah dikeluarkan. Termasuk mengembalikan pinjaman besar kepada Tianlin grup.
“Benar, pemain bisa menjadi orang ketiga, berkelana bersama dengan Jiang Hao dan Zhang Jiafei. Kenapa, kenapa tidak membiarkan pemain memilih untuk bersama dengan Jiang Hao. Menjadi menteri melawan Zhang Jiafei?“ kata Zhao Tianba yang yakin jika kisah itu sesuai, maka dua tokoh yang sudah dikenal, bakalan bersama sosok misterius yang mengenakan topeng sakit berada diantara mereka. Lalu akan saling mengacungkan pedang guna bertempur habis-habisan dengan kemenangan ada di salah satu pihak.
“Kenapa tidak membiarkan pemain berjuang bersama dengan Jiafei dalam pertarungan,“ ujarnya lagi. Kalau demikian, nanti mereka akan sama-sama berjuang menghadapi perang saudara yang mengerikan, dan bakal saling bantai bersama, dalam sebuah kuda perang yang gagah perkasa sembari memainkan berbagai senjata di tangan untuk digunakan dalam membunuh saudara dalam perang saudara tersebut.
“Kenapa tidak membiarkan pemain juga jatuh cinta pada Cao Biluo, bahkan menikahinya,“ itu ide lain yang mengakibatkan kisah cinta segitiga mereka berjalan dengan sangat romantis nantinya.
“Kenapa tidak membiarkan pemain bertarung melawan Jiang Hao atau Zhang Jiafei untuk mendapatkan Cao Biluo?“
__ADS_1
“Kenapa tidak membiarkan Cao Biluo berubah menjadi iblis wanita dan membuat pemain Jiang Hao dan Zhang Jiafei melawannya bersamaan?“
“Kenapa….“
Banyak sekali pertanyaan kenapa yang justru membuat Ma Keji kebingungan dalam mencerna berbagai kisah yang simpang siur tersebut.
“Maksudmu….“ Ma Keji puyeng. Seakan banyak sekali pemikiran yang harus dia telaah, tapi tak sanggup menuntaskan kebuntuan pikirannya.
“Permainan dengan pilihan plot bebas,“ katanya lagi.
“Permainan dengan pilihan plot bebas,“ Zhao Tianba memastikan.
“Baiklah!“ keduanya sepakat. Mereka saling menepuk dua tangan. Tanda pemikiran yang banyak tersebut sudah sangat sesuai. Biar si Cao jadi iblis tak mengapa. Yang penting cantik. Dan berhati culas.
“Tapi, aku baru saja mengembalikan dana besar ke Direktur Lin,“ ujar Ma Keji kebingungan. Dia semula merasa kalau uang miliknya masih bisa menutup biaya produksi tersebut. Nyatanya di tengah perjalanan sudah mulai ada perubahan alur kisah yang otomatis bakalan merubah pengeluaran juga. Makanya hal ini membuat dia kebingungan. Darimana akan dia peroleh lagi dana tambahan yang sudah terlanjur dia kembalikan itu.
Belum juga tumbuh daun rasanya dalam mengucapkan kata-kata itu, tahu-tahu sudah ada orang yang ari-lari dari kejauhan sembari meneriakkan kata-kata yang lumayan keras.
“Siapa saja, tolong jelaskan padaku,“ ujar Lin Tian sembari lari tergopoh gopoh.
Setelah dekat,
“Ma Keji, apa maksudmu transfer dana ke perusahaan?“ ucap Lin Tian marah. Sembari menunjukkan bukti transfer di HP kesayangannya itu.
“Sini, sini… Ayo kita berbincang,“ ujar Zhao Tianba sembari merangkul Lin Tian dengan penuh kemesraan supaya ada hasil dalam berdiskusi nanti. Syukur-syukur, duri-duri bajunya itu bisa menusuk hingga batin terdalam, nanti kan akan semakin mengena.
Untuk seberapa lama, Zhao Tianba menjelaskan apa-apa yang sudah mereka perbincangkan tadi dengan gambling. Mulai dari titik nol, kosong-kosong, sampai pada kesudahan serta kesimpulan yang di ambil dari berbagai persoalan ‘kenapa’ yang banyak sebelumnya itu.
__ADS_1
“Oh, menambah dana ya. Jadi kenapa mengembalikan dana yang tadi padaku?“ tanya Lin Tian.
“Coba kamu pikir ya, kalau langsung menggunakan dana yang banyak itu, tanpa memberitahumu bukankah mengesankan kalau investasi dana di proyek ini tidak ada habisnya,“ ujar Zhao.
“Benar, jadi kenapa?“
“Kalau Tianlin grup mengadakan konferensi pers dan mengumumkan investasi selanjutnya, Bukankah akan terkesan kalau investasi proyek ini lebih besar dari yang direncanakan. Dan bukankah akan lebih menarik perhatian banyak orang,“ jelas Zhao Tianba.
“Eh, benar juga. Kalau semua orang tahu tentang investasi besar pada game sial ini, bukankah akan makin gawat,“ Lin Tian mulai paham.
“Benar juga….“
“Tapi ada satu pertanyaan lagi, kenapa kamu di sini?“ tanya Lin Tian keheranan akan adanya Zhao Tianba dalam proyek perfilman yang menggelontorkan dana sangat besar itu.
“Karena aku adalah editor. Aku bilang padamu ya, kali ini aku akan sangat kreatif,“ ujar Zhao.
‘Seingat ku, Zhao Tianba selalu dihina orang. Kalau dia semakin kreatif, bukankah akan semakin dihina?’ gumam Lin Tian. “Baiklah, baiklah. Aku akan berinvestasi. Bilang dari awal dong, jangan membuatku khawatir.“
“Pemuda ini sudah membantu orang, tapi tetap senang. Benar-benar baik hati,“ ujar Zhao Tianba tak menyangka ada orang sebaik hati si Lin Tian tersebut.
Dia lalu mengambil kamera HP nya untuk lebih mengenali gambar si orang baik hati tersebut.
Cek Rek!
Lalu dia memberinya judul pada apa yang baru saja diambil tersebut.
LUKISAN DUNIA.
__ADS_1
PRESTASI TERSEMBUNYI LIN TIAN.