
Di dalam café, Zhubajie Coffee.
“Direktur Yu, tiga orang itu bukankah sangat tegas?“
“Mereka bertiga adalah orang yang paling memahami Direktur Lin di dalam perusahaan ini. Mereka bisa memahami setiap arahan yang terdengar sedikit konyol,“ ujar Direktur Yu dengan posisi lesunya yang merupakan ciri khas dalam dia berkomunikasi yang sangat penuh dengan inspiratif itu. “Kemudian mengerjakannya dengan benar, lalu akhirnya membuat kerugian perusahaan berubah menjadi keuntungan.“
“Kalau Lin Tian adalah seorang dewa bisnis, maka mereka adalah Malaikat bisnis,“ sembari membayangkan tiga orang Duoduo dan Ma Keji yang punya sayap, malaikat tak bersayap, mereka. Lihat saja gambarannya penuh dengan bintang gemintang dan kerlip pancaran sinar kembang api, muncul dari ketiga malaikat dengan sayap yang aneh. Ma keji dengan sayap terentangnya, serta yang lain siap terbang. Menjadikan keanehan terus menjadi-jadi sebagai tangan kanan Dewa Bisnis Lin Tian itu. Apalagi dengan pakaian kuning yang mewah laksana emas, lalu melayang menembus bintang-bintang dan menelusup diantara kelokan lubang hitam, maka menjelma lah mereka ke alam para dewa.
Tring!
Pintu di ketuk. Terbuka.
Dan yang membuka langsung terkejut. Dengan muka yang sama-sama keheranan. Mereka ini para malaikat yang dating.
“Direktur Yu, ada masalah apa memanggil kami kemari?“ tanya Ma Keji saat menyaksikan ruangan masih sepi.
“Jadi begini masalahnya…“ Direktur Yu langsung mengurai masalah setelah mereka duduk melingkari meja bundar dengan ujung menghadap jendela.
*&%Y!@,,,,,%%Y!Y),,,,,*#.....Y@“ ujar Direktur Yu menjelaskan panjang lebar tentang permasalahan tersebut. Supaya semuanya jelas.
“Eh, aku sudah mengerti garis besarnya. Jadi, sekarang apa yang ingin kamu tanyakan?“ tanya Ma Keji.
“Tim permainan kita sama sekali tidak mengerti game seperti apa yang ingin dibuat oleh Direktur Lin.“
__ADS_1
Qian Duomei langsung bicara, “Kita akan mengajarkan padamu jalan pikiran dari Direktur Lin.“
“Jalan pikiran Direktur Lin?“ keduanya langsung terkejut akan hal ini. Mereka sudah pasti bakalan kebingungan tentang jalan demikian. Yang antaranya sudah pasti bakalan ada satu hal yang membingungkan seperti yang sudah-sudah. Mengingat pemikiran direktur mereka itu sangat sulit di terka, dan terkadang penuh dengan banyak khayalan yang mencengangkan.
“Tetapi tidak peduli seberapa banyak anda memikirkannya, permainan kartu tidak dapat membuat trik apapun.“
“Coba ingat kembali, lebih baik apa direktur Lin benar - benar berkata untuk membuat permainan kartu atau permainan yang memiliki unsur kartu,“ ujar Ma Keji.
Teringat saat berkata, “Modal biaya pengembangan ditetapkan 200 juta.“
“Tidak, benar-benar tidak ada. Lebih tepatnya yang diinginkan oleh Direktur Lin adalah Permainan yang memiliki unsur kartu,“ kata Ma Keji.
“Ternyata begitu. Ternyata seperti itu. Selama ini tidak ada batasan pada jenis game nya,“ ujar jago game yang merasa sudah terbuka jalan pikirannya akan arti kata-kata tersirat dari sang direktur yang penuh dengan misteri.
“Kita lanjutkan lagi. Dia menekankan pria maco bukan meminta harus ada wanita cantik. Semua ini menjelaskan kalau permainan yang dia mau adalah permainan anak muda yang meliputi pertempuran dan aksi,“ terang Ma Keji sembari membayangkan pria maco dengan mata tertutup misterius namun rambutnya awut-awutan jawara yang sangat penuh perjuangan dan perjuangan penuh.
“Benar sekali, benar sekali, pasti seperti itu,“ ujar sang desain mainan sembari mengangguk dengan keras. Sampai kepala rasanya hendak putus dan terasa bagaikan tengah kena pijat kretek-kretek akibat ingin dianggap sangat paham.
“Kemudian tidak ada penarikan kartu atau undian, tapi harus ada unsur kartu, artinya di dalam proses bermain harus ada unsur bermain kartu. Pandangan dunia permainan dapat dibalik dan pasti akan ada kedai minuman, penginapan seperti hiburan dan tempat istirahat. Sehingga, Game RPG Memakai kartu sebagai Line Sekunder dan sebagai unsur pengumpulan di pastikan adalah permainan RPG,“ jelas Ma Keji, salah satu dari malaikat bisnis itu terus menjelaskan secara rinci tiap bagiannya agar semua yang ada dalam ruang siding tersebut sangat mengerti.
“Aku mengerti. Aku mengerti semuanya. Permainan RPG yang memerlukan modal sebesar 200 juta, jawabannya hanya satu….“ ahli game langsung menebak.
“Game RPG 2D terbuka seluruh dunia.“
__ADS_1
Itu yang menjadi kesepakatan diantara rapat-rapat menjemukan diantara mereka dalam ruang siding yang sejuk dan penuh nuansa AC alami sehingga sangat jernih pemikiran untuk dituangkan ide-ide itu demi terciptanya sebuah permainan paling bagus yang dalam pelaksanaannya nanti tidak membingungkan serta akan langsung jadi untuk segera di pasarkan dan mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya demi kemajuan perusahaan seperti yang biasa direktur mereka lakukan demi kesejahteraan bersama termasuk para anggotanya yang sudah berpikir dengan sangat keras itu.
“Kita namakan pria maco saja,“ ujar pria yang sangat maco sembari menopang dagu dengan lesu. Yang penting hasil pemikirannya sangat menjiwai.
“Hahaha selesai…“
Mereka senang. Rapat bertele-tele yang memakan besar anggaran tersebut akhirnya paripurna.
Dan dengan bangga langsung mengangkat cangkir mereka untuk saling memberi salam.
“Cheers….“
Mereka mengangkat cangkir berisi minuman sangat menyenangkan demi keberhasilan pengambilan keputusan tersebut. Dan berikutnya bakalan diambil kesempatan minum bersama untuk satu hal yang menggembirakan itu.
“Uhuk uhuk, ini adalah kopi. Apanya yang cheers?“ sembari terbatuk. Biasanya untuk ini pakai minuman mahal sehingga akan terasa. Namun rapat kali ini beda. Barangkali kurang persiapan. Sehingga saat usai pemikiran terakhir tak banyak yang menjadi hiburan. “Uhuk….“
“Tapi ada satu masalah yang belum diselesaikan. Topeng sakit pasti memiliki arti yang mendalam,“ ujar Ma Keji masih terbuka pikirannya akibat matanya melek oleh kopi dan bukannya kepala kliyengan akibat cheers itu.
“Lebih baik, kita diskusi dulu. Tidak masalah aku akan menghubungi departemen lain,“ kata Qian Duomei mencoba memikirkan apa yang belum usai saat sudah mengambil kesimpulan tadi. Hal ini sangat penting demi terwujudnya berbagai persetujuan yang nanti akan dilaksanakan sehingga game tersebut akan selesai dikerjakan dalam waktu yang tepat juga. Makanya segala sesuatu itu perlu dilaksanakan dengan perhitungan yang sangat terperinci dan sangat juga mengandung ketelitian yang jelas. Sehingga nanti seminimal mungkin akan mengurangi kekeliruan dalam mengambil kebijakan tentang terselesaikannya game mengasikkan tersebut.
“Baiklah hanya dengan menyelesaikan masalah ini, kita baru bisa mewujudkan pemikiran Direktur Lin dengan sempurna,“ ujar Ma Keji sembari menatap bingkai gambar seseorang yang penuh inspiratif dan sangat menjiwai rapat besar mereka saat itu.
“Ahhjiuu.“
__ADS_1
“Tiba-tiba bersin, siapa lagi yang sedang memakiku?“ ujar Lin Tian dalam ruang yang di sekat oleh selaput dimensi sehingga perasaannya begitu terganggu, apalagi ada yang menatap gambarnya lekat-lekat.