
Di Negara Mei.
Di Taman Niuyue.
Seorang Jieke tengah jalan-jalan dengan santainya. Dia hanya mengenakan kaos putih dengan lengan hitam. Dan jaket Hoodie yang dia ikatkan ke pinggang. Sudah itu dengan asiknya terus memandang taman Niuyue dengan tatapan berbinar. Ada yang indah kala itu.
“Sekolah benar-benar membosankan, lebih baik aku jalan-jalan saja,“ ujarnya sembari menatap sekeliling. Orang-orang pada senang. Mereka terus saja menuntun binatang peliharaan. Sembari menghirup udara taman yang mengasikkan.
Diantara relung dedaunan itu Nampak semburat kemilau sebuah cahaya. Yang menambah asrinya Suasana.
“Eh, apa itu yang berkelap-kelip,“ ujar Jie Ke penasaran. Dia terus menatap kea rah cahaya itu.
Berikutnya mencengangkan.
Nampak sebuah benda yang berputar. Menampakkan cahaya menyeramkan. Dan meluncur bagaikan pencabut nyawa. Hal ini tentu saja membuat Jieke semakin ternganga saja di buatnya.
“Ah, apa itu?“ Dengan tatapan yang mengerikan, dia terus menatap semburat yang meluncur tadi dengan pandangan yang semakin jelas.
“Naga China, itu Naga China!“ Teriaknya dengan yakin. Nampak satu sosok mengerikan tadi adalah seekor binatang mitologis yang begitu di takuti banyak orang. Makanya binatang ini banyak di puja dan di hormati di segenap lapisan masyarakat, supaya tidak mengganggu dan membuat onar.
“Jangan kemari..... argh!“ Dengan ketakutan, Jie Ke terus berusaha menghindari binatang menyeramkan itu. Siapa yang tidak takut, kalau naga ini demikian besar. Dengan kulit yang hijau menjijikkan. Dan surai kuning emas menghiasi kepalanya. Serta cakar maut di kakinya benar-benar hendak mencabik-cabik tubuh kalau terlena.
Berikutnya Nampak lecutan cambuk.
Dan mendesing sebuah senjata mengerikan. Dan meluncur kea rah naga jahat itu.
Si naga siap. Dia mengangakan mulut selebar mungkin. Untuk melawat datangnya senjata diablo yang diarahkan kepadanya.
__ADS_1
Dan berikutnya seorang guru sudah bisa mengendalikan keadaan. Dengan diablo yang berputar nyaring. Serta mahluk naga itu meliuk-liuk mengikuti putaran alat tersebut dengan anggunnya.
“Apa ini, keren sekali!“ Jie Ke sangat kagum. Belum pernah dia melihat permainan seperti ini sebelumnya. Dan oleh si orang tua dimainkan dengan begitu canggih. Sehingga Nampak indah kelihatannya.
“Chinese yoyo, yoyo versi China.“ Tebaknya lagi. Permainan yang sempat popular di era dulu. Dan menjadi booming oleh keasikan yang dikeluarkannya. Serta dibuat semakin canggih untuk mengikuti level kemampuan yang di lakukan si pemain yang semakin canggih. Makanya untuk mengikut itu dibuatlah versi permainan yang juga semakin hebat. Seperti apa yang Nampak di pandangannya itu.
“Ini…. Ini adalah diablo canggih dari Tianlin. Saat diablo berputar dengan memanfaatkan proyektor di kedua sisi diablo untuk membentuk berbagai macam gambar,“ ujar sang guru sembari menjelaskan bagaimana kinerja alat demikian, sehingga memperlihatkan suatu bentuk naga menyeramkan yang terjadi akibat cahaya dari proyektor yang sangat canggih di alat permainan itu.
“Ternyata begitu teorinya. Sama seperti kipas dan animasi ya?“ ujar Jie Ke yang mulai paham akan kinerja alat itu, serta menghendaki untuk bis mendapatkannya sehingga selain asik main di taman, nanti akan lebih asik lagi dengan memainkan alat canggih tersebut yang dibuat dari pabrik ternama.
“Pelatih, ku ingin bermain diablo,“ ujarnya seraya memohon sampai terduduk di tanah dengan sangat santun nya.
#
Dan di hari yang cerah. Langit membiru. Awan berarak. Disitulah berlatih diablo sangat nikmat. Serta bisa langsung menguasai keadaan.
Dengan cepat diablo hijau berputar kencang serta naik mengangkasa untuk terbang seperti pesawat luncur yang sangat menggemaskan, atau naga hijau yang keluar dari sisi sisi proyektornya yang menggambarkan demikian menyeramkannya perputaran permainan tersebut serta menjadi gambaran yang juga sangat seram jika di ikuti secara terus.
Dan diablo turun dengan manis, serta di tangkap menggunakan kaki, sembari terus berputar.
Sang guru Nampak tercengang. Melihat kemahiran jieke dalam mengoperasikan permainan tersebut.
Bahkan anak itu bermain sembari acrobat. Orangnya salto dengan tumpuan satu tangan. Lalu memutar diablo seperti baling-baling pesawat, serta suaranya sangat kencang.
Tek tek.
“Guru, ini adalah pertunjukan ku,“ ujar Jieke sembari mengangkat dua tangan yang memegang tongkat bertali untuk memutar yo yo.
__ADS_1
Diikuti gemuruh para penonton. Mereka bersorak sorai dengan penuh antusias. Dan rasanya ingin ikut dengan emosi yang meledak-ledak. Serta memberi dukungan penuh pada si Jieke, serta membayangkan kalau dia yang ikut berperan di dalamnya.
“Jieke aku juga ingin belajar,“ ujar penonton yang kagum akan kemahirannya serta kemampuan hebat dengan berlatih sekejap saja sudah mampu menguasai jurus ilmu dasar dari kitab bermain diablo.
“Aku juga mau senjata misterius dari timur itu,“ kata yang lainnya. Seakan alat itu merupakan permainan yang sangat hebat.
“Kalian tenang saja. Asal mau belajar aku akan mengajari kalian,“ ujar Jieke dengan arif dan bijaksana, seakan tengah menjadi kakak pertama saja dari sebuah perguruan dahsyat demi mendapat ilmu dari timur serta bisa memainkan semua itu dengan mudahnya.
“Jieke sudah tidak ada yang bisa guru ajarkan lagi padamu,“ kata si guru tua yang merasa telah mewariskan semua ilmu yang tengah dia miliki. Makanya sebisa mungkin dia akan mengundurkan diri untuk bertapa di dunia sepi dan sangat angker.
“Guru, aku masih ingin belajar lagi. Masih ingin berkembang menjadi raja diabolo,“ ujar Jieke merendah.
“Ingin menjadi raja diabolo hanya satu jalannya. Di dunia ini ada sebuah pertandingan yang bisa memenuhi kebutuhanmu. Dalam pertandingan ini berkumpul para ahli jurus yang mereka gunakan, juga sangat rumit dan berbagai macam. Pergilah, pergilah ke negara Hua. Pergi untuk berpartisipasi di aula kompetisi tertinggi diabolo. Pertandingan berapi-api raja lansia,“ pesan sang guru sembari memberi perutusan untuk ke ujung dunia dan menyebarkan ilmu diabolo itu.
“Aku pasti tidak akan mempermalukan mu. Aku pasti akan menyebarluaskan jurus diabolo aliran taman Niuyue kita,“ ujar Jieke dengan air mata tak terbendung serta semangat yang berapi-api.
“Pemuda pemberani, cepat pergi dan ciptakan keajaiban,“ ujar sang guru para lansia tersebut.
#
Di dalam rumah yang tertata anggun.
“Maksudmu, ada banyak orang luar negeri yang mendaftar?“ ujar Lin Tian.
“Benar, kami juga tidak menyangka. Selain itu pendaftar lansia dari China hanya 30% saja. Sisanya adalah anak muda luar negeri,“ terang ibu sekretaris Qian Duomei melapor. “Selain itu diabolo canggih, harganya sangat terjangkau, dilengkapi dengan banyak efek khusus, banyak pesanan dari berbagai belahan dunia yang masuk.“
“Ini. Akankah budaya tradisional menjadi begitu kuat setelah mengikuti perkembangan zaman. Kalau begitu tidak usah memikirkan untung rugi dulu, perluas pertandingan ini, lalu buat tim perwakilan dari setiap daerah. Menurunkan barang tua kepada anak muda, menyebarkan produk domestik ke luar negeri, dan meneruskan budaya tradisional ke generasi berikutnya. Orang kaya harus seperti ini,“ ujar Lin Tian mantap, seakan menemukan gaya baru dalam berbisnis.
__ADS_1