
“Eh….“
Ma Keji tersadar dan membuka mata. Walau awalnya remang-remang, namun akhirnya berhasil.
“Ayah, bangun,“ mengguncangkan tubuh ayahnya.
“Bangun,“ ujar Ma Keji terus berusaha.
Berhasil.
Dengan menggoyang-goyangkan kepala sejenak, maka tersadar secara keseluruhan.
“Apa yang terjadi, di mana ini,“ ujar Tuan Ma sembari mengingat-ingat kejadian yang sudah di alami. Dia langsung tak ingan begitu meminum benda aneh tersebut.
Dan Ma Keji di depannya. Menatap aneh setelah berusaha membangunkan ayah tadi.
“Mereka juga mengganti pakaian kita, mana Lin Tian,“ ujarnya memperhatikan sekeliling. Juga partner baru dia yang rupanya telah berbuat sesuatu yang mengerikan. Sehingga mereka menjadi tak sadar serta langsung mengarah ke lokasi yang aneh begitu. Seakan berada dalam suatu ruangan. Yang bukan rahasia, namun terasa mengerikan. Di perhatikan juga baju nya yang aneh. Hijau-hijau seperti tentara atau hansip. Namun asik juga. Cuma dalam kondisi yang serba aneh begitu membuat apa yang dikenakan juga terasa aneh.
“Entahlah aku juga baru sadar,“ ujar Ma Keji yang baru saja bisa menyadarkan ayahnya. Tentu saja semuanya tak dia pahami. Namun tak biasanya begitu. Tian Lin yang dia kenal adalah orang baik. Dan tak mungkin menjerumuskan mereka dalam ruang misterius yang penuh dengan hantu serta bakalan memakan tubuh mereka yang lunak dan menyegarkan itu. Pasti ad acara lain untuk bisa memikirkan segala sesuatu yang kali ini terjadi serta untuk beberapa waktu berikutnya bakalan telah biasa.
“Ayo kita lihat-lihat,“ ujar ayah Ma sembari bangun untuk menghilangkan rasa penasaran mereka, kenapa tahu-tahu berada di situ. Bayangkan saja ruangan ini begitu remang-remang dengan lantai yang dingin dan tanpa alas sama sekali untuk membaringkan diri dalam suasana yang menyenangkan, selain hanya membiarkan saja mereka yang kaya raya serta pemilik perusahaan terkenal harus berada dalam ruangan yang sempit dan pengap begitu serta tidur secara sembarangan. Ini benar-benar kejadian buruk.
Mereka beranjak pelan-pelan untuk kemudian melihat sekeliling. Dan saat membuka ruang lain, mereka tercengang.
Mereka berhasil keluar dari ruangan tersebut tanpa penghalang. Pintu mudah di buka serta tak terkunci. Jadi mereka hanya di letakkan saja di situ tanpa maksud lain.
Di sekitar situ Nampak sepi. Kosong tidak ada orang. Selain bangunan megah yang berdiri mengelilingi mereka kini. Bangunan-bangunan bertingkat serta banyak sekali. Namun anehnya sangat sunyi. Bagaikan situasi jaman dulu yang penuh dengan mahluk tak kasat mata. Sehingga Nampak jika sebenarnya banyak orang di sekitar mereka hanya beda alam, jadi tak saling menyentuh dan melihat.
__ADS_1
“Jangan-jangan ini trik acara TV,“ ujar ayah curiga. Makanya dia melihat kesana kemari. Kalau itu trik, berarti akan banyak kamera. Baik tersembunyi maupun tidak. Nanti di suatu ruangan yang terhubung dengan jaringan, akan melihat mereka sembari tertawa-tawa sembari menunggu mereka mengangkat tangan. Dan setelahnya banyak orang dating untuk menyalakan lampu. Namun anehnya sejauh ini taka da kamera. Aik kamera shooting maupun kamera pengintai, CCTV.
Belum juga hilang rasa penasarannya, di sebuah jendela kaca tembus pandang, Nampak suatu sosok yang sangat aneh. Langkahnya perlahan. Seperti tengah menahan diri untuk tidak cepat-cepat karena seharian bekerja.
“Disana ada orang, ayo kita ke sana,“ ujar ayah yang langsung mengajak Ma Keji untuk melanjutkan langkah mereka dalam melihat-lihat situasi, serta bakalan menuju ke orang yang tampak di balik jendela kaca tadi.
Tring.
Nampak suara lonceng kecil di pintu yang sengaja di pasang sebagai bel pintu supaya orang bisa mengetuknya dan para penghuni langsung tahu keberadaan tamu yang tengah masuk ke suatu ruangan.
“Permisi, tempat apa ini?“ ujar ayah semakin heran saja menghadapi semua yang ada di depan mereka. Dimana pintu dengan mudah di dorong. Walau tadi Nampak orang, namun mengapa tak ada yang menyahut. Bahkan sampai jauh membukakan pintu.
Mereka terus saja masuk. Dan Nampak satu orang ada di depan mereka. Benar apa yang tadi Nampak walau samar di balik suatu jendela tembus pandang.
“Permisi…“ ujar ayah lagi yang merasa orang itu tak mendengar, tak menghiraukan atau memang sengaja tak mau di usik. Sehingga membuat ayah semakin penasaran saja.
“Ini…“
Ma Keji terkejut saat menyadari ada banyak keanehan di lokasi tersebut. Termasuk orang yang kali ini tengah mereka sapa.
Setelah orang itu tersusul untuk di mintai perkenalannya, maka saat melihat wajah tersebut begitu menyeramkan. Mukanya demikian menakutkan dengan hiasan darah dan roman muka yang keunguan, semakin membuat diri si orang perlahan itu tak jelas bentuknya.
Arg…
Ayah menjerit demi menyaksikan segala keanehan termasuk orang yang menghuni tempat itu. Yang semula membuat senang dan ingin di tanya-tanya untuk menjelaskan daerah apa itu serta bagaimana nanti bisa kembali ke pelukan bunda, namun kali ini kebalikannya. Membuat mereka ngeri dan sangat pesimis.
“Ini…“ semakin membuat ayah kaget. Demi menyaksikan situasi tubuh orang itu benar-benar menampakkan satu sosok yang sering mereka lihat di cerita-cerita, maupun kumpulan kisah seram di dalam komik dan juga layar kaca.
__ADS_1
Berikutnya Nampak beberapa mahluk muncul. Mereka semakin menyeramkan saja. Mana jumlahnya semakin banyak. Ada yang matanya putih, ada yang bajunya robek-robek, serta ada juga yang mengangakan mulut demikian lebar. Semua menambah kengerian.
“Zombie!“ Melihat semua itu langsung mengingat satu sosok yang demikian menakutkan. Yah mahluk yang berupa mayat hidup serta seringkali haus akan darah dan daging manusia. Serta menjadi bertambah mengerikan karena tak bisa mati. Semua hal yang semula hanya berada dalam film maupun mimpi, kali ini benar-benar nyata di depan mereka. Serta rasa takut yang biasanya hanya berupa jeritan mulut semata, kali ini mesti di ikuti dengan langkah seribu, guna semakin aman saja.
Nampak zombie itu semaki banyak saja. Yang semula hanya Nampak satu di balik kaca itu, kali ini sudah terlihat nampaknya ada lima orang mahluk menakutkan yang tengah mendatangi mereka kini. Lalu buat apa lagi kedatangan mereka yang seakan susah payah jika bukan untuk sekedar mencekik mereka untuk kemudian di jadikan semacam mereka juga nantinya.
“Lari!“
Akhirnya itulah kata kata terakhir yang keluar dari mulut mereka sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut dengan langkah-langkah panjang mereka agar jangan sampai tertangkap para mahluk butuh darah itu yang berikutnya akan membuat mereka kehabisan darah dan daging mereka sendiri.
“Apapun situasinya cari perlindungan dulu.“
Mereka terus berlari menelusuri rumah-rumah berkaca yang bisa saja langsung melihat kedatangan mereka. Serta menjangkau pintu, dan bury-buru membukanya.
Namun apa yang terjadi, setelah mereka membuka pintu, ternyata mahluk-mahluk mengerikan itu sudah berada di baliknya dan seakan menghadang mereka dalam usaha melarikan diri dari kenyataan.
“Mohon maaf mengganggu.“
Di tutupnya kembali pintu tersebut secara kasar. Untung sudah bilang maaf jadi tak membuat kecewa orang-orang tadi yang diganggu. Lebih lega rasanya berada di dalam ruang nampaknya.
“Waa…“ Berikutnya sembari menjerit-jerit mereka terus berusaha melupakan para mahluk yang setengah mayat itu.
Di suatu lokasi yang menyeramkan, Nampak Lin Tian dan Xueqing hanya tertawa-tawa saja melihat mereka yang berpakaian compang-camping penuh robekan belel, dan muka yang di cat mengerikan.
“Hehe bagaimana menurutmu dengan ruang rahasia ini. Dalam semalam semua orang berubah menjadi zombie. Ceritanya sederhana tapi sangat mencekam,“ ujar Lin Tian penuh dengan nada kepuasan akibat segala rencananya berjalan dengan sukses.
Terlihat ruang rahasia dalam kastil menyeramkan itu yang semakin luas saja diantara suasana mencekam, Nampak semakin sunyi dan lebih mencekam lagi.
__ADS_1
“Kamu telah salah paham dengan arti ruang rahasia,“ ujar Zombie Xueqing menggeleng-geleng kepalanya setelah merasa keliru membantu mayat hidup ini dalam menghajar orang yang tak bersalah tersebut.