Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 316


__ADS_3

“Hmm, kita masin belum mempublikasikannya. Sekarang acara show rata-rata hasil rekaman kemudian baru di edit. Kalau tidak, jumlah tayangan tidak mencukupi, maka kita akan rugi,” ujar karyawan topi coklat yang masih mempermasalahkan sesuatu itu.


Mengenai rugi besar, Lin Tian nampaknya sangat suka saat ini. Entah mengapa. “Hmm, tak kusangka ada hal baik seperti ini.“


“Siaran langsung. Kita tidak main rekaman, tapi main siaran langsung,“ ujar Lin Tian supaya ada lebih banyak sesuatu yang bisa di dapatkan.


“Kita masih negosiasi dengan pihak sponsor dan pihak stasiun televisi. Kalau bersikeras mau tayang, pasti rugi besar,“ ujar karyawan yang tak yakin jika mau berbuat seperti itu kemungkinan bakalan tak menguntungkan, tapi bisa berakhir sebaliknya.


“Jangan dibicarakan lagi, sialan langsung!“ kata Lin Tian seraya menekan tombol merah, tanda kesepakatan, sehingga bisa langsung terlaksana acara tersebut, walau para karyawan tak bisa berbuat banyak, dan hanya terhenyak membayangkan sesuatu yang Nampak mengerikan di depan mata.


#


Di malam itu, pada saat bulan sabit mulai memerah, dan hembus dingin angina kian terasa, pada Salah satu komplek sebuah perumahan dengan cahaya yang satu satu di antara banyak kamar tersebut.


“Tunggu, kamu menyelesaikan tugas sekolah, aku baru akan mengembalikan ponsel ini padamu. Kamu baik-baik belajar, jangan terus melihat idolamu!“ ujar mama seraya menyita HP kesayangan. Yang bisa-bisa hanya untuk melihat idola dengan pakaian serba ketat, atau melihat game yang tak perlu, bahkan lebih jauh lagi hanya untuk melihat perang di daerah tengah sana yang penuh dengan darah dan air mata. Itu sangat mengganggu pikiran seseorang anak kecil yang semestinya


“Hmm, iya… jangan mengomel lagi!“ ujar si anak yang mau asyik main HP tapi sudah banyak aturan di sana sini. Sehingga banyak menyita waktu untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya menyebalkan itu.


“Kamu belajar dulu, aku akan masak makanan untukmu,“ ujar mama yang berencana mau masak makanan paling enak yang banyak di sukai oleh para kawula muda serta tetangga.


“Iya, iya…“ ujarnya sedikit mangkel.

__ADS_1


“Hehe, tenang selain ponsel aku masih ada yang lain,“ ujar si anak seraya mengulurkan tangannya untuk mengambil sesuatu.


“Agar bisa setiap saat melihat Jibao, aku punya ponsel cadangan,“ ujarnya seraya meletakkan ponsel itu di meja seraya menggunakan program aplikasi khusus yang bisa membuat sorot proyektor ke dinding ruangan yang kosong, sehingga akan timbul gambar layar yang sangat besar dan detail, dan menampilkan gambaran sang idola secara nyata.


“Ayo!“ Di pegang.


“Aku akan bersama dengan penggemar Jibao menjelajahi dunia media sosial hari ini. Aku pasti akan membantu Jibao mendapatkan trending topik pertama!“ ujar anak itu untuk terus main dengan idolanya.


Nampak mama, jadi HP cadangan tersebut sebisa mungkin untuk tidak kena rebut.


“Putriku sini,“ panggil mama.


“Hah.. Ponselku ini,“ ujar si anak yang tidak mau HP nya bakalan di sita lagi sama mama hanya untuk menyelesaikan tugas kali itu.


“Gawat, gawat…. ibu sudah mulai berbeda dengan biasanya,“ ujarnya semakin khawatir saja.


“Kamu tidak perlu mengerjakan tugas sekolah hari ini. Ayo kita menonton acara show saja,“ ujar Ibu sedikit membiarkan anak untuk menonton, toh dia juga bakalan ikut melihat juga.


“Hah ibu,“ si anak keheranan.


“Tadi ibu melihat acara baru sangat menarik, aku akan coba buka tayangan ulangnya,“ ujar ibu sembari melihat rekaman tayangan tersebut di chanel sebelah.

__ADS_1


“Wah jibao… Jibao ku!“ si anak langsung meradang begitu melihat idolanya dalam acara tersebut. Walau itu Cuma rekaman, dan si tokoh entah di mana. Dengan siapa. Sedang berbuat apa.


“Sialan, beraninya mempermainkan ku, memang aku siapa, perlu kalian yang mengomentari ku. Aku akan mengundurkan diri besok,“ ujar Jibao ku. Seraya membuang sesuatu.


“Semua ini salah penggemar bodohku yang tidak mendukung. Aku barulah harus mengikuti acara show seperti ini,“ kata Jibao.


Penggemar hanya melotot keheranan. Tak menyangka hal ini terjadi. Sebuah tontonan yang tidak layak di tonton oleh anak kecil. Dia hanya seorang yang lugu, dan masih membutuhkan banyak bimbingan dari orang tua untuk melihat hal-hal baik yang akan mempengaruhi kejiwaannya nanti. Sehingga mumpung masih ada kesempatan yang bagus, sebisa mungkin akan mempertahankan banyak tontonan bagus yang di tampakkan oleh para idola, dan bukan hal jelek yang barusan terlihat.


“Semua ini palsu! Jibao tidak mungkin seperti ini!“ teriak penggemar.


“Kamu lihat sendiri, artis yang kamu suka mungkin berbeda dengan apa yang kamu bayangkan,“ ujar ibu dengan lembut, sembari mengelus kepala anaknya. Mungkin lain kali akan dia cari rekaman tayangan yang lain yang tidak akan mengundurkan diri.


“Aku harus bagaimana agar orang lain tidak melihat perilaku Jibao seperti ini. Acara ini pasti bermasalah, pasti..“ kata penggemar sebisa mungkin menutupi perilaku yang kurang bagus dari idolanya sehingga nanti tidak menurunkan reputasinya di dunia hiburan.


“Pasti sengaja untuk menjatuhkan nama baik Jibao. Jibao tidak mungkin seperti ini,“ ujarnya terus yakin. Dan berusaha sebisa mungkin menutupi apa yang buruk itu. Serta sangat yakin kalau idolanya tersebut tidak akan berbuat satu hal yang sangat buruk dalam tayangan. Ini pasti ada keterlibatan perusahaan yang sangat besar pengaruhnya. Sehingga membuat artis idola tersebut sangat tidak nyaman berada di depan kamera serta melakukan hal jorok yang sangat mengurangi reputasinya.


“Aku harus melapor. Aku akan pergi melapor hahaha. Sebagai seorang penggemar berjumpa dengan hal yang tidak sesuai tentu saja langsung melapor,“ ujar sang anak yang bakalan melaporkan tentang ketidak beresan itu, sehingga idolanya tetap eksis dan masih terus tayang dalam acara kegemarannya dengan membuang sisi jelek yang di tampakkan, dan terus bisa tampil dengan bagus dengan rating yang sangat tinggi serta di gila i para penggemar acara tersebut.


“Tapi, Grup Tianlin bisa melakukan segalanya, apakah kamu juga ingin melapor mereka?“ ujar ibu yang takut terjadi apa-apa dengan putri kesayangannya yang tengah meradang. Mengingat grup itu sudah sangat terkenal dan begitu popular, sehingga kemungkinan nanti bakalan bisa membuat si putri ini menderita. Bahkan untuk selanjutnya akan perusahaan besar itu akan terus berusaha mempertahankan diri. Ini yang di khawatirkan.


“Kami tidak takut, grup Tianlin siap-siap binasa dari dunia ini!“ ujar anak yang terus berusaha mempertahankan idolanya agar tetap eksis, meskipun harus menginjak perusahaan tianlin yang sangat terkenal tapi terus saja berbuat sesuatu yang menjelekkan Jibao, maka mesti menanggung akibatnya. Dan itu akan di rasakan jika mengganggu anak kecil yang suka sekali akan tayangan Jibao.

__ADS_1


“Wow…“ gerutu Lin Tian.


__ADS_2