Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 115


__ADS_3

“Tahun itu aku masih seorang gadis yang nakal,” ujar Cao Biluo mengingat saat masih memegang pentungan dengan di dampingi dua jawara yang keren-keren. Siapapun pasti akan takut. “Miskin sampai menghalalkan segala cara.”


“Lollipop ini adalah milik Cao Biluo,” ujar Cao sembari merampas permen milik anak kecilmu sehingga si anak hanya bisa meneteskan air mata dengan deras melebihi air terjun dari gunung berkabut.


“Sampai hari itu nasibku berubah.“


Terlihat ada tulisan,


Warnet BBQ Fish.


Kompetisi e-sport.


Berhadiah uang 500 yuan.


“Bermain game juga bisa mendapatkan uang? “ ujar Cao yang lagi-lagi terkejut. Karena selama ini dia main game hanya untuk kesenangan semata. Paling-paling jika ingin mendapatkan tiket untuk di tukar hadiah boneka di depan kasir. Paling itu selebihnya main ding dong, PS, sampai pertarungan Teken. Itu semua hanya demi kesenangan semata dan menghabiskan koin. Sekarang di warnet beda. Makanya banyak anak yang suka ber jam-jam duduk dengan menatap cahaya yang bikin mata lelah saja.


“Itu adalah pertama kalinya aku bermain game. Meskipun kalah aku sangat senang. Aku jatuh cinta pada game. Aku ingin menjadi diva game. Dan biar dapat penghargaan game,“ kisah Cao.


“Ambillah hadiah mu,“ ujar bapak-bapak petugas. Sedih juga kelihatannya. Apa akan kepandaian si cao, atau sekedar enggan menampilkan ekspresi lain melihat dia tak pernah menang. Tapi itu yang bisa dia berikan pada si gadis supaya bisa terus bermain dengan telaten, sehingga suatu saat akan bisa mendapatkan hasil maksimal yang lebih dari ini.


‘Itu adalah pertama kalinya aku mendapatkan uang dengan hasil jerih payahku sendiri. Bukan dengan mencuri atau merampas.’ Sebuah kebanggaan. Manakala berhasil mendapatkan sesuatu dengan jerih payah. Darah dan keringat sendiri. Sehingga yang sebelumnya main rampas dengan mudah mendapatkan uang dengan menyengsarakan orang lain, kini bukan lagi. Dan langsung bisa mendapatkan hikmahnya.


“Cao, Cao. Aku tidak akan berbuat jahat lagi. Aku mau menjadi putri game. Aku ingin mencari uang dengan terang-terangan. Seperti Lin Tian yang sekarang mapan dan stabil,“ ujar Cao berjanji dan berusaha untuk sebaik-baiknya menepati semua itu sehingga apa yang di dapatkan kemudian merupakan barang halal. Tidak main serobot barang milik orang lain, terutama Lollipop mahal yang sangat enak. Semakin mahal semakin enak. Namun dia rebut itu membuat si anak bakalan mengeluh. Minta lagi sama orang tua tentu tak boleh dikira semua itu sudah di habiskan semua. Sementara kalau tak minta lagi, bagaimana dia bisa makan enak sementara yang enak tadi sudah di caplok sama preman wanita tak berakhlak yang sukanya memeras orang-orang lemah. Hal seperti itu yang ingin di buang oleh si cantik ini supaya selanjutnya bisa hidup dengan bebas, tanpa terbebani dengan banyak dosa yang terus dan terus dia pikul sepanjang usia dia menghabiskan masa preman nya.

__ADS_1


“Kemudian aku mulai melakukan siaran langsung. Sambil bermain game, aku melakukan siaran langsung. Hebat sekali aku. Setiap kali bermain aku selalu merebut MVP,“ ujar Cao yang berhasil live dengan main game yang bisa menghasilkan. Dimana usia demikian biasanya hanya menghamburkan uang saja, tapi kali ini dia dapat bonus tanpa mesti berbuat nakal lagi. Itu lebih dari cukup untuk langkah berikutnya yang mesti bisa mendapatkan hasil lebih banyak lagi, supaya dalam memeras anak kecil nantinya bisa dikurangi.


“Tapi penonton siaran langsung hanya sedikit kata-kata yang mereka lontarkan juga tidak enak di dengar,“ ujar Cao Biluo mengeluh. Maklum game semacam itu tentu bukan hanya anak baik saja. Tapi sering kali banyak anak yang nakal, yang tak lulus sekolah, atau suka membolos. Bahkan kalaupun lulus nanti hanya main coret-coret saja di hutan. Karena tak boleh di lingkup kota atau gedung. Ini yang berbahaya buat si gadis yang tengah mencari jati diri tak hendak main paksa sama orang tapi mau di salurkan ke game yang menghasilkan. Malahan kali ini tengah menghadapi ujian berat. Dengan bermain dengan anak nakal yang tak pandai. Sehingga bisanya hanya main ledekan atau ngomong sembarangan yang taka dan hubungannya sama permainan itu.


“Ini artis yang sengaja diundang kan.“


“Perwakilan identifikasi selesai.“


“Wajahnya lucu sekali. Jelas kalau tidak mungkin sehebat ini,“ celoteh mereka supaya si cantik merah padam serta tak ingin melanjutkan permainan agi, tapi hanya main ledek-ledekan saja sehingga tak menyedot banyak uang mereka, sekaligus membuat terhibur karena permainan lain itu sungguh menyenangkan hati mereka.


“Sialan! Kalau kalian tidak ingin aku bermain dengan serius aku akan bermain sembarangan!“ ancam Cao Biluo. “Ah… penontonnya malah semakin banyak kalau aku main sembarangan.“


Ruang live.


“Hostnya imut sekali,“ ujar seorang pemain.


“Ekspresi mu imut sekali ketika marah,“ celoteh gamer lain.


“Adik kecil, sini ikut denganku, aku sudah level silver 5, sangat kuat.“


“Apa ini adalah Loli yang lucu, aku suka sekali?“


“Aduh mati lagi… Siapapun tolong bantu aku dong,“ ujar Cao Biluo minta tolong.

__ADS_1


“Terima kasih semuanya yang sudah memberiku hadiah. Terima kasih semuanya yang telah mengirim roket, satelit, kereta api, kereta bawah tanah. Aku cinta pada kalian,“ ujar Cao Biluo sangat senang pada orang-orang pemain yang meskipun suka meledek tapi di berikan dia banyak hadiah game sehingga dapat poin di seterusnya serta game nya tak mati.


“Perlahan aku lupa dengan impianku. Sampai akhirnya Lin tian muncul. Dia mempercayaiku. Dia memberiku kepercayaan diri. Juga memberiku kesempatan mengejar mimpi,“ ujar Cao yang terkenang akan kebaikan hati si Lin Tian. Makanya kesempatan ini pun dia rela melakukan segalanya demi dia. Supaya kemenangan bisa di raih. Dan bukan hanya sekedar main sembarangan, atau asal-asalan. Kalau ada kesempatan memukul balik, maka akan dia lakukan. Sehingga game penentuan pun bisa mereka raih dalam tiap poin nya.


“Bunuh!“


Yang Mulia Tuan Putri Nomor 1.


ALL KILL.


Nilai 15:0


“Vff…“ Lin Tian terkejut. Sampai-sampai apa yang tengah ia minum muncrat semua.


“Ini Cao Biluo yang mati di pembukaan permainan. Itu orang keenam dari musuh terkuat Cao Biluo? Cao Biluo, kamu juga seorang pemberontak,“ kata Lin Tian.


“Halo? Ini pihak penyelenggara? Aku mau melaporkan pihak musuh menjebak. Permainan curang,“ ujar lin Tian dalam telepon nya. “Halo, jangan ditutup teleponnya! Aku sungguh-sungguh.“


“Lin Tian pasti sedang membicarakan kehebatan dengan orang lain di telepon,“ ujar Cao Biluo senang makanya senyum-senyum di atas kursi game nya. Dia merasa sudah bermain dengan maksimal. Jadi itulah yang dia hasilkan. Walau bukan sebuah kesempurnaan, namun sudah bisa membuat hati Lin Tian senang.


“Semangat giliran kalian.“


“Kakak beradik line bawah terkuat dalam sejarah.“

__ADS_1


__ADS_2