Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 244


__ADS_3

Pip!


Lin Tian meniup peluit saktinya.


“Melanggar peraturan diskualifikasi,“ ujarnya dengan keras.


“Hehe, tidak apa didiskualifikasi sekelompok orang tua yang jujur tidak menarik.“


Pada saling berpandangan.


Tak paham pada apa yang di ucapkan pemuda itu.


“Kenapa?“ tanya Lin Tian.


“Pelanggaran diskualifikasi!“ ujar petugas.


“Pelanggaran diskualifikasi,“ kata yang lain melihat, “begitu banyak pelanggaran.“


“Misi selesai!“ ujar anak itu dengan bangganya. Bersama rekan-rekan seperjuangan saling bergembira.


“Misi apa maksudmu? Merusak festival olahragaku dengan sengaja,“ ujar Lin Tian geram.


“Kami adalah Aliansi X… secara khusus menggunakan teknologi canggih untuk merusak berbagai macam kegiatan besar!“ ujar empat bocah sembari melakukan formasi sembari melakukan gerakan tangan yang berbeda, namun membentuk pola yang sangat indah. Si biru mengangkat kedua tangan seakan menengadah ke langit. Kuning dengan gerakan tangan menjulur ke samping kelompok. Dan putih menjulurkan tangan yang berbeda dengan posisi kuning. Sehingga seakan membentuk sayap. Sedangkan Tan Zhilang yang paling populer dan menjadi ketua kelompok ini menyilangkan kedua tangan di depan dagunya. Dia jongkok dengan stau kaki di tekuk, seraya melakukan gerakan tersebut pada posisi paling depan dari rombongan tersebut.


“Kalian orang dewasa, seharian memenuhi lapangan basket, lapangan sepakbola dan taman. Arti keberadaan kami adalah mengalahkan kalian dengan teknologi canggih merebut kembali tempat-tempat ini,“ jelas Tan Zhilang memastikan.

__ADS_1


“Dunia adalah milik kami para pemuda!“ ujarnya lagi sembari menunjuk diri sebagai seorang pemuda dengan api yang tak kunjung padam, selalu membara dalam hatinya.


“Pemuda, dunia bukanlah milik siapapun!“ ujar Lin tian memberitahu. Sembari mendorong jidat si pemuda yang sedikit keblinger ini. Mesti diberitahu secara lebih meyakinkan jika merasa belum tahu akan segala sesuatunya tersebut.


“Tidak percaya, ayo kita bertanding!“ ujar Lin Tian sembari menantang si pemuda yang sangat arogan tersebut.


“Ayo saja!“ ujar Tan Zhilang yang tak takut pada bukan pemuda itu. Yang lalu saja dengan kekuatan naga hijau bisa langsung dia pecundangi sampai diabolo nya hancur berkeping-keping apalagi orang ini yang hanya seorang direktur dan cuma memiliki banyak uang saja tanpa memperhitungkan teknologi canggih yang kali ini banyak berperan dalam segala permainan sehingga mampu memenangkan berbagai pertandingan yang sangat menentukan itu.


“Panggil pemuda itu,“ ujar Lin Tian pada Ma Keji yang mesti melawan dengan sepenuh jiwa dan kesungguhan hati sehingga akan bisa mengalahkannya dengan segera pula. “Sudah waktunya kamu menyaksikan teknologi canggih yang sesungguhnya.“ Dia lalu membuka boks yang di bawa Ma Keji sembari mempertontonkan bahwa orang tua juga sedikit banyak bisa berguna buat pertandingan anak muda yang mempunyai kemampuan sangat hebat tersebut. Dia akan mengeluarkan ajian saktinya guna menghadapi kepongahan lawan. Dan sekuat mungkin untuk bisa mempecundangi nya. Niscaya tak bakalan dia kewalahan nantinya.


“Keluarlah model Tianlin!“ Lin Tian memanggil diabolo nya sembari memperagakan tongkat sakti andalannya, sehingga alat itu akan sanggup berbuat banyak.


Tak berapa lama kemudian, Nampak sebuah alat meluncur dari dalam kotak tersebut. Bentuknya aneh. Memang seperti diablo, tapi dibuat segitiga seakan sebuah berlian saja yang sangat mewah, dengan keindahan yang sangat mencolok, berbanding terbalik dengan sisi keperkasaan yang semestinya ditonjolkan.


“Ini… bisa dibilang seperti itu….“ Ma Keji kebingungan terhadap Direktur nya yang seakan menjadi anak kecil dalam menghadapi kepandaian bocah tersebut. Sehingga harus memanggil dua orang lebih ahli hanya untuk mempecundangi permainan lawan.


Dia ingat saat itu, Lin Tian dalam ruangannya memanggil dia untuk satu perintah yang sedikit aneh. “Aku juga ingin bermain diabolo, Ma Keji. Cepat buatkan aku satu diabolo semua teknologi. Yang bisa ditambahkan, tambahkan saja dengan rotasi otomatis. Lemparkan otomatis pertahanan, otomatis apapun yang ada, tambahkan saja.“


“Itu, bukankah itu sama saja dengan berbuat curang,“ kata Ma Keji yang sangat paham akan permainan tersebut serta mengatakan jika hal demikian tidaklah benar. Apalagi hanya untuk satu permainan saja.


“Urusan bos mana bisa kamu bilang berbuat curang. Ini namanya pertahanan akhir,“ jelas Lin Tian mengungkapkan pembelaannya.


Itu ungkapan pada saat lalu.


Dan baru kali ini dia menyadari. “Aku selalu mengira Direktur Lin bermain curang, karena tidak bisa bermain. Tak disangka ini adalah cara untuk melawan peserta yang ingin merusak kegiatan ini,“ ujar Ma Keji lagi, yang kali ini sangat paham untuk kegiatan orang aneh yang kali ini tengah mengangkat kedua tangannya demi memainkan peran bermain alat tersebut. “Benar-benar seorang yang memiliki pandangan jauh.“

__ADS_1


Dan lihatlah…


Pertarungan besar di mulai.


Di tengah lapangan itu, dua diabolo canggih saling beradu. Satu diabolo hitam milik Tan Zhilang dan Diabolo Lin Tian buatan Tianlin.


Keduanya sangat jeli dalam memainkan alat masing-masing.


Sehingga kala benturan terjadi, tak lepas dri pengamatan mereka. Dan menimbulkan suatu yang aneh, percikan dahsyat, serta gulungan lingkar cahaya yang semburat dari padanya. Yang akhirnya mengeluarkan suara menggelegar dan keluar dari tumbukan dua benda spektakuler itu.


“Ini… Duri titanium ku juga patah. Permukaannya lebih keras dari punyaku!“ ujar Tan Zhilang dengan suara bergetar akibat diabolo kepunyaannya langsung rusak parah. Setelah tumbukan dahsyat itu. Dia tak menyangka benda kebanggaannya tadi kali ini menjadi rongsokan tak bermakna. Yang selebihnya hanya sebagai benda teronggok seperti yang


“Hehe, karena permukaan diabolo ku semuanya adalah berlian,“ ujar Lin Tian dengan senyum kemenangannya yang menawan. Bagaimana tidak kuat. Itu berlian paling berharga serta kekerasannya begitu tinggi. Lebih kuat dari titanium yang sep[erti ring cincin saja. Serta berlian dengan kekerasan 10 seimbang dengan intan bening tersebut, tentu akan sanggup mematahkan segenap benda yang sangat keras. Kecuali tentunya jika melawan benda dengan kekuatan yang nilai kekerasannya sepuluh, baru setimbang.


Hal ini membuat kelompok pemuda pengacau itu hanya bisa saling pandang. Tak mengira jika diabolo dengan bahan dasar titanium itu hanya menjadi pecundang saja kala melawan manusia yang mulai menjadi orang kaya sejak hari ini.


“Seorang pria. Bisa sekeras apa, akan kita usahakan sekeras itu,“ ujar Lin Tian yang merasa ada sesuatu yang keras, semangatnya, dalam mengalahkan si bocah. “Tentu saja kalian anak SD tidak akan mengerti semua.“


Mendengar itu, si anak SD marah.


Segera dia berujar, “Kamu yang memaksaku!“


Mereka berempat segera melakukan sebuah gerakan guna membentuk satu formasi dahsyat. Dari masing-masing anak keluar larik cahaya berbeda, merah, kuning putih dan hijau daun. Serta mengucapkan mantera sakti…


JURUS TERAKHIR PENGGABUNGAN DIABOLO!

__ADS_1


__ADS_2