
“Coba lihat, kamu sudah mendapatkan untung kan? Kenapa kamu malah tidak senang?” ujar Xiaoli keheranan melihat sikap Lin Tian yang aneh dan Nampak murung dengan posisi duduk sembari memegang lutut. Seperti pengemis tak dapat jatah makan hari itu. Walau untungnya sudah sangat banyak.
“Mana mungkin bisa senang, kalau mendapatkan untung. Aku hanya ingin merugi saja,” kata Lin Tian. Bagaimana mau senang, kalau merugi hasilnya bakalan dapat berlipat ganda. Sedangkan jika untung hanya mendapat dari keuntungan penjualan semata yang tak seberapa itu. Makanya siapapun bakalan sedih jika usaha kerasnya hanya mendapat untung sedikit. Berbeda dengan bakul cilok yang berapapun hasilnya asalkan sudah ada untung, itu rejeki hari itu, yang patut di syukuri. Ini beda. Dasar cewek perkasa yang tak paham hitung menghitung si Xiaoli ini.
Nampak seseorang cakep dating. Xiao Susu.
“Bos Lin Tian sangat kaya raya lebih baik kamu mensponsori ku,“ ujar Xiao Susu. Dia sendiri tengah berusaha mencari jalan bagaimana agar usaha yang dia geluti bisa berjalan dengan lancar. Makanya perlu dana. Dan taka da yang lain selain pemuda kaya raya di hadapannya ini.
“Xiao Susu. Kamu juga datang memelihara kucing?“ tanya Lin Tian. Rupanya banyak orang yang kali ini keranjingan kucing. Binatang imut dan tak suka mencakar itu rupanya tengah menjadi primadona diantara para wanita yang suka kehalusan bulunya.
“Aku memang menyukai kucing memang kenapa?“ kata Xiao Susu. “Jujur saja, aku datang ke sini untuk membicarakan bisnis denganmu. Saya memulai perusahaan baru.“
“Jangan… Jangan mencelakai ku dengan membuatku mendapat untung,“ kata Lin Tian panik. Dengan sudah mengeluarkan modal banyak saja malahan dapat untung. Bagaimana nanti kalau membuka usaha baru. Jangan-jangan nanti untungnya hanya sedikit. Dan itu bisa gawat.
“Aih. Aku tahu, kalau perusahaan baruku akan merugi beberapa waktu tapi….“
“Aku akan berinvestasi,“ kata Lin Tian demi mendengar kata rugi. Dengan demikian ada harapan mendapat banyak uang hanya dari satu sisi yang paling merugikan ini.
“Eh…“ Susu terkejut. Dia tak menyangka rasa khawatirnya demikian bertolak belakang. Dia semula tak yakin bila usaha animasi yang tengah dia buat dan tak banyak menghasilkan itu justru membuat seorang bos kaya raya demikian antusias untuk membantunya. Pasti ini demi upaya agar tak terjadi kebangkrutan semakin parah, dan keuntungan bisa teraih setelah dia memberi investasi yang besar.
__ADS_1
“Mana mungkin aku tega membiarkan mu merugi seorang diri,“ kata Lin Tian beralasan. “Kesempatan merugi sebagus ini, mana mungkin aku melewatkan nya.“
“Jangan gombal, aku merinding.“
“Hampir saja aku lupa bertanya perusahaan baru bergerak di bidang apa?“ tanya Lin Tian.
“Tentu saja perusahaan animasi,“ jawab Xiao Susu. Walau belum begitu familiar, tapi kelihatannya menarik, karena banyak hal yang belum di pahami oleh orang-orang, makanya jika hal ini tayang, mungkin hanya satu-satunya. Lalu akan menjadi satu hal yang unik, serta bakalan hebat, karena berbeda dari yang lain dan tentunya bukan berdasarkan hasil plagiat, karena hanya sendiri.
“Lebih baik kita membicarakan plot nya dulu,“ ujar Lin Tian.
#
“Alasan penting aku memintamu berinvestasi. Karena aku ingin menjadikan kamu sebagai pemeran utama animasi kita. Apa kamu setuju?“ tanya Xiao Susu. Jika setuju bukannya anak muda itu bisa di bikin jamet, atau rambut yang Mohawk awut-awutan, serta badan kurus dengan pipi ceking. Itu tentu membuat orang mengira kalau hal tersebut berdasarkan full imajinasi yang taka da bahan pembandingnya. Ini yang kayaknya bisa diterima oleh banyak kalangan.
“Tidak. Maksudku menjadi protagonis pria yang menjadi orang kaya baru.“
“Tapi bagaimana caranya membuat cerita ini menarik?“ Begitulah cerita. Sedikit aneh. Terkadang yang sangat menarik di buat oleh pengarang tapi dianggap tak menarik oleh para pembaca. Atau kisah yang demikian saja tapi penontonnya sangat banyak. Semua itu terjadi karena berbagai hal. Bisa saja karena memang sangat unik, sehingga membuat banyak orang penasaran. Atau memang karena banyak hal yang membantu. Misalkan sama distributor di buat dengan promosi yang tinggi dengan unsur yang sangat bagus dalam menawarkannya. Sehingga orang-orang ingin memilikinya. Ini juga salah satu usaha yang membuat satu kisah berhasil di pasaran, walau kisahnya demikian saja. Tapi berhasil buruk, karena pemasarannya kurang berhasil akibat faktor-faktor pendukungnya benar-benar taka da.
“Kalau kamu memang ingin membuat animasi, lebih baik memilih jalan cerita yang popular. Pertama-tama pemeran utama pria harus miskin. Kemudian karena menolong orang. Dia mendapatkan sebuah sistem penghambur uang Yang memaksa dia menghamburkan uang. Menghamburkan uang itu sangat menyiksa,“ ujar Lin Tian yang sudah sangat berpengalaman dalam menghambur-hamburkan uang. Dan sejauh itu belum tentu mendapat untung. Bahkan hanya sebagai bahan olok-olokan orang karena tak selamanya uang bisa membuat kaya. Walau uang sangat di perlukan biar kaya.
__ADS_1
“Tapi dia tidak bersedia menghamburkan uang seperti itu. “
“Sss…“
“Hawa sok keren yang berat sekali,“ gumam orang di seputar nya.
Lalu kata yang lain, “jangan-jangan dia orang miskin.“
“Lin Tian YYDS.“
“Sudah diputuskan. aku bahkan sudah memikirkan judul animasi tersebut. Judulnya, ‘hari ini mulai menjadi orang kaya’.“
“Kamu adalah penanam saham. Semua saran mu didengarkan.“
“Aku tidak percaya, kalau di dunia nyata ada sistem seperti itu.“
“Aku juga bukan karakter dalam animasi. Apa aku semudah itu dibohongi? Tapi sementara ini kita putuskan begitu dulu.“
“Jangan lupa mentransfer uangnya padaku, kemudian tunggu kabar dariku. “
__ADS_1
“Semua yang aku bicarakan adalah kenyataan. Kenapa tidak ada yang percaya?“ ujar Lin Tian sedih sekali kala dia bicara demikian. Suaranya benar-benar tak di dengar. Bahkan untuk orang yang tengah butuh sekalipun. Dia hanya mendengar karena ada kucuran dana yang demikian besar. Tai untuk yang lain-lain dianggapnya hanya angin lalu saja kelihatan nya. Baginya, mana mungkin ada seorang miskin bisa menjadi kaya. Apalagi hanya gegara punya hubungan khusus dengan sistem yang aneh. Itu jelas-jelas imajinasi yang berlebihan.
“Hari ini mulai menjadi orang kaya diangkat dari kisah nyata. Aku akan melihat mereka menonton ‘HARI INI MENJADI ORANG KAYA’.“